PUISI-PUISI ISLAMI Hamzah Johan

TETESAN AIR MATA
Karya: Hamzah Johan
Di belahan bumi ini banyak saudara-saudaraku menderita
Yang tak punya rumah, tidur di bawah kolong jembatan.
Yang papa, menjadi pengemis jalanan.
Yang fakir, tiap hari kelaparan.
Yang miskin, tak sanggup menyekolahkan anaknya
Yang kuat membiarkan dhu’afa terlunta-lunta
Yang berkuasa berlaku sewenang-wenang
Melihat kenyataan ini
Air mataku menetes membasahi pipi
Hatiku pun bertambah sedih
Ketika kulihat diriku  berlumuran dosa
Dosaku pada  ayah dan ibu
Dosaku pada sesama
Dosaku pada  Ilahi
Air mataku pun menetes, menyesali semuanya
Mungkinkahkah tetesan air mata ini berguna?
Ataukah hanya sia-sia belaka?
Wahai air mata
Meneteslah karena Allah
Menjadi saksi di yaumil hisab
Sebagai air mata keimanan.


7 Agustus 2004

PAHLAWANKU
Karya : Hamzah Johan
Pahlawanku
Kau ukir sejara di bumi persada
Dengan tinta darah dan keberanian
Mengusir bangsa penjajah untuk Indonesia merdeka
Pahlawanku
Kau tentu banyak berharap
Agar kemerdekaan yang kau perjuangkan dapat dinikmati sesama anak bangsa
Sebagai buah tanganmu yang tak terlupakan
Pahlawanku
Perjuanganmu mengusir bangsa penjajah tiada sia-sia
Mereka ketakutan dan lari terbirit-birit
Akan tetapi penjajah kini berubah wajah
Mereka kelihatan lembut tapi berhati srigala
Mereka bertebaran di setiap pulau negeri ini
Mereka tiada malu mencemari kemerdekaan
Pahlawanku
Kami akan warisi semangat juangmu
Akan mengusir tiap penjajah dan pengkhianat
Tak perduli bangsa sendiri atau bangsa asing
Setiap penjajah harus hapus di muka bumi pertiwi
Pahlawanku
Terima kasih atas jasa-jasamu
Semoga Allah meridhoimu.
Batam, 15 Agustus 2004

M A W A S    D I R I
Karya : Hamzah Johan
Telah lama kita berjalan
Menapak jalan berliku
Terkadang kita tiada mawas diri
Hingga kerikil-kerikil kecil membuat kita terjatuh
Sering pula kita temui persimpangan jalan di penghujung langkah
Satu persimpangan seakan sulit ditempuh
Padahal sesudahnya ada jalan yang terang
Satu persimpangan lagi nampak datar dan terasa aman
Ternyata didepannya ada jurang yang dalam
Namun kita lebih suka menempuhnya
Hingga kita terperosok menjadi korban kelalain
Kita sering menjadi tak mawas diri
Ketika tipuan nafsu mengalahkan nurani
Ketika harapan mengalahkan kemampuan
Ketika kejahatan dianggap kekuatan
Ketika musuh-musuh menang memperdaya 
Sebaiknya kita mawas diri
Karena berjubel musuh mengintai di setiap lorong kehidupan 
Mereka merayu, memfitnah, bahkan menghancurkan.
Namun semua tiada berarti
Asalkan kita mawas diri.



Batam, 30 Agustus 2004 M
             13 R a j a b 1425 H.  




