ETIKA POLITIK DALAM ISLAM



ETIKA POLITIK DALAM ISLAM
Oleh : Drs. HAMZAH JOHAN AL-BATAHANY

Politik pada hakikatnya adalah suatu seni mengelola kekuasaan atas sesuatu. Sesuatu itu boleh jadi pangkat, jabatan dan harta benda, sehingga politik itu meluas jadi politik pemerintahan, politik ekonomi, politik budaya dsb. Jika disimpulkan politik itu adalah upaya menguasai kedudukan, menguasai ekonomi dll.
Islam mengajarkan assiyasah (politik) yang etis. Beberapa prinsip dasar politik Islam itu adalah;

1. Tujuan Politik Islam
Tujuan politik Islam adalah mencari ridha Allah dengan menegakkan syari'at-Nya.

ﻳَﺤْﻠِﻔُﻮﻥَ ﺑِﭑﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻜُﻢْ ﻟِﻴُﺮْﺿُﻮﻛُﻢْ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُۥٓ ﺃَﺣَﻖُّ ﺃَﻥ ﻳُﺮْﺿُﻮﻩُ ﺇِﻥ ﻛَﺎﻧُﻮا۟ ﻣُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ

Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan Rasul-Nya itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin. (At-Taubah - 9:62)

ﻭَﻣِﻦَ ٱﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻦ ﻳَﺸْﺮِﻯ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ٱﺑْﺘِﻐَﺎٓءَ ﻣَﺮْﺿَﺎﺕِ ٱﻟﻠَّﻪِ ۗ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﺭَءُﻭﻑٌۢ ﺑِﭑﻟْﻌِﺒَﺎﺩِ

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (Al-Baqarah - 2:207)


ﺃَﻓَﺤُﻜْﻢَ ٱﻟْﺠَٰﻬِﻠِﻴَّﺔِ ﻳَﺒْﻐُﻮﻥَ ۚ ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﻣِﻦَ ٱﻟﻠَّﻪِ ﺣُﻜْﻤًﺎ ﻟِّﻘَﻮْﻡٍ ﻳُﻮﻗِﻨُﻮﻥَ

Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (Al-Ma'idah - 5:50)


2. Cara memperolehnya dengan etika Islam yakni;

A. Dengan cara Jujur, benar dan adil.

ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﺗَﺨَﺎﻓَﻦَّ ﻣِﻦ ﻗَﻮْﻡٍ ﺧِﻴَﺎﻧَﺔً ﻓَﭑﻧۢﺒِﺬْ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ ﻋَﻠَﻰٰ ﺳَﻮَآءٍ ۚ ﺇِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻻَ ﻳُﺤِﺐُّ ٱﻟْﺨَﺎٓﺋِﻨِﻴﻦَ

Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. (Al-Anfal - 8:58)

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻛُﻮﻧُﻮا۟ ﻗَﻮَّٰﻣِﻴﻦَ ﻟِﻠَّﻪِ ﺷُﻬَﺪَآءَ ﺑِﭑﻟْﻘِﺴْﻄِ ۖ ﻭَﻻَ ﻳَﺠْﺮِﻣَﻨَّﻜُﻢْ ﺷَﻨَـَٔﺎﻥُ ﻗَﻮْﻡٍ ﻋَﻠَﻰٰٓ ﺃَﻻَّ ﺗَﻌْﺪِﻟُﻮا۟ ۚ ٱﻋْﺪِﻟُﻮا۟ ﻫُﻮَ ﺃَﻗْﺮَﺏُ ﻟِﻠﺘَّﻘْﻮَﻯٰ ۖ ﻭَٱﺗَّﻘُﻮا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ۚ ﺇِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﺧَﺒِﻴﺮٌۢ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Ma'idah - 5:8)

