MA’SHIYAT MENGUNDANG MUSIBAH



Oleh: Drs.Hamzah Johan Al-Batahany
Ma’asyirol muslimin rahimakumullah.
Pada pertemuan kita kali ini, saya akan membicarakan tentang “MA’SHIYAT MENGUNDANG MUSIBAH”.
Ma’shiyat adalah:”Setiap perbuatan yang mengandung dosa”.  Ada kalanya perbuatan itu mengandung dosa yang besar dan ada kalanya mengandung dosa yang kecil, sehingga ma’shiyat itu dapat  berbentuk;
Pertama disebut: “Ma’shiyat yang besar”
Kedua disebut : “ Ma’shiyat yang kecil”.
Ma’shiyat yang besar, sebagaimana yang  tercermin  pada surat Al-Jin ayat 23:
وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا(23)
Dan siapa saja yang melakukan ma’shiyat kepada  Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya
                Adapun ma’shiyat yang kecil, seperti  yang disebutkan pada hadits riwayat bukhori dan muslim dari Abi Hurairah;
بِئْسَ الطَّعَامُ طَعَامُ الْوَلِيمَةِ يُدْعَى إِلَيْهِ الْأَغْنِيَاءُ وَيُتْرَكُ الْمَسَاكِينُ فَمَنْ لَمْ يَأْتِ الدَّعْوَةَ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ *
Makanan yang buruk ialah makanan perayaan ( pesta ) yang mana undangannya hanya orang-orang kaya saja dan orang-orang miskin tidak diundang. Orang yang tidak memenuhi undangan sesungguhnya dia telah melakukan maksiat kepada Allah dan RasulNya
                Baik ma’shiyat yang besar maupun ma’shiyat yang kecil, kedua-duanya mengundang mushibah, karena apa? Karena keduanya mengandung dosa. Setiap perbuatan yang mengandung dosa akan mengundang mushibah, sebagaiman firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 49 yang berbunyi:
فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ
maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka”.

Ma’asyirol muslimin rahimakumullah.
                Rasulullah pernah menjelaskan ada lima belas perbuatan ma’shiyat yang akan mengundang mushibah itu;

قال رَسُولَُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذاَ فَعَلَتْ اُمَّتِيْ خَمْسَ عَشَرَةَ حَصْلَةً حَلَّ بِهَا الْبَلاَءُ

Bersabda Rasulullah saw : Apabila ummatku memperbuat 15  macam ma’shiyat maka mereka akan ditimpa bala (mushibah)”
1.      اِذَاكَانَ الْمَغْنَمُ دُوَلاً  (Bila kekuasaan dianggap rampasan oleh yang berkuasa)
2.      وَ الأَمَانَةُ مَغْنَمًا  ( Bila amanah dianggap jatah )
3.      والزَّكَاةُ مَغْرَمًا (Bila zakat dianggap merugikan)
4.      وَاَطَاعَ الرَّجُلُ زَوْجَتَهُ (Bila suami tunduk pada kemauan isteri)
5.       وَعَقَّ اُمَّـهُ (Bila seorang anak durhaka pada ibunya)
6.      وَبَرَّ صَدِيْـقَـهُ (Bila seorang ta’at (membeo) saja pada temannya)
7.      وَجَفَا اَبَاهُ (Bila seorang menjauh (sinis) saja kepada ayahnya)
8.      وَارْتَفَعَتِ ا لأَصْوَاتُ فِى الْمَسَجِدِ (Bila seorang membual (heboh) dalam mesjid)
9.      وَكَانَ زَعِيْمُ الْقَوْمِ اَرْذَلَهُمْ  (Pimpinan suatu kaum terdiri dari orang yang tak berbudi)
10.  وَاُكْرِمَ الْرَّجُلُ مَخَفَةَ شَرِّهِ (Dimuliakan seseorang karena ditakuti kejahatannya)
11.  وَ شُرِبَتِ الْخُمُرُ (Meraja lelanya orang yang meminum minuman keras)
12.    وَلُبِسَ الْحَرِيْرُ  (Dipakai sutra tentunya oleh si kaya (memamerkan kekayaannya)
13.   وَاتُّخِذَتِ الْقَيْنَتُ (Ditonjolkannya penari-penari wanita)
14.  وَالْمَعَازِفُ (Ditonjolkannya musik-musik ( berbau maksiat)
15.    وَلَعَنَ آخِرُ هذِهِ الْأُمَّةِ اَوَّلَهَا  ( Generasi baru mengutuk cara umat yang terdahulu (Sahabat, tabi’in)




Pertanyaan : Apakah hanya orang-orang yang berdosa saja yang akan ditimpa musibah itu ?
Jawab : Tidak , justru para nabi dan orang-orang yang sholeh lebih banyak ditimpa musibah, sebagaimana sabda rasulullah :
اَشَدُّ الْنَّاسِ بَلاَءً الأَنْبِيَآءُ ثُمَّ الصَّالِحُوْْنَ ثُمَّ الاَمْثَلُ فَالْاَمْثَلُ (الطبرانى )
Manusia yang paling banyak mendapat bala (mushibah) ialah para nabi, kemudian orang-orang yang sholih, kemudian orang yang setingkatnya
         
Bedanya;
Kalau  pendosa yang ditimpa musibah, maka itu dipandang sebagai hukuman.
Kalau para nabi dan orang-orang yang sholih yang ditimpa musibah, maka itu dipandang sebagai ujian yang akan menambah ketinggian derajatnya.
Tanda-tandanya adalah:
-          Jika pendosa menerima musibah, maka ia lupa diri dan lupa kepada Allah. Expresinya ; meratap dan putus asa, dan semakin jauh dia dari Allah. Tak mau sholat, tak mau zikir ……dsb.
-          Jika para nabi dan orang-orang yang sholih yang menerima mushibah, maka ia semakin introspeksi diri dan semakin dekat kepada Allah.
Implementasinya : Ketika ia ditimpa mushibah, spontan mengucapkan “Innalillahi….” Dan ibadahnya semakin meningkat.


--------------

Konon kabarnya di rumah rasulullah pada suatu malam lampu mati, beliau mengucapkan “Innalillahi…”
Diantara isteri beliau bertanya :”Apakah padam lampu itu juga mushibah?” Lalu nabi dalam suatu hadits menjelaskan pengertian musibah:
مَا اَصَابَ الْمُؤْمِنُ مِمَّا يَكْرَهُ فَهُوَ مُصِيْبَةٌ  (الطبرانى )َْ
  Apa saja yang menimpa seorang mukmin, tidak menyenangkan hatinya, itu disebut musibah

اُدْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ
أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama