MARHABAN YA RAMADHAN


MARHABAN YA RAMADHAN
Oleh: Drs. Hamzah Johan  Albatahany



A. PENDAHULUAN

Pada suatu hari di akhir bulan Sya’ban ,Rasulullah saw  bersabda di hadapan para sahabatnya, antara lain sabdanya:

اَتَاكُمْ رَمَضَانُ سَيِّدُ الشُّهُوْرِ فَمَرْحَبًا بِهِ وَاَهْلاً جَاءَ شَهْرُ الصِّـيَامِ بِالْبَرَكَاتِ فَاَكْرِمْ بِهِ مِنْ زَا ئِرٍ هُوَ آتٍ  ( الطبرانى)

“Sang Ramadhan datang mengunjungimu, ia adalah penghulu segala bulan. Maka ucapkanlah kepadanya SELAMAT DATANG ! Dia adalah bulan puasa yang datang membawa keberkatan, maka muliakanlah tamu yang datang itu (H.R. Thabrany)  

 Dari sabda Rasulullah saw tersebut dapat kita fahami, bahwa  bulan Ramadhan itu adalah bulan yang sangat istimewa. Dia digelar  dengan 3 gelaran, yakni:

1. Digelar sebagai Sayyidusy-Syuhuur(penghulu dari segala bulan)
2. Digelar sebagai Syahrush-Shiyaam ( bulan puasa), bulan pengendalian  diri
3. Dia digelar oleh Rasulullah sebagai Zaa-ir (tamu) yang harus dimuliakan.

Ketiga gelar tersebut menunjukkan betapa agungnya bulan Ramadhan itu. Jika kita maknai ketiga gelar tersebut dapat kita berikan ungkapan sebagai berikut:

1. Gelar yang disandang Ramadhan sebagai penghulu adalah ibarat seorang pemimpin. Dimana-mana seorang pemimpin  biasanya dihormati oleh pengikutnya. Maka Ramadhan perlu dihormati.

2. Gelar yang disandang Ramadhan sebagai Syahrush-Shiyaam (bulan puasa) atau bulan pengendalian diri, menggambarkan bahwa umat Islam adalah ummat yang dapat mengendalikan dirinya, apa lagi pada bulan Ramadhan tersebut,

3. Gelar yang disandang bulan Ramadhan sebagai Zaa-ir (tamu), menggambarkan agar setiap umat Islam harus pandai menghormati bulan Ramadhan, sebagai mana layaknya menghormati tamu yang datang ke rumah kita.

B. CARA MENYAMBUT RAMADHAN

Ramadhan sebagai bulan penghulu , bulan pengendalian diri dan sebagai tamu hendaklah kita sambut dengan cara terhormat, dengan rumus B3.  

1. B yang Pertama adalah ; BERSIH. Bersihkan rohani dan jasmani kita dari yang mengotorinya. Rohani dibersihkan dengan saling berma'af-ma'afan. Hilangkan sifat iri dan dengki. Jauhi sifat dendam. Kikis sifat angkuh, sombong, tinggi hati dan mau menang sendiri. Sedangkan jasmani dibersihkan dengan memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal kita, membersihkan mesjid dan mushalla tempat kita beribadah, dan tidak pula kalah pentingnya adalah membersihkan tubuh kita sendiri dari hadas kecil maupun dari hadas besar.

2. B yang Kedua adalah : BEBAS. Tumbuhkan prinsip pada diri kita masing-masing dengan tekad “Bebas dari larangan-larangan Agama”, seperti; merokok, makan, minum, tempat-tempat maksiat dan hal-hal yang membatalkan puasa.  Sebagai umat Islam, tidaklah pantas bila terlihat di siang hari Ramadhan merokok, makan dan minum, dan tidak pantas membuka restoran atau warung nasi di siang hari Ramadhan secara terbuka di tempat-tempat umum. Dan juga tidak layak membuka tempat-tempat maksiat atau berkeliaran di tempat-tempat maksiat tersebut baik siang mapun di malam harinya. Jika umat Islam tidak mengindahkan persoalan ini, maka bagaimana mungkin umat yang lain akan menghormati umat Islam, sementara umat Islam sendiri tidak bisa menghormati dirinya sendiri.  

3. B yang Ketiga adalah : BEKAL. Bekali diri menjalankan puasa Ramadhan. Ada 4 bekal yang harus kita siapkan, yaitu;  ILMU, IMAN ,IBADAH  dan IKHLAS.
ILMU adalah sebagai pedoman agar puasa yang dikerjakan sesuai dengan syar'atnya. Dan dengan Ilmu kita tahu mana yang halal dan mana yang haram, mana yang shah dan mana yang batal, sehingga puasa kita tidak sia-sia. Oleh sebab itu bagi yang lupa diingat kembali dengan membaca dan bertanya kepada ahlinya.
Ilmu itu sangat penting karena itu sebagai perantara (sarana) untuk bertaqwa. Dengan taqwa inilah manusia menerima kedudukan terhormat disisi Allah, dan keuntungan yang abadi. Sebagaimana dikatakan Muhammad bin Al-Hasan bin Abdullah dalam syairnya : “Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya. dia perlebihan, dan pertanda segala pujian, Jadikan hari-harimu untuk menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna.”
 Adapun IMAN adalah (ma’rifatum bil qalbi, wa qaulum bil lisani wa ‘amalum bil arkani).Keyakinan yang sungguh-sungguh, yang terpancar dari hati sanubari, terbukti dengan kata-kata dan AMAL IBADAH juga membikin baik budi pekerti. Kalau budi pekerti seseorang sudah tidak baik , seperti tidak punya malu,  maka itu pertanda imannya tidak baik. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.

