Suara Hati




SUARA HATI
Oleh Drs. Hamzah Johan

"Suara hati " pengertiannya sangat luas. Secara etimologi (bentuk bahasa ), "Suara" bermakna; bunyi, pendapat, usulan, dukungan, pernyataan. "Hati" bermakna; organ badan, tempat perasaan, pengendali emosi,.. (lihat KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia ).

Secara terminologi (istilah) ".Suara Hati" adalah;.suatu pendapat atau pernyataan yang penuh dengan hikmah dan kebenaran karena dilandasi perasaan nurani (cahaya ilahi). Suara hati adalah kata hati , pernyataan dan pendapat yang paling mendekati kebenaran karena ada hati nurani sebagai hakim pengendali yang jujur. Mulut bisa berbohong tapi hati nurani tidak dapat berdusta. Suara hati adalah ungkapan kebenaran, ungkapan yang jujur dan mandiri.

Jika kita menyuarakan sesuatu dengan suara mulut mungkin yang benar kita bilang salah begitu pula sebaliknya. Tapi jika berdasarkan suara hati, maka itulah pendapat yang jujur, karena suara hati tidak dipengaruhi rasa takut dan khawatir didengar oleh musuh. Berbeda dengan suara mulut sangat dipengaruhi oleh kepentingan dan pihak lain sehingga kata hatinya dikalahkan oleh mulutnya. Sifat seperti itu digambarkan pada ayat Ali Imran nomor 154 dengan kata yukhfu (menyembunyikan);
" Katakanlah, "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu". (Ali Imran - 3:154).

Hadits menyebut dengan istilah "Mudhghoh", segumpal darah yang bernama qalbu (hati) :

" Dan ketahuilah pada setiap tubuh ada segumpal darah yang apabila baik maka baiklah tubuh tersebut dan apabila rusak maka rusaklah tubuh tersebut. Ketahuilah, ia adalah hati". (HR. Bukhari dan Mulim).

Hadits tersebut menerangkan bahwa peranan hati sangat besar pengarunya pada jasad. Jasad bukan hanya bermakna tubuh, tapi lebih luas bermakna fisik, infrastruktur, material dan sebagainya. Oleh sebab itu Rasulullah saw memperingatkan umatnya agar menjaga hati supaya ketika bersuara menggunakaan sura hati yang sholuhat (hati yang baik dan benar). Ingatlah bahwa ketika suara hati itu dipegang oleh pejabat pemerintah maka infrastruktur negara terpelihara, tapi jika suara hati diabaikan maka sudah tentu seorang hakim memutus perkara dengan tidak adil, yang salah tertawa yang benar masuk penjara. Begitu juga dengan kehidupan berkeluarga, bertetangga, berbangsa dan bernegara diperlukan suara hati, agar tidak semena-mena terhadap orang lain.

Oleh sebab itu silahkan mengemukakan pendapat, membuat pernyataan, memutus perkara, menasehati orang lain tapi jangan asal bersuara , gunakanlah suara hati , suara kebenaran demi keselamatan dunia dan akhirat.

Wallahu a'lam.
Lebih baru Lebih lama