KEMERDEKAAN ABADI
Karya : Hamzah Johan
Setiap saat kita dijajah
Tak pernah berhenti
Dari satu penjajah ke penjajah yang lain
Lepas dari penjajahan Belanda dan Jepang
Muncul penjajah berdasi
Memporakporandakan negri ini, demi keuntungan pribadi.
Belum sempat kita bernafas lega
Bangsa setan  pun datang bersama iblis
Menggoda merayu manusia
Agar saling gusar, gusur dan geser.
Dan belum sempat pula kita berfikir panjang
Bangsa virus pun menyerang menggerogoti
Hingga penyakit mengganggu ketenangan
Disa’at yang bersamaan
Bandar-bandar judi , wanita dan narkoba
Meracuni fikiran  generasi penerus perjuangan
Hingga peradaban berubah menjadi tak bermoral
Tak `kan pernah ada di bumi ini kemerdekaan abadi
Kecuali kita dapat menempati alam surga milik ilahi
Tempat kembali insan yang berbudi pekerti
Karena mengabdi dengan setulus hati.
Batam, 21 Agustus 2004
ISRA’ DAN MI’RAJ
Karya: Hamzah Johan
Perjalanan Sang Rasul yang sangat mena’ jubkan
Di zaman hitam Arab jahiliyyah
Di sa’at para pendengki memusuhinya
Di sa’at musibah timpa menimpa
Di sa’at malam yang gelap gulita
Malam Isra’ dan Mi’raj
Malam itu Allah memperlihatkan kebesaran-Nya
Muhammad diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga ke langit
Menerima perintah sholat
Ibadah yang amat istimewa
Isra’ dan Mi’raj
Hanya secuil keajaiban dari keajaiban dunia
Tiada perlu kita herankan
Jika Allah yang berkehendak
Dari yang tiada bisa ada
Peristiwa Isra’ dan Mi’raj
Menambah ketaqwaan  bagi yang beriman
Menambah kekafiran bagi Si pendurhaka

Batam, 21 Rajab 1425 H / 7 September 2004





MENGHITUNG NI’MAT
Karya: Hamzah Johan
Cobalah menghitung ni’mat Tuhan
Dari yang tersurat hingga yang tersirat
Dari yang terlihat hingga yang teringat
Tiada cukup waktu setahun merenungkannya
Tiada sanggup akal mengungkap semuanya
Cobalah menghitung ni’mat Tuhan
Agar si kaya tak ‘kan merasa kaya
Agar si miskin tak ‘kan merasa miskin
Tataplah diri sendiri dan segala yang diberi
Tataplah dunia dan segala karunia
Ni’mat Tuhan yang manakah yang kita dustai ?
Harta, tahta dan segala benda
Semua yang kita miliki  adalah  ni’mat Tuhan kepada kita
Tetapi ni’mat di atas segala ni’mat
Adalah rasa ketenangan dan kebahagiaan
Lalu, ni’mat Tuhan yang manakah lagi yang kita dustai ?
Kita semua telah diberi ni’mat supaya akur
Hanya saja, kebanyakan kita kurang pandai bersyukur.
Batam, 8 Sep. 2004/ 23 Rajab 1425
HATIKU SHOLATKU
Karya: Hamzah Johan
Hatiku, kenapa hatiku ?
Selalu lalai mengingat ilahi
Tiada jua menyadari
Bahwa diri akan kembali
Hatiku , kenapa hatiku ?
Ketika di hadapan seorang raja
Hatiku penuh harap dan takut
Tapi ketika di hadapan Allah, disaat sholat
Hatiku hilang ditelan dunia
Hatiku
Ttunduklah dalam sholatku
Takutlah kepada Allah Yang Maha Melihat
Jangan kau berpaling dan lengah
Kau akan merana dan menderita
Wahai hatiku
Menyatulah dalam sholatku
Agar aku khusyu’ menyembah Tuhan-ku
Dan wahai sholatku
Tolonglah hatiku
Agar tenang jiwaku dan tentram hidupku
Batam, 14 Sep. 2004
SYA’BAN  MENYONGSONG RAMADHAN
Karya : Hamzah Johan
Bulan Sya’ban selalu dinanti
Bulan pematri  cahaya di hati
Tak kan gelap hati dikala hati para insan pada mati
Tapi terang benderang bila malam pertengahan Sya’ban dihidupi
Sya’ban bulan pembersih sanubari
Penghapus noda-noda hitam di hati
Yang berbulan-bulan ternodai
Oleh nafsu syahwat dan birahi
Sya’ban pembasuh wajah buruk nurani
Menyongsong Ramadhan yang mendekati
Jika hati di Sya’ban tak dihiasi
Bakal di Ramadhan tak kan terkendali
Sya’ban menyongsong Ramadhan
Perlakukanlah dia sebagai bulan persiapan
Bulan penata hati
Menuju Ramadhan bulan yang suci
Batam, 20 Sep.2004