لاَ اِيْمَانًا لِمَنْ لاَ حَيَا ءَ لَهُ
“Tidak ada iman bagi orang yang tidak punya malu”.

Adapun IKHLASH adalah niat berbuat karena mencari ridha Allah. Allah SWT berfirman:
“Dan tidaklah mereka itu diperintahkan melainkan supaya sama menyembah Allah, dengan tulus ikhlas menjalankan agama untuk-Nya semata-mata, berdiri lurus dan menegakkan shalat serta menunaikan zakat dan yang sedemikian itulah agama yang benar." (al-Bayyinah: 5)
Allah Ta'ala berfirman pula:
"Sama sekali tidak akan sampai kepada Allah daging-daging dan darah-darah binatang korban itu, tetapi akan sampailah padaNya ketaqwaan dan engkau sekalian." (al-Haj: 37).
Allah Ta'ala berfirman pula:
"Katakanlah - wahai Muhammad,sekalipun engkau semua sembunyikan apa-apa yang ada di dalam hatimu ataupun engkau sekalian tampakkan, pasti diketahui juga oleh Allah." (ali-lmran: 29)
Oleh sebab itu dalam ranka menyambut bulan suci Ramadhan luruskan niat agar Allah cinta dan sayang kepada kita.  Sedangkan AMAL adalah bukti dan pembuktian bahwa kita orang yang berilmu, beriman dan ikhlash. Tanpa amal, maka ilmu, iman dan ikhlas tiada berguna. Oleh sebab itu beramallah sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan ini dengan  ilmu, iman dan ikhlas, semoga kita menjadi orang yang bertaqwa.

C. TUMBUHKAN KEGEMBIRAAN

Selain itu tumbuhkan KEGEMBIRAAN datangnya Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda:

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Telah datang kepada kalian ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan. (HR. Ahmad, Nasai 2106, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
 Gembira karena Ramadhan bulan istimewa penuh ampunan, penuh berkah dan rahmat Allah SWT.
Firman Allah SWT :

ﻗُﻞْ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻓَﺒِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﻠْﻴَﻔْﺮَﺣُﻮﺍْ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﻳَﺠْﻤَﻌُﻮﻥَ

Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus [10]: 58).
Lihat bagaimana para ulama dan orang shalih sangat merindukan dan berbahagia jika Ramadhan akan datang. Ibnu Rajab Al-Hambali berkata,
“Sebagian salaf berkata, ‘Dahulu mereka (para salaf) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka dipertemukan lagi dengan Ramadhan. Kemudian mereka juga berdoa selama enam bulan agar Allah menerima (amal-amal shalih di Ramadhan yang lalu) mereka.“[ Latha’if Al-Ma’arif hal. 232]

D. KESIMPULAN

1. Gembirakan hati menyambut bulan suci Ramadhan karena membawa keuntungan yang hebat.
2. Hormati bulan suci Ramadhan agar kita menjadi terhormat.
3. Ingatlah kedatangan Ramadhan hanya sekali setahun, jangan disia-siakan. Belum tentu Ramadhan berikutnya bertemu dengan kita.
Wallahu a'lam




Catatan Khusus ;

    وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ وَ الصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ

“Bulan (Ramadhan) adalah bulan shabar, dan shabar itu pahala/ganjarannya adalah syurga”

 وَهُوَ شَهْرُ الْمُوَاسَاةِِ وَ شَهْرٌ يُزَادُ فِيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ 
Dan dia adalah bulan berkasih sayang, dan bulan yang di dalamnya ditambah rezki orang yang beriman

وَهُوَ شَهْرٌ اَوَّلُهُ رَحْمَةٌ وَ اَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَ آخِرُهُ عِتْقٌ مِّنَ النَّارِ

Bulan yang permulaannya penuh rahmat Allah, pertengahannya penuh ampunan Allah, dan akhirnya pembebasan dari siksa api neraka

اِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِحَتْ اَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَ اُغْلِقَتْ اَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَ سُلْسِلَتِ الشَّيَاطِيْنُ

Apabila masuk bulan Ramadhan, maka seluruh pintu syurga dibuka, pintu neraka dikunci, dan setan-setan dibelenggu

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

Puasa itu adalah perisai (dari segala macam penyakit dan kejahatan)

صُوْمُوْا تَصِحُّوا

Berpuasalah kamu agar kamu menjadi sehat

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ اْلأِفْطَارِ وَ فَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Bagi orang berpuasa ada dua kegembiraan, pertama disa'at berbuka, kedua disaat bertemu menghadap Tuhannya kelak  
Lebih baru Lebih lama