KEPEMIMPINAN RASULULLAH


MENTAULADANI KEPEMIMPINAN RASULULLAH SAW.
Oleh : Drs. Hamzah Johan

Pemimpin ibarat seorang nakhoda pada sebuah kapal. Arah kapal sangat tergantung pada nakhodanya . Nakhoda yang baik, akan selalu berusaha bagaimana agar kapal dan segenap penumpangnya bisa selamat ke pulau tujuan. Seandainya di tengah samudra. kapal diterjang oleh ombak yang besar, lalu karam, maka seorang nakhoda yang baik, pasti berusaha sekuat tenaga bahkan sampai tetesan darahnya terakhir demi menyelamatkan penumpangnya.
Sementara nakhoda yang jelek, manakala kapal hendak karam , dia buru-buru mengambil sekoci menyelamatkan dirinya dan keluarganya, sedangkan penumpang yang lainnya dia biarkan tenggelam dan mati.
Oleh sebab itulah kita harus cermat dalam memilih pemimpin, pemimpin yang bukan hanya pandai menyelamatkan dirinya sendiri dan keluarganya atau golongannya, tapi adalah pemimpin yang dapat menyelamatkan rakyatnya secara keseluruhan.

Sebagai pedoman dalam memilih pemimpin itu, ada pada diri Nabi Muhammad saw, yang bukan hanya menyelamatkan umatnya di dunia ini saja, tapi juga di akhirat kelak.

Minimal ada 3 hal yang harus kita tauladani dari kepemimpinan Rasulullah saw:

1. MEMBAWA KEBENARAN

Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran. (Al-Mu’minuun: 70)

Dulu Nabi Muhammad saw, sebelum beliau menjadi Rasul, orang kafir quraisy memuji menyanjungnya....Namun setelah beliau jadi Rasul beliau dibenci dan disakiti. Itulah resiko bagi setiap orang yang menegakkan kebenaran....Demikian pulalah nasibnya calon seorang pemimpin bangsa, kalau membawa kebenaran maka para penjahat bangsa, konglomerat hitam, tikus-tikus berdasi,para koruptor, akan membencinya dengan segala daya dan upaya untuk menjegalnya, kemudian mencari kandidat pemimpin yang diperkirakan bisa melindunginya, walau pun bermilyar-milyar uangnya terkuras untuk kampanye, yang penting setelah calonnya berhasil nanti, ia bisa KKN lagi.
Yang rugi adalah rakyat kecil. Rakyat kecil hanya dapat nasi bungkus dan kaos oblong, sementara para konglomerat hitam dan koruptor , menjadi Belanda sao matang; orang Indonesia menjadi penjajah di negrinya sendiri, dan ada yang menjadi tukang gusur tanpa keadilan, dan ada pula jadi tuan takur, penguasa tanah di atas tanah anak bangsa. Para konglomerat hitam itu menyebrang dari mana-mana, karena dipanggil ber-KKN oleh para koruptor tadi, sementara tuan rumah, tinggal jadi penonton saja . Mungkinkah itu terjadi di kota Batam ???
Seorang sahabat saya dari negri jiran pernah berkomentar:" Para Penguasa negri anda sangat memprihatinkan, rakyatnya yang cari makan sesuap pagi sesuap petang terkadang dianggap maling; dikejar-kejar, ditangkap dan digusur. Kalau penguasa di negri kami; menganggap dirinya sebagai pelayan dan rakyat sebagai raja. Sehingga kalau rakyat akan digusur, dilengkapi dahulu tempat pemindahannya. Sesalah-salahnya rakyat yang tidak becus adalah pemimpinnya.
Oleh sebab itu kita harus mencari pemimpin yang menegakkan kebenaran. Jika yang benar itu tegak , yang batil pasti lenyap:

Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (Al-Israa’: 81)

Yang batil hanya bisa lenyap kalau kita berhasil memilih pemimpin yang benar, dan yang menegakkan kebenaran itu sendiri. Sebagaimana yang telah dibuktikan oleh Rasulullah saw pada orang-orang kafir Makkah dan Madinah , mereka tunduk kepada kepemimpinan rasulullah, karena beliau memimpin atas motovasi menegakkan kebenaran, maka yang bathil pasti lenyap.

2. KEPEDULIANNYA

KEPEDULIAN ada 2 jenis :

1. Kepedulian Dunyawi ; bertujuan mencapai JABATAN dan KEKUASAAN
2. Kepedulian Ukhrawi ; bertujuan mensejahterakan dan membahagiakan umat
Jenis kepedulian ukhrawi inilah yang dimiliki oleh Rasulullah saw


Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, (1) berat terasa olehnya penderitaanmu, (2) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, (3) amat belas kasihan (4) lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min. (At-Taubah : 128 )

3. KETEGASANNYA

SIFAT TEGAS ada 3 tingkatan :

1.(Ta`kiidul Khad’iyyah) = Ketegasan yang bersifat menipu
Ketegasan ini hanya sebatas mulut...."Rasulullah saw. bersabda: ...ô†Èi åß õaŠßa áØîÜÇ æëØn
2.(Ta`kiidusy Syaakiyyah) = Ketegasan yang bersifat ragu-ragu
Ketegasan ini berada di mulut dan di hati, namun ketika ingin menerapkan kebenaran ia ragu-ragu, sehingga penegakan kebenaran dan keadilan itu tidak sanggup dia laksanakan.
3.(Ta`kiidul Haqiqi) = Ketegasan yang sebenarnya
Tegas di mulut, di hati dan berani menerapkan kebenaran itu.

-Rasulullah menyatakan;
"Jika yang mencuri itu Fathimah binti Muhammad, maka akulah yang memotong tangannya"
Hal ini sesuai dengan firman Allah:


Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu (An-Nisaa`: 135)

-Ketegasan Rasulullah ini juga diabadikan dalam Al-Qur`an;


Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka (Al-Fath: 29)
Lebih baru Lebih lama