T   A   U   B   A   T
Karya : Hamzah Johan
Nabiku tak pernah berdosa
Dia ma’shum, tanpa dosa
Tapi dia setiap hari seratus kali bertaubat
Sedangkan aku tiada hari tanpa dosa
Tak kunjung punya rasa penyesalan
Bahkan aku bangga bergelimang dosa-dosa
Dosaku telah menutupi  hatiku
Hingga aku lupa bahwa aku akan mati
Padahal  ku  lihat sendiri
Kematian tak kenal umur tak kenal waktu
Terkadang Izrail mencabut nyawa secara tiba-tiba tanpa kompromi.
Haruskah ku tunggu sa’at nyawa di krongkongan?
Atau ku tunggu saat tua dan sakit-sakitan?
Atau kunanti kiamat datang, lalu aku taubat?
Begitukah maunya hatiku?
Tidak !
Ini tak akan ku biarkan
Memang aku tahu selama ini
Hatiku lemah dikuasai  nafsu jahatku
Tapi mulai hari ini
Detik ini
Aku harus bertaubat
Aku tidak akan putus asa
Karena aku tahu
Bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat
Batam, 27 Sep. 2004







MARHABAN YA RAMADHAN
Karya : Hamzah Johan
Sebelas bulan  engkau pergi
Membiarkan aku lama menanti
Hari-hari terasa sunyi
Seakan kau tiada kembali
Ramadhan pujaan hatiku
Kini kau hadir di hadapanku
Hilang lelah hilang menunggu
Berganti suka terobati rindu
Marhaban ya Ramadhan
Kusambut mesra penuh harapan
Semoga Allah memberikan ampunan
Pada diriku yang penuh dosa dan kesalahan
Wahai saudaraku muslim beriman
Mari agungkan bulan suci Ramadhan
Dengan memperbanyak berbagai amalan
Agar kita menjadi hamba yang pilihan .
18 Sya’ban 1425 H / 03 Oktober 2004


AMPUNILAH AKU YA ALLAH
Karya : Hamzah Johan
Ya Allah
Jika Engkau panggil aku hari ini
Tak ada amalanku
Yang dapat ku banggakan pada-Mu
Terkadang aku merasa malu sendiri
Engkau telah banyak memberi
Sementara aku tak banyak mensyukuri
Padahal hamba-Mu bukan diriku saja
Berjuta-juta makhluk yang sujud kepada-Mu dan memuja
Mereka setiap saat bersyukur, berfikir dan  berzikir
Sedangkan aku sering tergelincir, kikir, mungkir, seperti kafir
Ya Allah
Jangan Kau biarkan aku terjauh dari-Mu
Jangan biarkan aku bergelimang dosa
Sebanyak apa pun dosa yang telah ku perbuat
Ampunilah aku ya Allah
Aku tahu, Engkau takkan miskin walau pun aku masuk ke syurga-Mu
Dan aku tahu, Engkau Maha Pengampun  lagi Maha Penyayang
Batam, 3 Ramadhan 1425 / 17 Oktober 2004
RAHMAT ILAHI
Karya : Hamzah Johan
Melalui perenungan ku yang panjang
Tersingkap tabir rahasia alam
Bukan amalan menjadi jaminan
Tapi rahmat Ilahi lah yang menentukan
Aku salah selama ini
Aku menganggap
bahwa amalan-amalan itulah yang akan memasukkan aku ke syorga
Dan menganggap diriku suci dengan banyak amalan
Sehingga terlintas di benakku
Bahwa orang-orang seperti akulah yang berhak menghuni syorga
Sementara orang lain yang tidak mau beramal seperti aku
Ku anggap penghuni kerak neraka
Aku sangat keterlaluan
Tapi kini ku sadari
Ternyata amalan-amalan itu
Hanya sekedar menyatakan ; kesungguhan seorang hamba menyembah Allah
Dan menjadi pernyataan ; sebagai seorang yang pandai bersyukur
Dengan demikian
Allah akan mencurahkan rahmat-Nya
Dengan rahmat itulah
Manusia selamat di dunia dan di akhirat



NUZULUL QUR’AN
Karya : Hamzah Johan
Malam itu
Tujuh belas Ramadhan
Malam yang sangat mendebarkan.
Pintu langit terbuka
Jibril turun ke alam dunia
Berjumpa Muhammad yang sedang bertahannuts dalam gua Hiro`.
Muhammad menggigil ketakutan
Jibril berkata : “ اقْرَأْ , Baca wahai Muhammad !”
مَا أَنَا بِقَارِئٍ , Saya tidak pandai membaca .
Jibril memeluknya, agar hilang rasa takutnya
Kemudian  dia lepaskan dan berkata lagi: “ اقْرَأْ , Baca wahai Muhammad !”
مَا أَنَا بِقَارِئٍ , Saya tidak pandai membaca .
Jibril memeluk kedua kalinya, agar hilang rasa takutnya
Kemudian  dia lepaskan dan berkata lagi: “ اقْرَأْ , Baca wahai Muhammad !”
مَا أَنَا بِقَارِئٍ , Saya tidak pandai membaca .
Jibril memeluk yang ketiga kalinya, agar hilang rasa takutnya.
Kemudian Jibril membaca:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Babak baru wahyu Allah telah dimulai.
Para makhluk  bergembira menyambut khidmat.
Dunia mendapat cahaya, yang selama ini gelap gulita oleh penyembah berhala.
Selanjutnya , hari demi hari Muhammad  terus membaca
Wahyu demi wahyu terus dia terima.
Hingga berakhir 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Al-Qur’an  kalam yang penuh mukjizat
Pedoman hidup yang paling tepat
Siapa yang berpegang kepadanya akan selamat
Siapa yang menjauh akan tersesat.
Batam, 25 Oktober 2004 / 12 Rmd 1425
Y A T I M    P I A T U
Karya : Hamzah Johan
Sejak kecil ayah dan ibumu telah tiada
Kau hidup terlunta-lunta penuh nestapa
Mengharungi hidup di alam yang fana
Duka lara setiap hari kau derita
Kau makan di atas belas kasihan orang
Terkadang cukup tapi sering berkurang
Badanmu kurus tinggal tulang
Menangisi nasib dirimu yang malang
Ketika datang hari raya
Anak-anak orang kaya bersuka ria
Berbaju baru bersepatu baru
Dengan uang jajan beratus ribu
Sedangkan kau hanya tersipu
Menahan sedih hati yang kelu
Teringat  wajah ayah dan ibu
Disaat takbiran yang menambah pilu
Yatim piatu tegarkan hatimu
Siapkan bekal masa depanmu
Jika hari ini kau terhina
Di hari esok kau harus tertawa
Wahai saudaraku yang berharta
Bantulah yatim piatu yang sengsara
Jika mereka kita biarkan merana
Kita digelar pendusta agama



Batam, 26 Oktober 2004 / 12 Ramadhan 1425







LAILATUL QADAR
Karya : Hamzah Johan
Lailatul qadar , malam seribu bulan
Orang yang beribadah malam itu
Mendapatkan pahala lebih baik dari 83 tahun 4 bulan
Orang yang berbuat maksiat malam itu
Memperoleh dosa lebih besar dari 83 tahu 4 bulan.
Lailatul qadar, malam seribu bulan
Rasul telah memberikan tanda-tanda
Suasana malam itu akan sunyi
Langit nampak bersih
Udara tenang
Penglihatan terasa cerah
Suhu tiada panas tiada pula dingin
Seperti diteduhi cahaya bulan
Tiada dibolehkan meteor dilemparkan pada syetan malam itu sampai pagi
Lagi pula malam itu, Allah swt melarang syetan-syetan muncul
Dan paginya matahari terbit, yang sinarnya tiada panas, ia seperti cahaya purnama
Lailatul qadar, malam seribu bulan
Jibril dan para malaikat turun ke dunia
Mereka berdo’a untuk yang beribadah malam itu
Hingga terbitnya fajar
Lailatul qadar, malam seribu bulan
Malam dambaan setiap insan beriman
Berjaga-jaga di malam-malam ganjil 10 akhir Ramadhan
Semoga kita semua sama-sama memperoleh keberkatan.







Batam, 1 November 2004 / 18 Ramadhan  1425







SAUDARAKU PARA DHU’AFA
Karya: Hamzah Johan
Saudaraku Para Dhu’afa
Sengaja aku datang berjumpa
Melihat dukamu lara
Yang telah lama kau derita
Tiada tega hatiku membiarkanmu
Hidup dalam kehampaan
Hidup yang serba kekurangan
Hidup miskin yang membelenggu
Ku lihat anak-anakmu matanya cekung
Badannya kurus ,sering bermenung
Sering tak makan, sering sakit-sakitan
Masa depan mereka diambang kegelapan
Ya Allah
Jangan biarkan mereka merana
Jangan biarkan hatiku lalai menyantuni mereka yang terlunta-lunta
Jangan biarkan diriku kikir dengan harta benda
Aku takut digelar sebagai manusia pendusta agama
Yang menyia-nyiakan anak-anak yatim
Yang tiada acuh pada fakir miskin
Wahai saudaraku Para Dhu’afa
Terimalah pemberianku ini
Sebagai tanda syukurku pada ilahi
Dan do’akanlah aku pada robbul ‘izzati
Agar aku dapat memberi lagi
Tabahkan hatimu menjalankan hidup ini
Perbanyak bersujud pada ilahi
Kita semua sedang diuji
Tak lama lagi kita semua akan kembali


Batam, 05 November 2004  / 22 Ramadhan 1425



ZAKAT FITHRAH DAN FAKIR MISKIN
Karya : Hamzah Johan
Tiap-tiap diri wajib dizakati
Sekali setahun di penghujung Ramadhan
Sangat berguna bagi manusia
Sebagai tanda ingin kembali suci
Zakat Fithrah penghibur hati fakir miskin
Disaat hari raya tiba ikut bergembira
Menikmati kemenangan bersama
Setelah sebulan menghadang nafsu durjana
Zakat Fithrah  pembersih bagi orang yang berpuasa
Pemberi makan bagi fakir miskin
Yang mampu tak kan mau
Mengambil bagian dari rezki seperti itu
Kecuali orang-orang yang hatinya miskin
Dia tak mau perduli
Yang penting baginya harus ikut menikmati.
Zakat Fitrah bukan sekedar mencukupi makan satu hari raya bagi fakir miskin
Hakikatnya dapat menyenangkan hati mereka.
Dapat juga membeli pakaian baru, bersepatu baru
Bersuka cita di hari raya penuh bahagia
Saudaraku , bapak, ibu, handai tolan
Berikanlah Zakat Fithrah itu bagi fakir miskin
Jika Amil Zakat ingin mengambil haknya pula
Maka ambillah sekedar ongkos partisipasi
Dalam bentuk administrasi ,transportasi, dan distribusi
Ingatlah
Memakan Zakat Fithrah tak akan membawa berkah bagi kaum yang mampu.






Batam , 9 Novemeber 2004 / 26 Ramadhan 1425


HALAL BIL HALAL
Karya: Hamzah Johan

Ketika bulan Syawal  tiba
Suasana jadi ceria dan bahagia
Kita bersama-sama berhari raya
Momen silaturrahmi dan berma’afan
Mewujudkan halal bil halal.
Halal bil halal
Adalah halal dibalas dengan halal
Atau halal timbul karena halal
Silaturrahmi dibalas dengan silaturrahmi
Maaf dibalas dengan maaf
Suci dibalas dengan suci
Bagi orang yang berhati suci
Orang-orang yang hatinya telah dibersihkan dengan puasa
Maaf bukan hanya sekedar di mulut
Silaturrahmi bukan sekedar berkunjung rumah ke rumah
Tapi maaf dan silaturrahmi itu menambah keakraban
Halal bil halal
Menambah kebeningan hati
Jika tetangga tak sempat berkunjung ke rumah kita
Jangan membuat kita bermuka masam dan berpaling
Lalu menjadikannya musuh
Itu pertanda hati kita belum bening
Puasa kita belum berhasil
Halal bil halal
Menjadikan silaturrahmi dan maaf terasa indah
Kesombongan , kebencian, dan kedengkian menjadi sirna.



