Cerita Lucu Ramadhan

Cerita Lucu Ramadhan

1. Berbuka Jam 6

Pada suatu hari di bulan ramadhan, ada seorang anak tidak sabar menunggu adzan maghrib dan mengeluh pada bapaknya.
Anak : “Bapak, maghribnya jam berapa sich?”
Bapak : “Jam 6, sabar dong” Jawab bapaknya dengan santai.
Anak : “Kok dari tadi masih jam 3 terus”
Bapak : “Emang knp?”
Anak : “Kan pengen cepet buka puasa pak…, apa kita putar aja jamnya biar jam 6?”
Bapak : “Ya udah…”
Anak : “Asyikkk…” Kata anak itu dan segera memutar jarum jam sampe ke angka 6.
Anak : “Pak…udah jam 6 tuh, buka puasa yok…”
Bapak : “Lho… itukan baru jam di kamar. Di ruang tamu, di ruang tengah, di kamar bapak, dan di dapur belum.”
Anak : “Oh…gitu ya pak, harus jam 6 semuanya?” Respon anak itu manggut-manggut, lalu berlari dan memutar semua jam di rumahnya.
Anak : “Bapak udah semua…” Teriaknya girang.
Bapak : “Jam tetangga-tetangga dan masjid udah?”
Anak : “Lho…kok sampe jam tetangga dan masjid juga??”
Bapak : “Ya iyalah….kan harus jam 6 semuanya, baru bisa buka puasa”
Anak : “Ya….capek dhe, mending nunggu aja, ketimbang mesti capek-capek muter jarum jam kecamatan.”

2. Suami isteri Bertengkar

Telat Sahur Suatu hari di bulan puasa, sepasang suami istri bertengkar hebat, kemudian mereka tidak bertegur sapa. Sang suami khawatir tidak bisa bangun untuk makan sahur. Sebab selama ini istrinya yang selalu setia membangunkan dan menyiapkan makan sahur. Karena bingung, kepada siapa dia akan minta dibangunkan untuk sahur. Mau menegur istrinya duluan, itu tidak mungkin dia lakukan, gengsi dan harga diri serta hatinya lagi sewot bukan kepalang. Akhirnya, sang suami memutuskan untuk menulis sebuah pesan pada selembar kertas. “Dik, tolong bangunkan aku pukul tiga untuk makan sahur” begitu bunyi pesan singkat yang dia tulis dan letakkan di atas meja. Tapi apa mau dikata, ketika terjaga, sang suami melihat jam ternyata sudah pukul 5 pagi dan iqamat subuh baru terdengar dari Mesjid sebelah rumah. “Waduh… nggak sahur dong. Kenapa bini ane nggak bangunin ane ya…”. gerutunya dalam hati. Di atas meja tempat ia meninggalkan pesan tadi malam, ia mendapati secarik kertas berisi pesan balasan dari sang istri. “Mas, bangun. Mas, bangun. Mas, bangun….. katanya minta dibangunin. Ini sudah pukul tiga tiga puluh menit, sebentar lagi imsak lho. Saya sudah mbangunin sampai empat kali lho… tuh makanan juga sudah siap”. begitu bunyi pesannya.

3. Ternyata orang Gila

Cerita lucu ini berawal ketika menjelang Isya beberapa warga bergegas ke masjid untuk azan, belum lagi sampai masjid terlihat seorang pemuda dengan tampang klimis dan dihiasi jenggot menyapu di lantai masjid. Azan dimulai jamaahpun berdatangan dan siap mendirikan shalat Isya. Sang pemuda yang tadi menyapu segera saja mendapat tempat terhormat di shaf terdepan, alasanya karena dia datang lebih awal dari jamaah yang lain. Penghargaan warga kampung terhadap sang pemuda tidak berhenti sampai disitu, meskipun mereka tidak begitu mengenal sang pemuda karena bukan warga kampung tersebut tetapi sikapnya yang kalem dan kelihatan khusuk membuat warga tak ragu meminta sang pemuda menjadi Imam shalat.Disinilah cerita lucunya dimulai. Shalat dimulai Takbir, tidak ada masalah aman2 saja , Baca Alfatihah lancar , no problem setelah bacaan Al fatihah selesai dan jamaah menyambut dengan "amiiiiin" tiba2 sang imam berkomentar keras " wuihh kompak baaaanget" jamaah yang berjumlah puluhan oran tersebut terkaget2 dan sontak menghentikan sholat mereka memandangi sang imam yang masih cengar cengir dari belakang tiba2 terdengar suara " ooo itu pemuda kampung sebelah , dia memang kena gangguan jiwa, durung mari tiba'e ( ternyata belum sembuh) " gemuruh tawa jamaahpun memecah, dan sang imampun segera di evakuasi pulang. He2 ati2 makanya sama orang yang belum kenal:)


4. Beda orang puasa dengan yang tak puasa dari Betisnya.


Bodro: Gimana Caranya,Me mbedakan Org Yang Puasa.. Sama Org Yang Ngga Puasa..??? Bejo: Dari Gaya Jalannya.. Bodro:Bukan.!! Bejo: Dari,Perut nya.. Kalo Gede,Berar ti Ngga Puasa..!! Bodro: Salah.. Bejo: Hmm..Kalo Yg Puasa, Meludah Terus.. Bodro: Haha Salah..!! Bejo:Gima na Dunk..?? Bodro: Dari BETIS,nya, ,Tau.. Bejo: Kok, Bisa.. ?? Bodro: Karena,Org Yang,Ngga Puasa.. Kalo Makan Diwarteg.. Cuma Keliatan. Betisnya Doank..!!H ehehe


5. Lomba Memanah

Saat itu bulan Ramadhan dan nasrudin sedang puasa.Timur Lenk ingin juga mempermalukan Nasrudin. Karena Nasrudin cerdas dan cerdik, ia tidak mau mengambil resiko beradu pikiran. Maka diundangnya Nasrudin ke tengah-tengah prajuritnya. Dunia prajurit, dunia otot dan ketangkasan.

“Ayo Nasrudin,” kata Timur Lenk, “Di hadapan para prajuritku, tunjukkanlah kemampuanmu memanah. Panahlah sekali saja. Kalau panahmu dapat mengenai sasaran, hadiah besar menantimu. Tapi kalau gagal, engkau harus merangkak jalan pulang ke rumahmu.”

Nasrudin terpaksa mengambil busur dan tempat anak panah. Dengan memantapkan hati, ia membidik sasaran, dan mulai memanah. Panah melesat jauh dari sasaran. Segera setelah itu, Nasrudin berteriak, “Demikianlah gaya tuan wazir memanah.”

Segera dicabutnya sebuah anak panah lagi. Ia membidik dan memanah lagi. Masih juga panah meleset dari sasaran. Nasrudin berteriak lagi, “Demikianlah gaya tuan walikota memanah.”

Nasrudin segera mencabut sebuah anak panah lagi. Ia membidik dan memanah lagi. Kebetulan kali ini panahnya menyentuh sasaran. Nasrudin pun berteriak lagi, “Dan yang ini adalah gaya Nasrudin memanah. Untuk itu kita tunggu hadiah dari Paduka Raja.”

Sambil menahan tawa, Timur Lenk menyerahkan hadiah Nasrudin.

6. Lomba Mimpi

Cerita Lucu Abu Nawas Berlomba Mimpi Pada Bulan Ramadhan
Pada siang di bulan Ramadan, Abunawas didatangi oleh dua orang temannya yang tidak berpuasa. Mereka bersekongkol untuk ngerjai Abu Nawas.
Tibalah mereka di depan pintu rumah Abu Nawas. Setelah mengucapkan salam, tanpa basa basi lagi mereka mengajak Abu Nawas ngabuburit (mengisi waktu untuk menunggi berbuka puasa.

Sampailah mereka di warung nasi, dan teman-temannya membeli nasi untuk dibungkus. Abu Nawas mengira kalau teman-temannya sangat menghormati orang yang berpuasa meski mereka tidak puasa karena temannya tidak makan di warung tersebut, namun di bawa pulang.

Waktu Berbuka Puasa.
Setelah itu, mereka pergi meninggalkan warung tersebut dan sampailah di rumah salah satu temannya. Begitu tiba berbuka puasa, Abu Nawas berkata,
"Wah, sudah waktunya berbuka."
"Minum saja dulu biar batal puasamu," kata temannya.
Abu Nawas pun segera minum dan selanjutnya menunggu. Teman mereka bilang,
"Silahkan shalat dulu, nanti ketinggalan shalat maghrib," kata salah satu temannya.

Abu Nawas pun kemudian mengambil air wudhu dan menjalankan shalat maghrib. Namun apa yang terjadi, setelah shalat maghrib pun Abu Nawas belum bisa makan nasi karena temannya menyuruh agar mengaji Al Qur'an terlebih dahulu.

"Mengajilah Al Qur'an terlebih dahulu, mumpung perutmu masih kosong. Nanti kalau sudah kenyang kamu mengantuk," kata teman Abu Nawas.

Abu Nawas merasa jengkel, seakan dikerjai oleh teman-temannya. Meski begitu Abu Nawas nurut dan mengaji Al Qur'an.

Setelah mengaji, Abu Nawas malah diajak lomba tidur. Siapa yang mimpinya paling indah maka dia berhak menyantap makanan.

"Abu Nawas, sekarang mari kita lomba tidur, esok pagi siapa yang mimpinya paling indah dia bisa makan makanan ini," kata salah seorang temannya.

Lomba Mimpi Indah.

Abu Nawas mulai sadar kalau dirinya dikerjai teman-temannya. Lomba tidur tersebut disanggupi oleh Abu Nawas dengan perasaan marah.
Pada esok paginya, mereka bertiga bangun. Salah satu temannya bercerita, "Aku semalam mimpi indah sekali, mimpi punya mobil mewah, rumah mewah, pesawat pribadi dan punya uang banyak sekali."
"Mimpimu indah, tapi egois sekali," kata teman yang satunya.

Kemudian teman yang satunya lagi mencerikan mimpinya.

"Aku semalam bermimpi bahwa negeriku ini tidak punya hutang, infrastrukturnya bagus sekali, jalan-jalan yang mulus, pelabuhan-pelabuhan lancar, ongkos transportasi murah, rakyat sejahtera hingga aku tidak bertemu orang yang berhak menerima zakat." "Wah, mimpimu hebat," kata temannya.

"Sekarang coba ceritakan mimpimu wahai Abu Nawas."

Abu Nawas bercerita,

"Mimpiku biasa saja. Semalam aku bermimpi bertemu Nabi Daud as, Nabi yang gemar berpuasa. Beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari begitu terus tiap waktu. Kemudian Nabi Daud as bertanya,
"Apakah engkau sudah berbuka wahai Abu Nawas?"
Saya jawab belum, kata Abu Nawas.
Kemudian Nabi Daud as menyuruh aku berbuka puasa dahulu. Kontan saja aku cekatan bangun, mengambil makanan yang sudah kalian belikan."

Mimpi Abu Nawas sangat disesali oelh kedua temannya. Mereka kalah cerdik dengan akal Abu Nawas. Niat untuk ngerjai, eh malah dikerjai Abu Nawas.

7. Request Adzan Maghrib

Request Pendengar Radio di Bulan Puasa
Seorang pendengar Radio ABCD sedang terlibat percakapan via telepon dengan sang penyiar sekitar pada pukul 16.04 sore:

Pendengar : “Hallo radio ABCD?”

Penyiar : “Betul, dengan siapa niiiy?”

Pendengar : “Dengan Anggi.. Boleh request gak?”

Penyiar : “Boleh… Anggi mau request apa?”

Pendengar : “Tolong puterin Adzan Magrib dong!!”

Penyiar : “!!!!????”


8. Kalimat-kalimat Lucu

- Sebuah hasil survei : Hasil survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga survei independen Indonesia menyatakan bahwa Teh yang paling disukai selama bulan Puasa adalah : 0,33 % suka Teh Celup,0,57% suka Teh Poci, 1,25% suka Teh Botol, 97,15% suka Teh Ha Er….

Dikutip bukan dari ayat dan bukan pula dari hadits:

- "Barangsiapa di kala berbuka ia masih bekerja, niscaya ia tergolong dalam golongan orang-orang yang lembur " ( HR Department)

- "Sesungguhnya hukumnya sunnah dan berpahala jika  seseorang berbuka dengan kurma. Dan sesungguhnya akan datanglah siksaan baginya jika tertelan bijinya " (HR.)

- "Barangsiapa yang apabila sudah berbuka puasa dia masih di jalan, maka dia terkena macet " (HR Rasuna Said)

- "Barangsiapa yang di bulan Ramadhan tidak dapat menahan dirinya berbelanja sebelum waktu THR tiba, sesungguhnya mereka itu termasuk di dalam golongan orang-orang yang mampu." (Kyai Al-Tajirr)

- "Barangsiapa yang tidak tidur malam hari pada saat bulan puasa tetapi tidak melakukan apa-apa, maka begadang tidaklah ada gunanya " (HR. Irama/ Haji Roma Irama)
Lebih baru Lebih lama