Sejarah dan Keutamaan Air Zamzam



AIR ZAMZAM

Oleh : Drs. Hamzah Johan al-Batahany



Zamzam (bahasa Arab: زمزم berarti banyak, melimpah-ruah) adalah air yang dianggap sebagai air suci oleh umat Islam.

Sejarah Air Zamzam

Sejarah menerangkan, bahwa kisah air zamzam berawal dari 4000 tahun yang lalu. Pada waktu itu keadaan masih dalam bagian gurun sahara dimana tanah gersang dan tandus, menjadi bukti bahwa tanah itu tidak pernah ada yang menghuni sebelumnya. Kemudian Nabi ibrahim AS dengan istrinya Siti Hajar dan juga ismail putranya datang untuk tinggal ditempat itu karena memenuhi perintah Allah SWT.

Suatu ketika Nabi Ibrahim harus pergi memenuhi tugas nya dalam waktu yang cukup lama, namun Siti Hajar dan Ismail kehabisan sumber makanan dan minuman. Bahkan ASI dari siti hajar juga tidak keluar. Hal ini mengakibatkan mereka berdua dalam kondisi lapar dan haus. Siti Hajar kemudian berusaha untuk mendapatkan air dengan berlari-lari kecil dari bukit Safa ke bukit Marwah seraya berdoa meminta kepada Allah mukjizat datang kepadanya. Setelah 7 kali berlari mengelilingi bukit marwah, akhirnya keajaiban itupun tiba, air keluar dengan cukup banyak dari antara kedua kaki putranya dengan kehendak Allah yang memerintahkan malaikat Jibril. Dengan hentakan ke bumi, maka terpancarlah air itu. Itulah yang dikenal dengan air zam-zam.

Setelah beberapa tahun kemudian, Nabi Ibrahim AS kembali dan langsung bersyukur kepada Allah SWT atas segala pertolonganya. Kemudian dia membangun, meninggikan kembali Baitullah dengan dibantu anaknya Ismail dan menjadikan tempat tersebut sebagai tempat ibadah kepada Allah Subhanhu Wa Ta’ala.

Sumur Zamzam

Sumur zamzam terletak 11 meter dari Ka'bah. Menurut cerita yang sahih, ia dapat menyedot air sebanyak 11-18,5 liter per detik. Sehingga, dapat menghasilkan 660 liter air permenit dan 39.600 liter perjamnya. Dari mata air ini, ada celah ke arah Hajar Aswad dengan panjang 75 cm, dengan tinggi 30 cm yang juga menghasilkan air sangat banyak. Beberapa celah mengarah kepada Shafa dan Marwa.[2] Dahulu, di atas sumur ini, ada bangunan dengan luas 8 m × 10,7 m = 88.8 m2. Tapi, bangunan ini ditiadakan untuk meluaskan tempat tawaf. Sehingga, ruang minumnya dipindahkan ke ruang bawah tanah, di bawah tempat tawaf, dengan 23 anak tangga yang dilengkapi AC. Tempat masuknya dipisah antara laki dan perempuan. Di situ, ada 350 keran air minum, yang 220 ada di sisi ruang laki-laki, dan 130 sisanya di ruang perempuan. Sumur ini dapat dilihat dari ruangan laki-laki yang dipagari dengan kaca tebal.

Nama-nama lain dari Faidah Zam-zam

Syaba'ah, artinya mengenyangkan. Setiap orang yang meminum ini pasti akan merasa kenyang.

Murwiyah, artinya penyegar. Air ini sungguh menghilangkan dahaga bagi yang meminumnya.

'Afiyah, artinya sehat. Air zamzam memang dikenal dapat menolak penyakit.

Nafi'ah, artinya bermanfaat. Air zamzam dikenal sangat bermanfaat, seperti menguatkan hati, atau menghilangkan ketakutan.

Maimunah, artinya berkah. Berkah air ini sudah sangat dirasakan banyak orang.

Barrah, artinya memiliki kebaikan. Air zamzam ini sangat baik bagi yang meminumnya untuk memeroleh keberkahan.

Madhmunah, artinya bagus. Karena, indahnya air zamzam ini, maka Allah Melarang suatu kaum dari bangsa Arab yang tinggal di sekitar sumur ini untuk bermaksiat.

Kafiyah, artinya mencukupi. Orang yang meminum ini akan merasa cukup atau puas saja.

Syifa' saqamin, artinya menyembuhkan penyakit. Karena air ini dapat dijadikan obat penyakit bagi yang meminumnya.

Mu'zhibah, artinya mencegah rasa dahaga. Rasanya antara manis atau tawar. Karena sifat inilah, air zamzam punya fadhilah/keutamaan seperti ini. Hanya saja, setelah dibawa pulang ke Indonesia, rasanya sedikit berubah.

Tha'amu Tha'min, artinya mengenyangkan. Orang yang meminum air zamzam akan merasa kenyang.

Hazmatu Jibril, artinya injakan tumit Malaikat Jibril. Sesuai dengan asal mulanya air zamzam.

Maghfurah, artinya pengampunan. Orang yang minum air zamzam, akan diampunkan dosanya.

Keutamaan air zam-zam itu antara lain :

1. Air zam-zam adalah air yang penuh keberkahan.

Air zam-zam adalah sebaik-baik air di muka bumi ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ فِيهِ طَعَامٌ مِنَ الطُّعْمِ وَشِفَاءٌ مِنَ السُّقْمِ

“Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zam-zam. Air tersebut bisa menjadi makanan yang mengenyangkan dan bisa sebagai obat penyakit."

Boleh mengambil keberkahan dari air tersebut karena hal ini telah diisyaratkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dianjurkan bagi orang yang meminum air zam-zam untuk memerciki air tersebut pada kepala, wajah dan dadanya. Sedangkan ngalap berkah dari benda-benda lainnya –seperti dari keris, keringat para Kyai dan batu ajaib-, maka seperti ini adalah ngalap berkah yang tidak berdasar karena tidak ada petunjuk dari Al Qur’an dan As Sunnah sama sekali.

2. Air zam-zam bisa menjadi makanan yang mengenyangkan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut air zam-zam,

إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ

“Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan."

3. Air zam-zam bisa menyembuhkan penyakit.

Sampai-sampai sebagian pakar fiqih menganjurkan agar berbekal dengan air zam-zam ketika pulang dari tanah suci untuk menyembuhkan orang yang sakit. Dalilnya, dulu ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah membawa pulang air zam-zam (dalam sebuah botol), lalu beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan seperti ini. Diriwayatkan dari yang lainnya, dari Abu Kuraib, terdapat tambahan,

حَمَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الأَدَاوَى وَالْقِرَبِ وَكَانَ يَصُبُّ عَلَى الْمَرْضَى وَيَسْقِيهِمْ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membawa air zam-zam dalam botol atau tempat air. Ada orang yang tertimpa sakit, kemudian beliau menyembuhkannya dengan air zam-zam.”

4. Do’a bisa terkabulkan melalui keberkahan air zam-zam

Hendaklah seseorang memperbanyak do’a ketika meminum air zam-zam. Ketika meminumnya, hendaklah ia meminta pada Allah kemaslahatan dunia dan akhiratnya. Sebagaimana hal ini terdapat dalam hadits, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

“Air zam-zam sesuai keinginan ketika meminumnya.”[Maksudnya do’a apa saja yang diucapkan ketika meminumnya adalah do’a yang mustajab]


Penelitian Terhadap Air Zam-zam

Pada tahun 1971, seorang doktor dari negeri Mesir mengatakan kepada awak media di Eropa bahwa air Zamzam itu tidak sehat untuk diminum. Asumsinya didasarkan bahwa kota Mekah itu berada di bawah garis permukaan laut. Air Zamzam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur Zamzam.

Tentu saja ini merupakan prasangka buruk yang merugikan dunia Islam. Berita ini sampai ke telinga Raja Faisal yang amat marah mendengarnya. Beliau lalu memerintahkan Menteri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidiki masalah ini, dan mengirimkan sampel air Zamzam ke Laboratorium-laboratorium di Eropa untuk dilakukan tes.

Tariq Hussain, insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, di Kota Jeddah, mendapat tugas menyelidikinya. Pada saat memulai tugasnya, Tariq belum punya gambaran, bagaimana sumur Zamzam bisa menyimpan air yang begitu banyak seperti tak ada batasnya.Hanya Sumur kecil

Ketika sampai di dalam sumur, Tariq amat tercengang ketika menyaksikan bahwa ukuran “kolam” sumur itu hanya 18 x 14 feet saja (Kira-kira 5 x 4 meter). Tak terbayang, bagaimana caranya sumur sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya. Dan itu berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu, sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur. Dia minta asistennya masuk ke dalam air. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci. Lalu dia menyuruh asistennya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan atau saluran pipa di dalamnya. Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ternyata tidak ditemukan apapun!.

Dia berpikir, mungkin saja air sumur ini disupplai dari luar melalui saluran pompa berkekuatan besar. Bila seperti itu kejadiannya, maka dia bisa melihat turun-naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Tetapi dugaan inipun tak terbukti. Tak ditemukan gerakan air yang mencurigakan, juga tak ditemukan ada alat yang bisa mendatangkan air dalam jumlah besar.

Selanjutnya, dia meminta asistennya masuk lagi ke dalam sumur. Lalu menyuruh berdiri, dan diam di tempat sambil mengamati sekelilingnya. Perhatikan dengan sangat cermat, dan laporkan apa yang terjadi, sekecil apapun. Setelah melakukan proses ini dengan cermat, asistennya tiba-tiba mengacungkan kedua tangannya sambil berteriak, “Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar sumur”.

Lalu asistennya diminta berputar mengelilingi sumur ketika tiba saat pemompaan air (untuk dialirkan ke tempat pendistribusian air) berlangsung. Dia merasakan bahwa air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya seperti sebelum periode pemompaan. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil, tak ada guncangan yang besar

Seusai pengamatan itu, Tariq mengirimkan sampel air ke beberapa laboratorium di Eropa dan sebagian ke laboratorium di Saudi. Dan sebelum meninggalkan Ka’bah, dia berpesan kepada petugas di Mekah untuk menyelidiki keadaan sumur lainnya di sekitar Ka’bah.

Sesampainya di kantornya di Jeddah, dia mendapat laporan bahwa sumur-sumur lain di sekitar Mekah dalam keadaan kering. Jadi hanya sumur Zamzam yang penuh air. Allahu Akbar. Jika Allah menghendaki, apapun bisa terjadi.

Air Zam-zam Mengandung zat Anti Kuman

Hasil penelitian sampel air di Eropa dan Saudi Arabia menunjukkan bahwa air Zamzam mengandung zat flourida yang punya daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Lalu perbedaan air Zamzam dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah dan Arab sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium.

Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air zamzam. Itu mungkin sebabnya air zamzam membuat efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan. Tambahan lagi, hasil laboratorium Eropa menunjukkan bahwa zamzam layak untuk diminum, sehat untuk diminum. Ini otomatis menjawab prasangka buruk doktor di awal tulisan tadi.

Komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil

Selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. “Rasanya” selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun. Tak pernah ada yang komplain. Dan Air zamzam ini tak pernah dicampur bahan kimia apapun seperti layaknya air PAM kita. Murni air sehat.

Sumur air zamzam tak pernah ditumbuhi lumut

Padahal di seluruh dunia sumur itu selalu ditumbuhi lumut dan tumbuhan mikroorganisme.

Bisa Menyembuhkan Penyakit


Beberapa Riwayat

Diriwayatkan dalam Sahih Muslim, Nabi bertanya kepada Abu Dzarr, yang telah tinggal selama 30 hari siang malam di sekitar Ka’bah tanpa makan-minum, selain Zamzam. “Siapa yang telah memberimu makan?” “Saya tidak punya apa-apa kecuali air Zamzam ini, tapi saya bisa gemuk dengan adanya gumpalan lemak di perutku” Abu Dzarr menjelaskan, “Saya juga tidak merasa lelah atau lemah karena lapar, dan tak menjadi kurus”. Tambah Abu Dzarr. Lalu Nabi saw menjelaskan: ”Sesungguhnya, Zamzam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi”.

Nabi saw menambahkan: “Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

Rasulullah saw pernah mengambil air zamzam dalam sebuah kendi dan tempat air dari kulit, kemudian membawanya kembali ke Madinah. Air zamzam itu digunakan Rasulullah saw untuk memerciki orang sakit dan kemudian disuruh meminumnya. Itu sebabnya saat ini banyak jamaah yang membawa air zamzam untuk diberikan kepada keluarga dan kerabatnya di Tanah air.

Ibnul-Qayyim rahimahullahu 'alaih berkata, "Aku dan selain diriku telah megalami perkara yang ajaib tatkala berobat dengan air zamzam. Dengan izin Allah, aku telah sembuh dari beberapa penyakit yang menimpaku. Aku juga menyaksikan seseorang yang telah menjadikan air zamzam sebagai makanan selama beberapa hari, sekitar setengah bulan atau lebih. Ia tidak mendapatkan rasa lapar, ia melaksanakan thawaf sebagaimana manusia yang lain. Ia telah memberitahukan kepadaku bahwa, ia terkadang seperti itu selama empat puluh hari. Ia juga mempunyai kekuatan untuk berjima', berpuasa, dan melaksanakan tawaf."[5]

Ibnul Qayyim melanjutkan, "Ketika berada di Mekkah, aku mengalami sakit dan tidak ada tabib dan obat (yang dapat menyembuhkannya). Akupun mengobatinya dengan meminum air zamzam dan membacakan atasnya berulangkali (dengan al Fatihah), kemudian aku meminumnya. Aku mendapatkan kesembuhan yang sempurna. Akupun menjadikannya untuk bersandar ketika mengalami rasa sakit, aku benar-benar banyak mengambil manfaat darinya."

Testimoni

Yusria Abdel-Rahman Haraz dari negeri Arab, mengatakan bahwa ia terserang penyakit “bisul” di matanya. Sakitnya bukan main, tak bisa disembuhkan dengan obat. Dia hampir mendekati buta. Seorang dokter terkenal menasehati dia untuk diinjeksi dengan obat khusus, yang mungkin bisa menyembuhkan sakitnya. Tapi ternyata ada efek sampingannnya yang bisa membuat dia buta selamanya.

Yusria sangat yakin akan kemurahan Allah. Dia lalu pergi melaksanakan umrah dan memohon kepada Allah menyembuhkan penyakitnya. Di Baitullah dia melakukan tawaf, yang saat itu tak terlalu padat dengan manusia. Dia lalu bisa tinggal lebih lama di lokasi air zamzam. Dia manfaatkan untuk terus membasuh kedua matanya yang sakit. Ketika dia kembali ke hotel, aneh, kedua matanya yang sakit menjadi sembuh, dan bisulnya berangsur hilang.

Kejadian ini membuktikan ucapan Rasulullah saw di atas:” Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya.

Berapa Juta Liter air zamzam?

Berapa banyak air zam-zam yang di “kuras” setiap musim haji? Mari kita hitung secara sederhana. Jamaah haji yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia pada setiap musim haji berjumlah sekitar dua juta orang. Semua jemaah diberi 5 liter air zamzam ketika pulang nanti ke tanah airnya. Kalau 2 juta orang membawa pulang masing-masing 5 liter zamzam ke negaranya, itu saja sudah 10 juta liter. Disamping itu selama di Mekah, kalau saja jamaah rata-rata tinggal 25 hari, dan setiap orang menghabiskan 1 liter sehari, maka totalnya sudah 50 juta liter. Ini hanya gambaran saja, betapa luar biasanya air zamzam ini dikonsumsi manusia, tanpa pernah kering!

