KAFIRISASI



Oleh: Drs. Hamzah Johan Al-Batahany

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
            Kafirisasi adalah  usaha-usaha seseorang atau kelompok tertentu menjadikan umat Islam menjadi kafir yakni keluar dari Agama Islam atau mengingkari Allah dan Rasul-Nya.
            Kafirisasi ini datang dari 2 kalangan:
  1. Ekstern (Kalangan Non Islam )
Kafirisasi yang dilakukan oleh kalangan Non Islam lebih cenderung ke arah pemurtadan, yaitu usaha agar umat Islam itu berganti agama dan meninggalkan Islam tersebut. Mereka tiada henti-hentinya bekerja keras dan berani mengeluarkan biaya besar demi tercapainya pemurtadan itu. Mereka terus menerus menghembuskan kebenmcian, mereka tiada pernah senang terhadap Umat Islam. Hal ini disebut dalam surat Al-Baqarah ayat 120
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (2:120)
Adapun upaya-upaya kalangan non islam untuk kafirisasi  ini, antara lain :
1.       Menguasai jabatan-jabatan tertentu di Pemerintahan.
Banyak pejabat-pejabat dari kalangan Non Islam sangat konsen menggunakan jabatannya untuk kafirisasi ini. Jika mereka memegang jabatan di bagian lahan atau pertanahan, mereka memanfaatkan jabatan seperti itu dengan memperbanyak rumah-rumah ibadah mereka, yang mereka bangun di tempat-tempat strategis dan banyak dibangun di daerah yang banyak penduduk Muslimnya, padahal  di tempat tersebut hanya dihuni satu atau dua keluarga non Islam. Pejabat-pejabat Non Islam ini memberikan kemudahan kepada kaumnya dan berusaha menguasai lahan-lahan strategis.
Sementara pejabat-pejabat Muslim kebanyakan sibuk memikirkan dirinya sendiri. Demi uang, demi jabatan , dia berani mengorbankan agamanya sendiri. Dia rela Islam terpuruk. Dia rela Islam dirusak secara sistematik. Baginya toleransi lebih berharga dari pada Islam itu sendiri.
Memang Islam tidak pernah mengajarkan untuk menghancurkan agama orang lain, Islam juga tidak membenarkan pemaksaan agama terhadap orang lain. Tapi Islam tidak akan membenarkan jika seorang pejabat Muslim berdiam diri dengan kepentingan Islam.
Seorang pejabat Muslim harus berjihad dengan jabatannya. Menghalangi setiap kelompok yang akan menyudutkan Islam. Dia tidak perlu berkoar-koar bahwa dia adalah pejabat yang sangat perduli dengan Islam, tapi cukup dengan menggunakan jabatannya untuk kepentingan Islam. Biarlah Allah saja yang akan menilai, yang akan memberikan ganjarannya, karena ganjaran dari manusia tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan ridha Allah swt. 
2.       Kafirisasi Lewat Dunia Usaha.
Para pengusaha Non Muslim kebanyakan juga anti Islam. Mereka teriak toleransi umat beragama , sementara mereka sendiri tidak toleran. Berapa banyak pengusaha Non Islam itu membangun perumahan yang mayoritas dihuni oleh orang Islam, tapi tidak disediakan tempat ibadah yang memadai. Bahkan mereka sengaja mendirikan sekolah-sekolah yang bernuansa missionaries. Karena jauhnya sekolah yang sesui dengan ummat Islam, maka dengan terpaksa anak-anak muslim disekolahkan disana. Mereka bersekolah dalam suasana non Islam.
3.       Kafirisasi dengan Menggunakan Sandang Pangan
Orang-orang miskin Islam dijadikan sasaran empuk pemurtadan. Mereka diiming-imingi uang, makanan dsb. Para pengemis mereka organisir, sepintas mereka berpenampilan sebagai pengemis Muslim, sementara mereka hidup sebagai non Islam.
4.       Kafirisasi lewat Trafficking (perdagangan) perempuan dan Anak.
Berapa banyak TKI –TKI bermasalah mereka godok menjadi Non Islam. Ketika para TKI itu mendapat kesulitan, lalu mereka tampung di suatu rumah sebelum mereka dipulangkan ke desa masing-masing, dipenampungan tersebut Para TKI bermasalah itu mereka murtadkan.
5.       Kafirisasi Lewat Perkawinan.
Laki-laki non Islam disuruh berpacaran dengan perempuan-perempuan Islam. Sewaktu mereka berpacaran, laki-laki non muslim tadi menodai perempuan Islam tersebut hingga menjadi tak perawan bahkan sampai hamil, maka situasi ini dimanfaatkan oleh lelaki non Islam itu mengancamnya, dengan mengatakan:”Jika engkau mau agar aku bertanggung jawab dan menikahimu, engkau harus murtad, jika tidak engkau telah aku nodai, maka dengan terpaksa gadis Muslimah ini pindah agama.
6.       Kafirisasi Lewat Budaya.
Seperti membudayakan hari valentin (hari berkasih sayang). Mereka dibuai dansa dansi sambil meneguk minuman keras. Para remaja Muslim diajak bervalentin. Hari valentin ini digembar gemborkan sebagai budaya modern, yang hakikatnya adalah guna mengelabui orang-orang Islam yang dangkal iman atau aqidahnya. Lihatlah sudah berapa banyak remaja Islam yang sudah terjangkit dengan valentin ini yang notabenenya adalah prodak orang-orang kafir.
7.       Kafirisasi Lewat Media
Sangat banyak penulis-penulis dari kalangan kafir itu yang memanipulasi ajaran Islam. Mereka menafsikan ayat dan hadits sekehendak hatinya. Penulisan mereka itu bertujuan merusak Islam. Mereka menjebak lewat media masa, mereka seolah-olah membela Islam, tapi Isinya menjungkir balikkan Islam. Mereka ada yang berlagak seperti santri, membawa qur’an ke rumah-rumah orang Muslim, kemudian mengajarkan bahwa Al-Qur’an ini mengakui keberadaan Injil, lalu oleh mereka tafsirkan agar ummat Islam juga harus mengamalkan Injil tersebut. Tapi dia tidak sadar. Bahwa Injil yang dimaksud dalam Al-Qur’an itu adalah Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s yang sudah tidak ada lagi saat ini. Dimana injil tersebut mengajarkan keesaan Allah dan menyatakan bahwa Isa itu adalah Rasulullah.

