KEAJAIBAN DOA IBU



KEAJAIBAN DOA IBU
Penyadur: Drs. Hamzah Johan

Saya kutip dari berbagai sumber;

1. Kisah Syaikhul Islam Al-Imam Abul Fatah Sulaim (tulisan Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri, MA), sebagai berikut ;

Kisah ini tentang seorang ulama besar yang dengan taufiq Allah bisa mencapai derajat sangat tinggi dalam berbagai spesialisasi ilmu agama, berkat doa sang ibunda pada masa kecilnya. Beliau adalah Syaikhul Islam Al-Imam Abul Fath Sulaim bin Ayyub Ar-Razi Asy-Syafi’i rahimahullah, salah seorang ulama abad 5 Hijriyah. Seperti banyak ulama lain generasi salaf, beliau ini dikenal sebagai ulama multi keahlian. Disamping sebagai pakar fiqih, baik dalam bidang ilmu fiqih secara umum maupun dalam bidang ilmu fiqih madzhab Syafi’i secara khusus, beliau juga termasyhur sebagai ahli ilmu Al-Qur’an, qiraat dan tafsir, ahli hadits yang tsiqah (terpercaya) , ahli bahasa, dan lain-lain.

Beliau bercerita bahwa, saat berusia sekitar 10 tahun-an, ada seorang syaikh (ulama) yang datang ke kota Ar-Rayy (terletak di wilayah Persia, dekat Teheran Iran sekarang) dimana beliau tinggal saat itu. Ketika sang Syaikh sedang mengajar dan mendiktekan ilmu kepada para murid, tiba-tiba beliau menunjuk ke arahku seraya berucap: Majulah kamu dan bacalah. Dengan rasa kaget bercampur gugup dan takut, akupun berusaha keras untuk bisa membaca surat Al-Fatihah. Namun ternyata aku tidak mampu melakukannya sama sekali. Lidahku jadi serasa kelu dan mulutku seakan terkunci.

Melihat kondisiku yang demikian, Syaikh tersebut lalu bertanya: Apakah kamu masih punya ibu? Ya, jawabku cepat dan singkat . Beliau berkata lagi: Kalau begitu pulanglah dan MINTALAH KEPADA IBUMU AGAR BELIAU MENDOAKANMU SEMOGA ALLAH MENGARUNIAKAN KEAHLIAN MEMBACA AL-QUR’AN DAN ILMU-ILMU LAIN KEPADAMU! Dan akupun menjawab singkat: Baiklah! Setelah itu aku langsung pulang menemui ibuku dan memohon doa kepada beliau. Beliaupun serta merta memenuhi permintaanku dan langsung berdoa khusus untukku. Dan saat beranjak besar, aku pergi ke kota Baghdad (yang menjadi salah satu pusat ilmu saat itu), untuk belajar ilmu bahasa Arab, ilmu fiqih, dan lain-lain.
Kemudian, setelah kurasa relatif cukup dalam menuntut ilmu, akupun kembali lagi ke kotaku Al-Rayy. Dan ketika suatu hari aku sedang berada di Masjid Jami’ untuk mengkaji kitab Mukhtashar Al-Muzani, tiba-tiba Syaikh yang menasehatiku dulu itu datang lagi, dan berucap salam kepada kami, namun beliau tidak mengenaliku. Beliau mendengar kajian kami, tapi tidak cukup memahami apa-apa yang kami diskusikan. Beliau lalu bertanya: Kapan dan bagaimana ilmu seperti ini bisa dipelajari dan didapat? Saat itu juga ingin sekali rasanya aku mengingatkan beliau akan wejangannya kepadaku kala kecil dulu dan berkata: Jika Syaikh masih punya ibu, maka pulanglah dan mintalah kepada beliau agar mendoakan Syaikh. Namun aku sungkan, sehingga tentu saja itu tidak kukatakan.

Catatan: Tidak ada keraguan bahwa, doa orang tua khususnya ibu untuk anaknya, termasuk doa yang mustajab. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Ada tiga doa yang mustajab, tanpa keraguan didalamnya: Doa orang yang terdzalimi, doa seorang musafir, dan doa orang tua untuk anaknya” (HR. At-Tirmidzi, dihasankan oleh Al-Albani). Namun perlu dipahami bahwa, itu tentu dengan syarat tidak adanya faktor-faktor penghalang lain. Seperti misalnya dosa-dosa sang anak yang belum terampunkan karena memang belum dilakukan tobat dengan taubatan nashuha darinya. Disamping bisa juga karena sikap durhaka anak atau kurang baktinya, atau sikap-sikap apapun lainnya, yang mungkin telah menyakiti hati ibu bapak sehingga sampai mengganggu atau mengurangi atau bahkan menghalangi keikhlasan dan sikap totalitas mereka saat berdoa untuk anaknya.

Nah, bagi yang masih memiliki ibu, mari mengistimewakan bakti kepada beliau disamping banyak-banyak meminta maaf kepadanya, lalu setelah itu silakan masing-masing memohon agar beliau mendoakannya secara khusus sesuai kebutuhan yang paling dihajatkannya. Dan setelah itu, tunggulah – dengan sabar, tawakkal dan husnudzan – keajaiban dan barokah pengkabulannya dari Dzat Yang Maha Menepati janji.

Sedangkan bagi yang ibundanya telah tiada , disamping senantiasa beristighfar untuk diri sendiri, maka hendaklah ia banyak melakukan amal-amal yang dibenarkan atau ditolerir atau bermanfaat untuk dilakukan bagi kebaikan dan pertambahan pahala beliau di alam barzakh atau di akherat kelak. Seperti misalnya doa untuk beliau, istighfar bagi beliau, sedekah dan semacamnya diantara amal-amal ibadah harta yang dikhususkan untuk beliau, haji dan atau umrah atas nama beliau, dan lain-lain. Dimana dengan berbagai bentuk “bakti” tersebut, diharapkan doa-doa sang bunda untuk buah hati semasa hidup yang boleh jadi dulu sempat tertahan oleh berbagai faktor penghalang dan penahan, kini bisa dikabulkan Allah untuk kebaikan dan kemaslahatan sang anak dalam hidupnya.

2. KISAH IMAM MAJIDIL HARAM

Renungan Islami
9 Juni 2012

Sumpah Seorang Ibu: Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji. Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, sontak beliau marah dan berkata, “Idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain,” Pergi kamu…! Biar kamu jadi imam di Haramain…!”
Dan SubhanAllah, kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram…!! Tahukah kalian, siapa anak kecil yang di doakan ibunya saat marah itu…??
Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.
****
Ini adalah teladan bagi para ibu, calon ibu, ataupun orang tua… hendaklah selalu mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya. Bahkan meskipun ia dalam kondisi yang marah. Karena salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anak-anaknya. Sekaligus menjadi peringatan bagi kita agar menjaga lisan dan tidak mendoakan keburukan bagi anak-anaknya. Meski dalam kondisi marah sekalipun.
“Janganlah kalian mendoakan (keburukan) untuk dirimu sendiri, begitupun untuk anak-anakmu, pembantumu, juga hartamu.
Jangan pula mendoakan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan saat dimana Allah mengabulkan doa kalian…”

3. KISAH IMAM BUKHARI

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh M Husnaini*
Namanya Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Ju’fi Al-Bukhari (196 H/810 M-256 H/870 M). Siapa saja yang belajar hadis pasti mengenal ulama bernama populer Imam Bukhari ini.

Lahir di Bukhara, Uzbekistan, dia adalah ahli hadis termasyhur sepanjang masa. Tetapi, tahukah Anda bahwa ulama yang hafal puluhan ribu hadis beserta detail sanadnya ini pernah mengalami kebutaan sewaktu kecil?

Adalah sang ibunda yang begitu sedih melihat kondisi Bukhari kecil. Ibnu Hajar dalam ‘Hadyu As-Sari’ meriwayatkan bahwa ibunda Imam Bukhari tiada henti berdoa untuk memohon kesembuhan putranya. Allah akhirnya mengabulkan doanya.

Pada suatu malam, ibunda Imam Bukhari bermimpi melihat Nabi Ibrahim yang berkata, “Hai Fulanah, sungguh Allah telah mengembalikan penglihatan putramu karena seringnya engkau berdoa.” Pagi harinya, ibunda Imam Bukhari menyaksikan bahwa penglihatan putranya telah kembali normal.

Subhanallah. Itulah keajaiban sebuah doa. Simak pula kisah yang dialami Nabi Zakaria (91 SM-1 M) sebagaimana dituturkan Al-Qur’an. Dalam usia senja, Nabi Zakaria gelisah karena belum juga dikaruniai keturunan. Kendati demikian, pantang bagi Nabi dan Rasul Allah ke-22 ini patah arang. Siang dan malam dia terus melabuhkan doa kepada Allah supaya memberinya seorang putra sebagai pewaris obor perjuangan.

“Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan telah menyala uban di kepalaku, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku. Dan sungguh aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahkanlah aku seorang putra dari sisi Engkau, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub. Dan jadikan dia, Ya Tuhanku, seorang yang diridai.” (QS Maryam: 4-6).

Ajaib. Allah menjawab doanya. Padahal, usia Nabi Zakaria saat itu sudah mencapai sembilan puluh tahun dengan kondisi istri, Hannah, yang mandul. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Setiap doa yang keluar dari ketulusan nurani dan kebersihan jiwa akan mengubah segala yang tampaknya tidak mungkin menjadi mungkin. Inilah kabar bahagia bagi kaum beriman. Apalagi Allah sendiri telah menegaskan akan mengabulkan setiap doa hamba sepanjang dia mau taat kepada-Nya.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, jawablah bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah: 186).

Memahami ayat di atas, tentu tidak alasan bagi kaum beriman untuk enggan berdoa. Jangan sampai ada anggapan bahwa peran doa sangat sedikit dalam pencapaian sebuah keberhasilan. Itulah pola pikir orang yang sombong dan tidak tahu diri. Merasa diri hebat sehingga perlu mengesampingkan campur tangan Allah dalam setiap tarikan gerak dan langkah. Termasuk pola pikir picik juga ketika orang mau berdoa tetapi minus kemantapan bahwa doanya itu akan didengar Sang Maha Penentu Keputusan.

Allah pasti mendengar setiap keluh kesah, sekalipun yang tidak pernah terucap. Tidak ada relung jiwa manusia yang tidak mampu ditembus Allah. Jarak antara Allah dan kita sangat dekat, melebihi urat leher. “Sungguh Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui segala yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS Qaf: 16).

Itulah kenapa Islam adalah agama yang sangat kaya doa. Tiada laku kehidupan Muslim yang tidak dimulai dan dipungkasi dengan doa. Menurut Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, ada dua macam doa: doa ibadah (penghambaan) dan doa masalah (permintaan). Seluruh ibadah dalam rukun Islam hakikatnya adalah doa. Karena, rangkaian gerakan dan ucapan di dalamnya berintikan permohonan rida Allah. Paketnya langsung dari nas. Kita tinggal pakai, tanpa boleh berkreasi. Lain lagi dengan doa masalah, seperti permintaan pengampunan, kebahagiaan, belas kasih, penghidupan, kesuksesan, dan semacamnya. Meskipun bacaan dari Al-Qur’an dan hadis diutamakan, tetapi kita masih boleh berkreasi dengan bahasa sendiri. Terkabulnya doa jenis ini sangat bergantung kualitas doa ibadah kita.

Masih banyak kisah keajaiban doa yang tidak mungkin dikutip semua di sini. Atau boleh jadi malah sudah Anda alami sendiri. Pastinya, tidak ada makhluk di kolong jagat ini yang bisa mengerahkan secuil daya dan upaya sekalipun, tanpa belas kasih dan uluran pertolongan Allah. Tantangan Allah sebagaimana disampaikan kepada kaum kafir Makkah sudah jelas, “Katakanlah, ‘Panggillah mereka yang kalian anggap tuhan selain Allah, niscaya mereka tidak akan memiliki kekuasaan untuk menghilangkan bahaya dari kalian dan tidak pula memindahkannya’.” (QS Al-Isra’: 56).

Alangkah lebih mulia sekiranya kita sanggup merenungkan dan mengamalkan firman Allah berikut. “Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kalian membuat kerusakan di bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sungguh rahmat Allah itu amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-A’raf: 55-56).

PENDEKATAN ILMIAH

Sering kali kita mendengar “mari kita berfikir positif” agar hidup kita lebih sukses, para pakar mengatakan selalu berbaik sangka atas semua kejadian dan peristiwa disekitar kita, lalu apa hubungannya antara berfikir positif dengan kekuatan dan pengaruh kata-kata positif “yang ajaib” untuk diri kita. ternyata ada korelasi langsung antara positif thinking atau berbaik sangka dengan dunia di sekitar kita bahkan tubuh kita.
Masaru Emoto dalam bukunya “the hidden messages in water” telah melakukan penelitian tentang bagaimana kekuatan air yang tercermin melalui kristal air dimana dia meneliti foto dari crystal air dari berbagai sumber, dan hasilnya ternyata bentuk kristal antara satu tempat dengan tempat yang lainnya tidaklah sama, bahkan beliau juga meneliti pengaruh kata terhadap nasi yang dimasukkan dalam toples dan masing-masing ditulisi kata yang berbeda. Yang satu ditulis terima kasih dan yang lainnya ditulisi kata kamu bodoh, ternyata toples yang ditulisi kata terima kasih tidak basi, sedangkan yang ditulisi kata kamu bodoh cepat basi bahkan warnanya sudah berubah menjadi kehitaman.