B. Dilarang dengan cara black campaign

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻻَ ﻳَﺴْﺨَﺮْ ﻗَﻮْﻡٌ ﻣِّﻦ ﻗَﻮْﻡٍ ﻋَﺴَﻰٰٓ ﺃَﻥ ﻳَﻜُﻮﻧُﻮا۟ ﺧَﻴْﺮًا ﻣِّﻨْﻬُﻢْ ﻭَﻻَ ﻧِﺴَﺎٓءٌ ﻣِّﻦ ﻧِّﺴَﺎٓءٍ ﻋَﺴَﻰٰٓ ﺃَﻥ ﻳَﻜُﻦَّ ﺧَﻴْﺮًا ﻣِّﻨْﻬُﻦَّ ۖ ﻭَﻻَ ﺗَﻠْﻤِﺰُﻭٓا۟ ﺃَﻧﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﻻَ ﺗَﻨَﺎﺑَﺰُﻭا۟ ﺑِﭑﻷَْﻟْﻘَٰﺐِ ۖ ﺑِﺌْﺲَ ٱﻟِﭑﺳْﻢُ ٱﻟْﻔُﺴُﻮﻕُ ﺑَﻌْﺪَ ٱﻹِْﻳﻤَٰﻦِ ۚ ﻭَﻣَﻦ ﻟَّﻢْ ﻳَﺘُﺐْ ﻓَﺄُﻭ۟ﻟَٰٓﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ٱﻟﻆَّٰﻠِﻤُﻮﻥَ

Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. (Al-Hujurat - 49:11)

Ayat ini mengandung larangan :
1. Mengolok-olokan orang,
2. Mencela,
3. Memberi gelar buruk.

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ٱﺟْﺘَﻨِﺒُﻮا۟ ﻛَﺜِﻴﺮًا ﻣِّﻦَ ٱﻟﻆَّﻦِّ ﺇِﻥَّ ﺑَﻌْﺾَ ٱﻟﻆَّﻦِّ ﺇِﺛْﻢٌ ۖ ﻭَﻻَ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮا۟ ﻭَﻻَ ﻳَﻐْﺘَﺐ ﺑَّﻌْﻀُﻜُﻢ ﺑَﻌْﻀًﺎ ۚ ﺃَﻳُﺤِﺐُّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺃَﻥ ﻳَﺄْﻛُﻞَ ﻟَﺤْﻢَ ﺃَﺧِﻴﻪِ ﻣَﻴْﺘًﺎ ﻓَﻜَﺮِﻫْﺘُﻤُﻮﻩُ ۚ ﻭَٱﺗَّﻘُﻮا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ۚ ﺇِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﺗَﻮَّاﺏٌ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (Al-Hujurat - 49:12)

Ayat ini mengandung larangan :
1. Buruk sangka
2. Mencari-cari kesalahan orang
3. Menggunjing

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮٓا۟ ﺇِﻥ ﺟَﺎٓءَﻛُﻢْ ﻓَﺎﺳِﻖٌۢ ﺑِﻨَﺒَﺈٍ ﻓَﺘَﺒَﻴَّﻨُﻮٓا۟ ﺃَﻥ ﺗُﺼِﻴﺒُﻮا۟ ﻗَﻮْﻣًۢﺎ ﺑِﺠَﻬَٰﻠَﺔٍ ﻓَﺘُﺼْﺒِﺤُﻮا۟ ﻋَﻠَﻰٰ ﻣَﺎ ﻓَﻌَﻠْﺘُﻢْ ﻧَٰﺪِﻣِﻴﻦَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Al-Hujurat - 49:6)

Ayat ini mengandung suruhan tabayyun (memeriksa dengan teliti) setiap berita yang diterima.

KESIMPULAN :

Etika Politik Dalam Islam adalah aturan dan cara etis memperoleh kekuasaan dsb dengan tujuan mencari ridha Allah dan caranya sesuai dengan syari'at Islam yakni; jujur, benar, adil dan menjauhi black campaign / cara jahat dan kotor.


Lebih baru Lebih lama