Itulah tadi kafirisasi ekstern yang datang dari kalangan non Islam. Adapun yang kedua, kafirisasi intern, yang datang dari kalangan umat Islam sendiri. Kafirisasi intern ini dapat berbentuk antara lain:

  1. Kafirisasi dengan Perdukunan.
Berapa banyak dukun-dukun telah menyesatkan manusia dari jalan Allah. Mereka mengagung-agungkan jin. Mereka minta tolong pada jin itu, sehingga mereka telah dipimpin oleh setan itu. Berapa banyak pedagang-pedagang yang mendatangi dukun minta penglaris. Yang oleh dukun-dukun itu memberikan jizim yang ditempelkan , digantungkan atau ditarok pada tempat-tempat tertentu. Sehingga mereka percaya dengan jizim itu mereka dapat rezeki. Padahal yang memberi rezki itu adalah Allah, yang tentunya untuk mendapatkan rezki tersebut dengan cara yang dibenarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.  Sedangkan mencari rezki lewat perdukunan seperti tadi jauh menyalahi aqidah Islam.
Dalam HR. Muslim disebutkan:
“Barang siapa mendatangi dukun peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka shalatnya selama empat puluh malam tidak akan diterima”.
Dalam HR. Ibnu Majah disebutkan:
“Sesungguhnya pengobatan dengan mantra-mantra  (kesyirikan), Kalung, gelang penangkal sihir (azimat) dan guna-guna adalah Syirik”.
Pernah suatu kali seorang pemuda memakai gelang dari kuningan, lalu ditanyai oleh Nabi: “Untuk apa gelang tersebut”, dijawab oleh pemuda tersebut: “Untuk penangkal (azimat)”. Maka dinyatakan oleh Nabi, bahwa pemuda tersebut jika mati saat ia memakai azimat tersebut akan menderita selama-lamanya (kekal dalam neraka).
 Uang memang banyak dipeoleh dengan cara kemusyrikan itu, bahkan firman Allah menyatakan, jika manusia melupakan ajaran Islam karena ingin mendapatkan harta berlimpah, maka Allah akan bukakan semua pintu mendapatkan harta itu, tapi di akhir hidup mereka, meraka akan menyesal, sebagaimana firmannya
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ(44)
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Al-An’am:44)
  1. Kafirisasi dengan Memuja Kuburan
  2. Kafirisasi Jama’ah. Dimana ada suatu jama’ah yang mengaku bahwa selain dari kelompoknya adalah kafir. Jika kita sholat dimesjidnya, maka bekas tempat kita shalat itu dilapnya. Jika berjabatan tangan dengan mereka, setelah kita pergi dia samak tangannya . Mereka telah mengkafirkan ummat Islam yang lain, padahal Rasulullah bersabda :

وَمَنْ دَعَا رَجُلًا بِالْكُفْرِ أَوْ قَالَ عَدُوَّ اللَّهِ وَلَيْسَ كَذَلِكَ إِلَّا حَارَ عَلَيْهِ *

siapa memanggil seseorang dengan kafir atau menyatakan musuh Allah, padahal sebenarnya tidak demikian, maka tuduhan itu akan kembali kepada dirinya * (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad Ibnu Hammabal)










إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا(48)
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (An-Nisa’:48)




وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ

فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ(217)
Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah:217)


يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ(54)
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al-Maidah:54)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama