Energi Al-Qur'an Perspektif Baca

Energi Al-Qur'an Perspektif Baca
Oleh: Drs. Hamzah Johan

A. Pendahuluan

Energi Al-Qur'an Perspektif Baca adalah tenaga dorong atau gerak ketika ia dibaca. Minimal terkait dengan 4 hal, yakni; Maw'izhoh, Syifa', Huda dan Rahmat, sebagaimana terkandung dalam ayat 57 surat Yunus;

يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ(57)

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Yunus:57)

B. Energi-Energi Al-Qur'an

1. Energi Maw'izhoh ( مَوْعِظَةٌ)
2. Energi Syifa' ( شِفَاءٌ)
3. Energi Huda ( هُدًى)
4. Energi Rahmat ( رَحْمَةٌ)

Penjelasan masing-masingnya sbb;

1. Energi Maw'izhoh ( مَوْعِظَةٌ)

Ketika Al-Qur'an dibaca maka menghasilkan maw'izhoh (pelajaran). Studi pengalaman menunjukkan orang tua yang suka membacakan al-Qur'an dihadapan anak-anaknya, kelak anak-anak tersebut menjadi cerdas dan rajin dalam belajar.

2. Energi Syifa' ( شِفَاءٌ)

Jika jiwa seseorang sakit (iri, dengki, sombong, dll), maka ketika membaca al-Qur'an, jiwa tersebut akan sembuh dari penyakitnya dan menjadi tenang.
Contoh ketika di hati kita ada rasa iri melihat tetangga beli mobil, cobalah segera membaca al-Qur'an, maka spontan iri tersebut akan sirna.
Atau ketika suami bandel bertingkah kesetanan, coba yasinkan dia, insya Allah ada perubahan. Yang selama ini kebiasaan kita membacakan hal-hal duniawi untuk suami, seperti kredit macet, hutang baju dsb sehingga dada suami menjadi sesak dan gelisah, maka obatnya bacakan al-Qur'an.

3. Energi Huda ( هُدًى)

Huda ada 2 macam yakni; Huda dalam bentuk Syari'ah/aturan dan Huda dalam bentuk Hidayah. Dapat diumpamakan seperti rel kereta api dengan lokomotifnya. Rel tersebut sebagai aturan hidup dan lokomotifnya sebagai penggerak (hidayah) menuju ridha Allah.
Ada orang yang mendapat huda itu secara sempurna dan ada pula yang sebagian saja dengan uraian sbb;

1. Ada yang hanya mendapat Huda Syari'ah (aturan), yakni mengerti dan faham isi kandungan al-Qur'an, tapi tak punya lokomotif (hidayah) untuk menggerakkannya, sehingga aturan Allah tahu tapi membaca dan mengamalkan al-Qur'an tak sanggup. Orang semacam ini seumpama punya rel tapi lokomotifnya mati, dia tak sampai tujuan.

2. Ada pula yang punya rel dan lokomotif tapi lokomotifnya sering macet, maka lokomotifnya harus diservice, minyak (energi) nya harus dijaga dengan membaca dan mengamalkan al-Qur'an. Orang semacam ini bakal sampai menuju keridhaan Allah.

3.  Ada yang tak punya rel dan lokomotifnya mati, tak tahu syari'at tak berusaha menggerakan lokomotifnya, lokomotifnya dibiarkan tak berminyak dan tak mau diservice. Orang seperti ini jauh dari al-Qur'an dan bakal mendapat murka Allah.

Agar rel dan lokomotif itu diperoleh dengan sempurna maka jadikan al-Qur'an itu sebagai sumber aturan hidup dan selalu dibaca agar hidayah Allah semakin bertambah sehingga tujuan tercapai.

4. Energi Rahmat ( رَحْمَةٌ)

Rahmat itu adalah pemberian atau kasih Allah secara umum, seperti air, udara dan kesehatan. Telah ditemukan terapi kesehatan dengan energi (membaca) al-Qur'an. Dirutinkan membacanya setiap sesudah waktu shalat dan setiap hati sedang gelisah, menghafal, menterjemah dan memahami tafsirnya, insya Allah badan sehat, mata cerah (banyak yang sembuh dari plus minus), wajah berseri-seri.


C. Kesimpulan

Energi al-Qur'an sangat luar biasa membawa keuntungan bagi manusia dengan membacanya secara rutin, menjadikannya sebagai aturan hidup dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan ini.




Lebih baru Lebih lama