Batam, 16 November 2004 / 3 Syawwal 1425







MUSLIM  KAFFAH
Karya: Hamzah Johan

Muslim kaffah
Bukanlah orang yang tiada salah dan dosa
Bukan orang yang tiada cela
Tapi orang yang tahu menempatkan dirinya sebagai hamba Allah
Mencari ridha Allah sebagai tujuan hidupnya
Mengabdi kepada Allah sebagai tugas hidupnya
Menjadi khalifah di muka bumi sebagai peranan hidupnya
Berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah menjadi pedoman hidupnya
Muhammad saw menjadikannya tauladan dan idola hidupnya
Orang-orang mukmin menjadi teman pilihan dalam hidupnya
Menjadikan Syetan dan pengikutnya sebagai musuh dalam hidupnya
Setiap saat membekali hidupnya dengan amal shaleh
Maka dialah Muslim yang kaffah




Batam, 22 November 2004


















MENENUN IBADAH
Karya: Hamzah Johan
Menenun ibadah
Ibarat benang ku tenun menjadi kain
Helai demi helai benang kususun
Sedikit demi sedikit lembaran mulai terbentuk
Lama jua waktuku
Hingga ku hasilkan sehelai kain
Begitulah dengan ibadahku
Shalatku bagaikan sehelai benang
Puasaku bagaikan sehelai benang
Zakatku bagaikan sehelai benang
Dzikirku bagaikan sehelai benang
Amalan-amalan lain bagaikan benang-benang yang banyak
Kemudian ku tenun menjadi sehelai kain
Hingga jadilah ia menjadi pakaian taqwa
Aku tak mau tenunan ibadahku percuma
Aku tak mau seperti Sa’idah al-Asadiyah
Perempuan gila mengepang rambutnya
Setiap hampir selesai dikepang diurainya kembali
Berulangkali dia lakukan seperti itu
Tak pernah selesai, tak pernah berhenti
Pekerjaannya menjadi sia-sia.
Ya Allah
Berikanlah kekuatan dalam jiwaku
Teguhi hatiku
Semangati hidupku
Agar terpelihara ibadah yang telah kutenun
Agar terjaga iman dan taqwaku
Agar ibadahku tiada sia-sia.





Batam,  30 November 2004

A   I   D   A
Karya : Hamzah Johan

AIDA
Istilah manajemen penjualan
Merupakan singkatan kata-kata
Attention, Interest, Decision dan Action
Yang bermakna ; perhatian, minat, pengambilan keputusan dan tindakan
AIDA
Konsep yang mengajarkan seseorang untuk  pro active
Jika digunakan dalam berda’wah, maka tak ada kata “Tunggu”
Tunggu datang perhatian mereka
Tunggu datang minat mereka
Tunggu ada keputusan mereka memilih kebenaran
Tunggu ada tindakan mereka bertaubat
Menunggu seperti itu tak ‘kan efektif
Akan tetapi segera hari ini, jam ini bahkan detik ini
Pikat perhatian manusia dengan cara manis
Tumbuhkan minat manusia dengan cara maw’izhoh
Arahkan keputusan manusia dengan cara hikmah
Agar manusia bertindak kembali kepada jalan Allah.
AIDA
Konsep yang menjadikan kita sebagai salesman da’wah
Menggunakan kecerdasan, kecekatan dan kegigihan
Tak mengenal lelah
Tak kan menyerah
Demi tegaknya kalimatullah

Batam, 07 Desember 2004










HAJI   YANG MABRUR
Karya : Hamzah Johan


Mengunjungi baitullah menunaikan haji
Tak semua orang mampu
Tak sedikit biayanya
Banyak pengorbananya
Tapi kita rela, demi mendapatkan haji yang mabrur
Siapa bilang haji yang mabrur tak kan diperoleh manusia ?
Siapa bilang haji yang mabrur itu sulit mendapatkannya ?
Haji yang mabrur itu paling mudah mendapatkannya
Asalkan kita memenuhi rukun dan syaratnya
Tidak rafats dan fasiq
Dan baik akhlak kita sesudahnya
Haji yang mabrur
Haji yang diterima oleh Allah
Balasannya adalah syurga

Batam, 21 Desember 2004








M U S I B A H
Karya: Hamzah Johan
Tak seorang manusia pun yang sunyi dari musibah
Selagi hidup tetap diuji dengan berbagai cobaan
Ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, dan kematian
Tiada yang dapat menolak jika Allah telah tetapkan
Setuju atau tidak, kita harus menjalaninya.
Musibah
Mungkin sebagai isyarat
Agar kita menyadari diri
Betapa lemahnya manusia
Tiada yang sempurna kecuali Allah
Musibah
Mungkin juga sebagai hukuman
Balasan atau  kutukan
Akibat  dari perbuatan maksiat
Karena lupa kepada Allah
Bersiap-siagalah
Bahwa sewaktu-waktu musibah akan datang
Boleh jadi secara tiba-tiba
Alangkah sesalnya diri, ketika musibah datang tanpa bekal
Maka berbekallah
Sebaik-baik bekal adalah taqwa

