DO'A DALAM PANDANGAN ISLAM


DO’A DALAM PANDANGAN ISLAM
Oleh: Drs. Hamzah Johan

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ(186)

Ma’asyirol muslimin rohimakumullah.
Judul ceramah pada pertemuan kita kali ini adalah “Do’a Dalam Pandangan Islam”.
Banyak orang yang menyangka, bahwa berdo’a itu hanyalah perbuatan orang-orang yang lemah, orang-orang yang dungu, orang-orang yang tidak tahu jalan-jalan mana yang harus dilaluinya untuk menghasilkan apa yang dicita-citakannya.
Dan ada pula yang menyangka, bahwa berdo’a itu adalah suatu ibadah yang enteng, kalau suka lakukanlah, kalau tak suka tak apa-apa. Mereka tidak tahu, bahwa berdo’a itu adalah suatu rangkaian ibadah yang mempunyai sangkut paut dengan kesempurnaan Iman dan Islam seseorang. Sehingga Rasulullah menyatakan: اَلدُّعَاءُ سِلاَحُ الْمُؤْمِنِ وَعِمَادُالدِّيْنِ “Do’a adalah senjata orang mukmin dan pilar agama”. Dan didalam riwayat At-Tirmdzi , Rasulullah menegaskan : اَلدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ “Do’a adalah otaknya ibadah”. Kalau diibaratkan kepada orang, maka orang yang punya otak berbeda dengan orang yang tak punya otak. Orang yang berdoa adalah seumpama orang yang punya otak, orang yang kurang berdoa adalah seumpama orang yang kurang otak, dan orang yang tak mau berdoa adalah seumpama orang yang tak punya otak.
Allah swt akan marah kepada orang yang kurang otak atau yang tidak punya otak itu, sebagaiman disebut dalam hadits qudsi : مَنْ لاَ يَدْعُوْنِى اَغْضَبُ عَلَيْهِ “Siapa yang tidak berdo’a kepada-Ku, Aku akan marah kepadanya”.
Agar Allah tidak murka kepada kita, maka banyak-banyaklah berdoa, karena kita tidak tahu do’a yang mana yang akan dikabulkan oleh Allah swt.

Ma’asyirol muslimin rohimakumullah.
Sesungguhnya do’a itu membawa banyak manfaat bagi manusia, minimal ada lima kemanfaatannya:
Menjauhkan diri dari putus asa
Senjata ampuh bagi orang mukmin
Menjadi alat untuk menolak bala dan bahaya.
Menjadi perisai (pelindung) dalam menghadapi ujian hidup
Membuat diri semakin akrab dengan Allah swt.
Kalau kita sudah akrab dengan Allah, dan Allah telah sayang kepada kita, maka hidup di dunia terasa bahagia, alam surga menjadi nyata. Dan jika Allah telah murka, maka hidup di dunia bagaikan neraka, di akhirat kelak menjadi orang yang hina dan celaka.