Itulah salah satu keanehannya. Puluhan juta liter air bisa keluar dari sumur di Mekah ini yang letaknya di tengah padang pasir yang kering. Daerah gurun yang hujannya saja cuma 2 kali setahun. Dan air itu keluar dari sumur air yang hanya seukuran sekitar 5 x 4 meter sedalam 40 meter. (Dilansir dari tabloid haji)



KAIFIAT ATAU ADAB MINUMNYA :

1.. Membaca "Bismillahir rohmanir rohim".
2.. Menghadap qiblat sebelum berdiri.
3.. Satu kali minum tiga kali nafas.
4.. Sampai kenyang.
5.. Setelah selesai maka memuji Kepada Alloh Ta'ala.
6.. Kita sebutkan dan niatkan akan segala hajat kita "Min Umurid dun yaa wal akhiroh".

Dan bacalah ini do'anya :

"Allohumma inni as aluka 'ilman naa fi'an warizqon waa si'an wasyifa'an min kulli da'in wasaqomin ya arhamar rohimin"

Dan bacalah do'a-do'a lainnya.



PERHATIAN :

Air Zamzam terpancar padanya tiga mata air :

1.. Dari jurusan Shofa.

2.. Jurusan Marwah.

3.. Jurusan Hajarul Ashwad.

Maka yang dari jurusan Hajarul Ashwad itu langsung dari Air Kausar. (sungai di Syorga).

Ahli-ahli ilmu telah meluaskan huraian mereka mengenai dengan hadis di atas. Al-Munawa Rahimahullah Ta'ala telah berkata: "Air Zam zam ialah penghulu segala air, paling mulia, paling berharga dan paling disukai. Allah Ta'ala telah memberi minum dan menolong putera kekasihnya, Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim Alaihissalam dengan air Zamzam. Maka begitulah pertolongan yang seperti itu juga boleh diperolehi oleh orang-orang yang selepas baginda, iaitu bagi sesiapa sahaja yang meminumnya dengan niat ikhlas, termasuk juga kita. Ramai para ulama telah meminumnya kerana sesuatu hajat, dan mereka itu berhasil memperolehinya."

Disebut oleh pengarang kitab 'al-'Aqdus Sameen, 'bahawa Ahmad bin Abdillah Asy-Syarifee, seorang khadam di Tanah Haram Mekah telah meminum air Zamzam dengan niat dan tujuan untuk berubat daripada buta. Lalu (dengan izin Allah) beliau itu sembuh. Menurut pengarang kitab ini lagi, bahawa kejadian ini dikhabarkan sendiri olch gurunya, al-Fufti Abdul Rahman bin Abil Khair alFasi.

Berkata al-lmam an-Nawawi Rahimahullah sebagai mengulas hadis di atas: "Maknanya, barangsiapa yang mnum kerana sesuatu hajat, nescaya memperolehi hajatnya itu, Hal ini, telah dicuba oleh para ulama dan orang-orang saleh bagi segala hajat mereka, sama ada hajat akhirat mahupun hajat dunia, dan Alhamdulillah, semuanya telah memperolehinya." (Lihat Tahzibul Asma Wal~Lughat 3/139).

Al- 'Allamah lbnul Qayyim al-Jauziah Rahimahullah pula berkata: "Saya dan juga orang-orang lain sudahpun mencuba berubat dengan air Zamzam. Saya telah berubat dengannya dalam banyak penyakit, dan sembuh dengan izin Allah. Demikian juga saya sudah menyaksikan orang yang menggantikan makanan biasa dengan air Zamzam hampir setengah bulan atau lebih , tetapi tidak merasa lapar. Bahkan dia juga tawaf bersama orang ramai, mampu menggauli isterinya dan berpuasa."