Batam. 27 Desember 2004




TAWAKKALTU ‘ALALLOH
Karya : Hamzah Johan
Tawakkaltu ‘alalloh
Aku berserah diri kepada-Mu ya Allah
Sungguh sangat terbatas kemampuanku
Tak sanggup ku wujudkan segala kehendakku
Ketika gelombang tsunami datang menimpa
Banyak korban berjatuhan
Rumah hanyut porak poranda
Harta benda ludes ditelan bumi
Ku lihat orang kaya mendadak jadi pengemis
Banyak isteri jadi janda dan suami menjadi duda
Anak-anak menjadi yatim piatu
Mayat bergelimpangan
Ratap dan tangis menambah pilu
Ingin ku genggam dunia
Ingin ku robah segalanya
Kan ku buat seperti tak pernah terjadi
Agar dunia tak banjir air mata
Tapi
Aku hanya manusia
Tak punya kuasa
Jadi
Aku harus punya prinsip
Tawakkaltu ‘alalloh
Aku berserah diri kepada keputusan-Mu ya Allah
Ajalku keputusan-Mu
Rezkiku keputusan-Mu
Musibahku keputusan-Mu
Yang terbaik
Aku harus berserah diri kepada-Mu
Agar fikiranku tenang
Jiwaku tentram
Batam, 3 Januari 2004






B E R Q U R B A N
Karya : Hamzah Johan
Terukir dalam sejarah kemanusiaan
Ibrahim dengan ikhlas
Menjadikan Ismail sebagai qurban
Namun seketika itu Allah menggantikannya dengan hewan
Hingga hari ini, bahkan sampai akhir zaman
Hanya hewanlah dijadikan qurban.
Berqurban bukan hanya sekedar menyembelih binatang
Tapi lebih utama menyembelih sifat kebinatangan yang ada pada manusia.
Ketika kambing yang rakus kita sembelih
Sembelih pula sifat rakus yang ada pada diri kita
Ketika unta yang sombong dengan besar badannya kita sembelih
Sembelih pula sifat sombong yang ada pada diri kita
Ketika menyembelih sapi yang selalu mengunyah seperti hubbud dunya
Sembelih  pula sifat hubbud dunya yang ada pada kita
Dan ketika binatang-binatang itu dengan ikhlas dijadikan qurban
Maka berqurban pulalah kita dengan ikhlas
Berqurban mengajarkan manusia rela berkorban
Mengorbankan waktu
Mengorbankan harta
Mengorbankan kepentingan pribadi
Bahkan mengorbankan nyawa
Demi mendekatkan diri kepada Allah
Bukan daging dan darah qurban itu yang sampai kepada Allah
Tapi ketaqwaan kitalah yang dinilai
Maka berqurbanlah demi ketaqwaan kepada Allah
Batam, 11 Januari 2004




I’TIBAR PERISTIWA PENGORBANAN
Karya : Hamzah Johan
Tersurat  dalam kitab suci Al-Qur’an
Tentang  Nabi Ibrahim dan Ismail
Tatkala Ismail sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim,
Ibrahim berkata:
 "Wahai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.
Maka fikirkanlah apa pendapatmu!"
Ismail menjawab: "Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu;
insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar".
Ibrahim membaringkan Ismail, dan penyembelihan segera dimulai
Tetapi setelah nyata kesabaran dan keta’atan Ibrahim dan Ismail
Allah swt menggantikannya dengan seekor hewan qurban
Peristiwa ini menjadi i’tibar bagi kita
Betapa hebatnya pengorbanan Ibrahim
Jika Allah yang memerintahkan
Jangankan menyembelih kambing
Jangankan mengorbankan hartanya
 Menyembelih anaknya pun dia rela.
Betapa demokratnya Ibrahim
Ketika mengambil keputusan
Dia tiada diktator
Dia mengajarkan asas bermusyawarah kepada anaknya
Agar sang anak  kelak tak egois, tak mau menang sendiri
Dan  dapat sabar menghadapi perbedaan
Demi tunduk kepada kebenaran
Dan nyata pulalah bagi kita
Jika perintah Allah dita’ati
Allah  membalasinya dengan yang lebih baik
Sungguh tak ‘kan Allah merugikan hamba-Nya
Bahkan selalu memberi yang terbaik
Asalkan memenuhi perintah-Nya dengan iman dan ikhlas
Yakinlah bahwa perintah Allah itulah yang dapat memuliakan kita
Maka muliakanlah diri kita dengan menta’ati Allah.
Batam, 17 Januari 2005