Ma’asyirol muslimin rohimakumullah.
Maka fahamilah, bahwa berdo’a kepada Allah itu harus punya etika, punya adab yang dibenarkan oleh Islam, minimal ada 10 hal :
Berdo’a itu harus langsung kepada Allah, tanpa menggunakan kata-kata yang mengandung wasithah ( orang ketiga yang mengetahui urusan), seperti kalimat: “Dengan berkah kramat si Anu…; dengan berkah arwah si anu…; dengan berkah si anu yang berkubur di kuburan anu… dsb. Kalimat-kalimat seperti itu sangat dilarang dalam Islam. Sifat Allah jangan disamakan dengan sifat rendah manusia. Kalau kita minta tolong kepada manusia, dengan menyebutkan atas nama orang yang diseganinya, tentu permintaan kita akan dikabulkannya. Seperti mintak tolong kepada Pak lurah: “Pak lurah, saya adik pak camat, bolehkah saya mintak tolong ? Mendengar atas nama pak Camat itu, biasanya pak Lurah luar biasa sambutannya. Karena apa ? karena Pak Lurah segan dan punya kepentingan. Tapi Allah, tidak segan kepada siapa pun. Karena semuanya ciptaan Dia, Dia Yang Maha Berkuasa, Dia yang menentukan segala sesuatunya. Kedurhakaan seseorang tidak mengurangi keagungannya dan kemuliaan seseorang tidak mempengaruhi kekuasaan-Nya. Dia tidak akan segan kepada orang yang kita anggap keramat. Kita saja yang menganggap orang itu keramat, padahal yang menentukan ketaqwaan seseorang itu adalah Allah, mulianya seseorang itu Allah yang menentukan. Boleh jadi seorang yang kita anggap mulia, ternyata hina di hadapan Allah, dan boleh jadi orang yang kita anggap hina, ternyata sangat mulia disisi Allah. Karena hina atau mulianya seseorang itu hanya Allah yang menentukan. Oleh sebab itu jangan menggunakan kalimat: “Atas berkat keramat sianu dan sianu”, karena Allah tidak segan pada si anu itu.
Mulailah do’a dengan tahmid
Menjauhkan makanan, minuman dan pakaian yang haram, baik haram zatnya, maupn haram cara mendapatkannya.
Sebaiknya menghadap kiblat
Menadahkan telapak tangan ke atas
Dengan sepenuh hati dan khidmat
Optis do’a akan dikabulkan oleh Allah
Jangan minta supaya cepat dikabulkan, atau jangan ada unsur paksaan kepada Allah
Ditutup dengan tahmid
Pilihlah waktu yang mustajab, antara lain:
Malam lailatul qadar
Dalam puasa dan berbuka
Pada hari ‘arafah
Malam jum’at
Sepertiga malam yang akhir
Sesudah shalat fardhu
Antara azan dan iqamat
Di dalam sujud
Dsb.
Ma’asyirol muslimin rohimakumullah.
Perlu kita ketahu, bahwa orang-orang yang cepat dikabulkan do’anya adalah:
Do’a orang yang sedang berpuasa
Do’a pemimpin yang adil
Do’a orang yang teraniaya (walaupun dia orang kafir)
Hadits Riwayat At-Tirmidzi menyebutkan: Rasulullah saw bersabda;
Ada tiga orang yang tidak ditolak do’a mereka: Ash-Shooimu hatta yufthira (orang yang berpuasa sampai ia berbuka), wal imaamul ‘Aadilu (imam atau pemimpin yang adil), Wa da’watu mazhluumi (Do’a orang yang dianiaya). Do’a mereka diangkat oleh Allah ke atas awan, dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, “Demi keagungan-Ku, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera”.
Do’a anak yang shaleh untuk ibu bapaknya
Do’a ibu bapak untuk anaknya

Sedangkan orang yang tertolak do’anya adalah:
Orang yang makan yang haram, minum yang haram memakai pakaian yang haram dan dibesarkan dengan harta yang haram
Hadits Riwayat Muslim menyebutkan; Rasulullah saw bersabda:
“Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak menerima yang tidak baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin, sebagaimana ia perintahkan kepada Rasul-Nya yang lalu: “Hai sekalian Rasul, makanlah yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shaleh, sesungguhnya aku maha tahu apa yang kamu amalkan” selanjutnya Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik-baik dari rezki yang Kami berikan kepadamu”.
Kemudian Rasulullah menyebut seorang laki-laki yang sudah panjang ( jauh perjalanannya, sudah kusut rambutnya dan sudah penuh debu pakainnya, sedangkan dia mendo’a, menadahkan tangannya ke langit: (dengan mengatakan) O..Tuhanku. O…Tuhanku. Padahal makanannya haram dan dicarikan dengan cara yang haram. Mana bisa lagi do’anya dikabulkan oleh Tuhan
Do’anya penuh mengandung dosa
Orang yang memutuskan hubungan silaturrahmi
Orang yang tidak patuh dan tidak beriman kepada Allah
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ(186)
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al-Baqarah :186)
Ma’asyirol muslimin rohimakumullah.
Dalam hadits riwayat ath-Thabrani disebutkan; bahwa Allah swt mengabulkan do’a seseorang dengan tiga bentuk:
(dipercepat terkabulnya baginya di dunia)

(disimpan sebagai tabungannya di akhirat)


(diganti dengan mencegahnya dari musibah atau bencana yang serupa)


Lebih baru Lebih lama