Menambah lagi al-'Allamah: "Telah berlaku kepada diri saya sewaktu di Mekah, saya jatuh sakit, dan pada masa itu benar-benar ketiadaan ubat dan doktor. Maka saya pun berubat sendiri dengan al-Fatihah. Saya ambil air Zamzam, dan saya bacakan di atasnya berulang kali, kemudian saya minum, lalu saya mendapati kesembuhan yang sempurna. Semenjak itu saya melakukannya atas banyak penyakit dan semuanya memberi sebesar-besar manfaat." (Lihat Zadul Ma'ad 4/718)

Berkata pula AI-Hakim: "Bahawa Abu Bakar Muhammad bin Jaafar telah bercerita tentang diri lbnu Khuzaimah(lbnu Khuzaimah ialah seorang ilmuan besar), katanya: "Saya telah mendengar orang bertanya kepada lbnu Khuzaimah: "Dari manakah tuan memperolehi ilmu? " Menjawab lbnu Khuzaimah: "(Bukankah) Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallain pernah bersabda: " Air Zamzam itu diminum mengikut apa yang diniatkan? "" (Lihat Sairul A'Iam anNubala14/370).

AI-Jalal as-Suyuti juga turut menceritakan tentang dirinya, katanya: "Dengan memuji Allah Ta'ala, saya sudah musafir ke negeri-negeri Syam, Hijaz, Yaman, India dan Maghribi. Apabila saya menunaikan haji, saya telah minum air Zamzam bagi beberapa perkara yang berikut, antaranya:

◦Agar saya sampai (mahir) dalam ilmu fiqeh sehingga mencapai mertabat Asy-Syeikh Sirajuddin al-Bulqini.

◦Dalam ilmu hadis sehingga saya mencapai mertabat al-Hafiz lbnu Hajar.

Adapun semua ini saya sebutkan demi mengingati nikmat Allah Ta'ala ke atas diri saya, bukannya untuk bermegah-megah. Kerana apalah yang ada untuk dimegahkan didunia ini, sedang saat kembali semakin dekat dan ubanpun mulai subur." (Lihat Husnul Muhadharah 1/215 dan 2/296).

Jika diperhatikan dengan sehalus-halusnya keterangan di atas, maka nyatalah yang amat mustahak itu ialah niat dan keimanan yang seikhlas-ikhlasnya untuk mengiringi perbuatan minum itu. Tidak memadai setakat minum semata-mata tanpa niat dan tanpa yakin terhadap iradat dan kudrat Allah yang menunaikan hajat kita. Kerana itu minum yang kosong daripada niat dan keyakinan mungkin sahaja tidak mendatangkan hasil, sesuai dengan maksud dan tujuan hadis yang disebutkan di atas.

ADAB MEMINUMNYA

Terdapat beberapa adab atau peraturan bagaimana meminum air Zamzam itu, antaranya:

Daripada Abdullah bin Abi Mulaikah, katanya: Seorang laki-laki telah datang menemui lbnu Abbas. Lalu bertanya lbnu Abbas: "Tuan datang dari mana?" Lelaki itu menjawab: "Saya baru lepas minum air Zamzam".Tanya lbnu Abbas lagi: "Adakah tuan minum itu mengikut cara yang sepatutnya'?" Lelaki itu tidak menjawab, sebaliknya bertanya pula kepada lbnu Abbas: "Bagaimanakah carariya wahai lbnu Abbas?" Maka lbnu Abbas pun menjelaskan: "Apabila minum air Zamzam hendaklah menghadap kiblat, sebutkan nama Allah (baca Bismillah) dan bernafas di luar bijana ,kemudian baru teguk lagi,dan (sesudah selesai minum) ucapkan pujian kepada Allah (baca Alhamdulillah). Sesungguhnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ada bersabda: "Perbezaan diantara kita dan orang ramai (kaum munafik) ialah bahawa mereka itu tidak suka meneguk (minum) air zamzam." (Hadis riwayat Addara Qutni dan lbnu Majah).

Daripada 'Ikramah meriwayatkan, bahawa adalah lbnu Abbas Radhiallahu Anhuma apabila minum air Zamzam beliau berdoa (ertinya) : "Ya Allah ya Tuhanku! Aku bermohon kepadaMu supaya dikurniakan ilmu yang memberi manfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan daripada segala penyakit." (Diriwayatkan oleh ad-Dara Qutni dan lbnu Majah).
Lebih baru Lebih lama