Penelitian juga dilakukan dengan meneliti sample-sample air di sejumlah sungai di berbagai negara antara lain di Jepang, Canada, Amerika dan negara lainnya, ternyata diperoleh hasil bahwa di tiap sungai kenampakan kristalnya berbeda-beda tergatung kualitas airnya juga, daerah yang dekat dengan mata air kristal airnya lebih bagus, hexagonal sempurna dibanding didekat pemukiman kristalnya kurang bagus tidak membentuk hexagonal yang sempuna, bahkan pernah ada peristiwa ketika ada sebuah danau yang airnya keruh dan sebelumnya diteliti dalam miskroskop elektron, tidak membentuk kristal setelah didoakan air danau berubah menjadi berkristal bagus hexagonal.

Itulah sebabnya mengapa ada korelasinya antara DOA dan kristal air. Karena 99% saat manusia memulai hidupnya sebagi janin adalah air, ketika lahir 90% adalah air dan pada usia dewasa 70% adalah air, maka sesungguhnya manusia esensi dominannya adalah air. Dengan kata lain ada korelasinya pula antara doa, kata cinta dan syukur, positif thinking dan kondisi darah kita yang akan berimbas langsung pada kondisi tubuh dan kesehatan kita. kesimpulannya ketika kita menjalani hidup penuh syukur, bahagia dan postif thinking maka kristal di darah kita juga akan semakin bagus sehingga kesehatan kita akan lebih terjaga.

Bagaimana kaitannya dengan LOA (hukum ketertarikan) atau “the law of attraction” dimana sesuai hukum LOA ada salah satu bunyi yaitu “like attract like” kemiripan akan menarik kemiripan, artinya kebaikan akan menarik kebaikan, cinta akan menarik cinta, berfikir dan marasakan syukur akan semakin manarik kebaikan datang dalam hidup kita.

“Segala sesuatu yang Anda pancarkan lewat pikiran, perasaan, citra mental, dan perkataan atau kata-kata Anda akan didatangkan kembali ke dalam kehidupan Anda, (Catherine Ponder, Dynamic Law of Prosperity).

Syukur atau terima kasih dan Cinta dalah dua kata yang mempunyai kristal paling bagus jika air diberi kata tersebut. Joe Vitale dalam bukunya the key mengungkapkan salah satu teknik ajaib untuk menghapus semua keyakinan yang membatasi. Kalimat “Aku MencintaiMu” kepada Ilahi Tuhan semesta bisa memicu penyembuhan. Menurut Dr. Hew Len, hanya berkata “Aku mencintaiMu” kepada Ilahi Tuhan semesta akan memulai proses penjernihan atau pembersihan, kata-kata tersebut akan mengusik kalbu Anda, dan kata-kata tersebut akan direspon Ilahi Tuhan semesta yang kemudian akan mengirimkan sinyal untuk membersihkan memori apapun yang menghalangi Anda untuk berada saat ini dengan kejernihan dan kesadaran penuh. Intinya adalah menyingkirkan masalah dengan mencintai dan anda melakukannya dengan terus menerus berkata “aku mencintaiMu”. Menurut Joe Vitale ada 3 pernyataan lain yang juga bisa digunakan yaitu ; “aku menyesal”, “Tolong Maafkan Aku”, dan “Terima Kasih”, sebenarnya hal ini sama seperti yang diajarkan dalam agama dalam hal ini kata “Bismillahhirohmanirrohiem” yang artinya dengan menyebut asma Allah yang maha pengasih lagi maha sayang (cinta), “Astagfirullah” yaitu mohon ampunan ke pada Allah dan “Alhamdulillahirabil Alamin” yaitu terima kasih dan syukur kepada Allah. Hal tersebut sering disebut berdzikir pada Tuhan.
Joe Vitale sudah melakukannya selama 3 tahun dan katanya hidupnya makin menakjubkan, “Saya hidup dalam kondisi yang nyaris dalam suka cita.

KESIMPULAN
Doa adalah kata-kata, kata-kata sangat mempengaruhi 99 persen air tubuh manusia, maka jika berkata, berkatalah yang baik. Apalagi kata/doa seorang ibu terhadap anaknya sangat mustajab.



Lebih baru Lebih lama