MENUMBUHKAN KESETIAKAWANAN SOSIAL


MENUMBUHKAN KESETIA KAWANAN SOSIAL
Oleh : Drs. Hamzah Johan


Kita hidup di dunia ini dengan rezki yang berbeda-beda, dengan jabatan yang berbeda-beda, agar kita saling membutuhkan.

Hanya saja ada sebagian orang yang apabila Allah melapangkan rezkinya, lalu ia melampaui batas

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ

Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi (Asy-Suura:27)

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَى(6)أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى(7)

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. (Al-‘Alaq:6-7)
Mereka lupa diri dan menyia-nyiakan para dhu’afa. Untuk menumbuhkan kembali rasa kepeduliannya kepada para dhu’afa , atau rasa kesetiakawanan sosialnya, maka diperlukan Rumus 3 ص , yakni :

1. ص yang Pertama : صَوْمٌ ( Puasa )

Puasa yang bikin lapar, memberikan kesadaran betapa menyedihkan nasib orang yang kelaparan
Belum sukses orang yang berpuasa jika tidak memperhatikan orang yang kelaparan (Thu’afa)

2. ص yang Kedua : صَعْبٌ ( Sulit ) Shu’uubah (kesulitan)

Banyak orang yang bernazar ketika ditimpa kesulitan: “ Jika aku lepas dari kusilatan ini, maka aku bernazar memberi uang sekian pada si miskin”.
Seorang raja yang lagi kesulitan, dia sangat kehausan di padang pasir yang sangat panas, ditanya oleh pelayannya: “Jika ada orang yang memberi air setengah gelas saat ini, apakah tuan mau memberi setengah kekayaan tuan kepada fakir miskin ? Dijawab oleh raja : Ya !!…

3. ص yang ketiga : صَحْوٌ ( Insaf)

Hartaku adalah Ujian bagi ku

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu (Ali Imran :186)

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ(28)

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (Al-Anfal:28)

-Yang kubawa ke hadapan Allah hanya amalanku

1708 حَدِيثُ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ *

1708 Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Tiga perkara yang akan mengikuti mayat dan dua daripadanya akan pulang. Hanya satu sahaja yang akan bersamanya dalam kubur. Perkara tersebut ialah: Kaum kerabat, harta benda dan amalannya. Semua kaum kerabat dan harta bendanya akan pulang, manakala yang kekal bersamanya ialah amalannya *

-Dalam Hartaku ada hak orang lain

وَءَاتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا(26)

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (Al-Isra’:26)

541 Diriwayatkan daripada Abu Zar r.a katanya: Aku menghampiri Nabi s.a.w yang sedang duduk di bawah bayangan Kaabah. Apabila melihat aku, baginda bersabda: Demi Tuhan Kaabah. Mereka tergolong dari kalangan orang-orang yang rugi. Lalu aku menghampiri baginda dan duduk di sampingnya, aku tidak duduk lama di situ lalu aku bangkit sambil bertanya: Wahai Rasulullah! Demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu! Siapakah mereka itu؟ Rasulullah s.a.w bersabda: Mereka adalah orang-orang yang paling banyak mempunyai harta kecuali orang yang berbuat begini, begini dan begini iaitu baginda memberi isyarat ke depan, ke belakang, ke kanan dan juga ke kiri. Orang yang ingin berbuat demikian adalah sangat sedikit bilangannya. Setiap pemilik unta, lembu atau kambing yang enggan mengeluarkan zakat. Pada Hari Kiamat, binatang-binatang tersebut akan datang dalam keadaan lebih besar dan lebih gemuk dari asalnya. Kesemuanya akan menanduk pemiliknya dengan tanduk-tanduk dan memijak dengan menggunakan kuku-kukunya. Setelah selesai binatang yang pertama akan diganti pula dengan yang lain dan yang pertama tadi datang kembali kepadanya, sehinggalah seluruh manusia ditentukan tempat masing-masing *

- Rezkiku hanya apa yang ku makan dan apa yang telah aku infaqkan

- Bila aku menyayangi, aku pasti disayangi
Irhamu man fil Ardhi, yarhamkum man fis-samaa’

Keinsafan yang semacam itu perlu selalu kita renungkan agar tumbuh kesetiakawanan social di dalam diri kita masing-masing.
Harta tidak pernah memberikan kepuasan bagi kita, sebagaimana sabda Rasulullah
583 Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Seandainya anak Adam mempunyai dua lembah harta tentu dia masih menginginkan yang ketiga. Padahal yang memenuhi perut anak Adam hanyalah tanah-tanah (kuburnya) dan Allah tetap menerima taubat orang yang ingin bertaubat *
Dan orang yang tamak kepada harta membuat orang semakin kerdil, sebagaimana sabda rasulullah:
582 حَدِيثُ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَهْرَمُ ابْنُ آدَمَ وَتَشِبُّ مِنْهُ اثْنَتَانِ الْحِرْصُ عَلَى الْمَالِ وَالْحِرْصُ عَلَى الْعُمُرِ *
582 Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: Anak Adam menjadi semakin tua, tetapi ada dua perkara daripadanya yang akan menjadikannya semakin muda (menjadi seperti anak-anak) yakni: Tamak kepada harta dan tamak kepada umur *
Dan kalau kita bakhil dengan harta itu, maka kelak di hari kiamat akan mencekik leher kita sendiri.
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا ءَاتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ(180)
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya (mencekik lehernya) di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Ali ‘Imraan:180)

Lebih baru Lebih lama