HUSNUL KHOTIMAH


HUSNUL KHATIMAH
Oleh : Drs. Hamzah Johan

Manusia pasti mati, ini Ketentua Baku Hidup-mati Manusia;
ِ
(كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (Qs.ali imran;185).

ﻛَﻴْﻒَ ﺗَﻜْﻔُﺮُﻭﻥَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺃَﻣْﻮَﺍﺗًﺎ ﻓَﺄَﺣْﻴَﺎﻛُﻢْ ۖ ﺛُﻢَّ ﻳُﻤِﻴﺘُﻜُﻢْ ﺛُﻢَّ ﻳُﺤْﻴِﻴﻜُﻢْ ﺛُﻢَّ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (Al-baqarah;28).

Kesimpulan kedua ayat tsb adalah manusia pasti mengalami kematian.


BENTUK KEMATIAN

Ada dua bentuk kematian, yakni Husnul Khotimah dan Su-ul Khotimah; ini tergambar dalam sebuah hadits ;

Sahl Ibnu Sa’ad As-Saidi , meriwayatkan bahwa dalam salah satu peperangan, Nabi berhadapan dengan kaum musyrikin, dan kedua pasukan bertempur, kemudian kedua pasukan kembali ke tendanya masing-masing. Diantara pasukan Muslimin ada seorang pemuda yang selalu mengikuti seorang Musyrikin yang sendirian dan menebasnya dengan pedangnya. Dikatakan, “Ya Rasulullah! Tidak seorang pun berperang dengan gagah berani kecuali si fulan.” Nabi bersabda: “Dia dari penduduk neraka.” Kemudian salah seorang diantara mereka berkata, “Aku akan mengikutinya dan bersamanya dalam setiap peperangan.” Pemuda (yang gagah berani tadi) terluka, dan ingin mengakhiri hidupnya, dia menempatkan pegangan pedangnya di atas tanah dan ujungnya ke dadanya, dan menjatuhkan dirinya di atasnya, melakukan bunuh diri. Lalu orang yang mengikutinya itu datang kepada Nabi dan berkata: “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah.” Nabi bertanya. “Apa yang terjadi?” Laki-laki itu menceritakan seluruh kejadiannya. Lalu Nabi bersabda: .
“Seorang hamba benar-benar beramal dengan amalan ahli Neraka padahal sesungguhnya dia termasuk ahli Surga, dan seseorang benar-benar beramal dengan amalan ahli Surga padahal sesungguhnya dia termasuk ahli Neraka, sesungguhnya perbuatan itu tergantung pada akhir penutupnya.”
ِانَّماَ الاَعْماَلُ بِالْخَواَتِيم
Sesungguhnya amal itu tergantung akhir penutupnya [HR. Bukhari]. (Fath al-Bari, penjelasan Shahih Bukhari 7/538-4202 hal. 538, Edisi Pertama, Dar Ar-Rayan, 1988).

Syarat Mendapatkan Husnul Khotimah;

1. Mati dalam keadaan beragama Islam;


(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QA Al-Imran [3] : 102)

2. Menyembah Allah Sampai Mati.

َواعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

hanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).”(QS. Al-hijr[15] : 99)


Tanda-Tanda Husnul Khotimah ;

Tanda-tanda tersebut, di antaranya sebagai berikut:

Pertama, mengucapkan kalimat tauhid (syahadah)

٢٧٠٩ - قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang di akhir hayatnya mengucapkan la ilaha illallah (tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah, kecuali Allah SWT), maka ia masuk surga.” (HR Abu Dawud:2709).

Kedua, dahi atau keningnya berkeringat.

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُؤْمِنُ يَمُوتُ بِعَرَقِ الْجَبِين

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang mukmin meninggal dengan mengeluarkan keringat pada keningnya". (HR Tirmizi ; 904)

Ketiga, meninggal dunia pada malam Jumat atau siang harinya.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَب

Tanda ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Umar RA. Dia mendengar bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau malamnya, melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah siksa kubur.” (HR Tirmizi ; 994).

Keempat, mati syahid.

ِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْن

bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang yang mati syahid akan diampuni segala dosa-dosanya kecuali hutang." (HR. Muslim; 3498)

قَالَ الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِيقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ الله

beliau bersabda: "Orang yangmati syahid itu ada lima; orang yang mati karena penyakit kusta, orang yang mati karena sakit perut, orang yang mati kerena tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang terbunuh di jalan Allah." (HR. Bukhari; 651)

Ada lima macam mati syahid yang disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW, yakni disebabkan wabah (al-math’un), sakit perut ( al-mabthun), karam atau tenggelam (al-ghariq), tertimpa tanah runtuh (shahibul hadm), dan syahid dalam perang di jalan Allah. (HR Bukhari dan Muslim).








Lebih baru Lebih lama