K  U  R  B   A   N
Karya : Hamzah Johan
Setiap hamba yang berkemampuan
Dituntut untuk melaksanakan kurban
Suatu bukti keta'atannya  kepada Allah
Kurban
Menjadi ujian bagi si kaya
Apakah dia sadar bahwa hartanya itu pemberian Allah ?
Ataukah dia menganggap harta itu  sebagai jerih payahnya semata ?
Sehingga kekikiran membelit  fikiran.
Kurban
Adalah investasi akhirat bagi orang yang bertaqwa
Bekal hidup di perjalanan panjang alam baka
Alam baka bukan lagi tempat beramal, tapi tempat dipertanyakan semua amal
Jika di dunia kita lalai berkurban, di akhirat kita akan menjadi korban
Maka berkurbanlah selagi ada waktu
Selagi ada umur yang tersisa
Lakukanlah kurban itu dengan ikhlas
Raihlah kasih sayang Allah dengan berkurban
Tunjukkanlah kepada Yang Maha Kuasa, bahwa kita mendambakan ridho-Nya.
Kita merindukan syurga-Nya.
Apa pun yang Allah perintahkan, kita ta'ati.
Dan berdo'alah :
Ya Allah, apa yang kami korbankan ini,
belumlah seberapa jika dibandingkan dengan nikmat yang Engkau beri.
Ya Allah, terimalah kurban kami ini
Dan masukkanlah kami menjadi golongan hamba-hamba-Mu yang bertaqwa.
Amin ya rabbal 'alamin


Batam, 17 Desember 2005















MUHASABAH
Karya: Hamzah Johan
Wahai diri ku
Aku ingin Tanya kepadamu
Kenapa kau tiada sungguh-sungguh mengabdi kepada Allah
Sholat sering kau lalaikan
Puasa sering kau tinggalkan
Bersedekah kau sangat pelit
Jihad fi sabilillah kau tiada suka
Kau takut kehilangan harta
Kau takut kehilangan jabatan
Kau takut  kehilangan nyawa
Bekal dunia kau kumpulkan mati-matian
Bekal akhirat kau sia-siakan
Wahai aku
Lakukanlah muhasabah
Introspeksi dan kenalilah diri
Siapa aku
Siapa Tuhanku
Dari mana aku
Mau kemana aku
Bagaimana duniaku
Bagaimana akhiratku
Berapa lama jatah hidupku
Sudahkah aku siap untuk kembali
Wahai diriku
Hidup di dunia tiada yang abadi
Sudah banyak  yang berguguran
Ada yang mati terhina
Ada pula mati yang mulia
Tersenyumlah ketika dihina dunia
Tapi menangislah dengan ketiadaan bekal akhirat
Wahai aku
Beristighfarlah dan bertaubatlah
اَسْتَغْفِرُاللَّهَ اْلعَظِيْمَ , اَلَّذِيْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَ اَتُوْبُ اِلَيْهِ      (3X)


Batam, 01 Februari 2005








AKU HARUS HIJRAH
Karya: Hamzah Johan
Keterlaluan
Aku sudah keterlaluan
Waktuku banyak yang tersia-sia
Pengabdianku kepada Allah banyak yang terlalaikan
Hidupku penuh dengan hura-hura
Keterlaluan
Aku sangat keterlaluan
Umurku semakin berkurang
Amalku tak banyak dapat diharapkan
Hari-hariku  berganti tahun, telah banyak berlalu
Semua terasa hampa belaka
Keterlaluan
Aku sungguh amat keterlaluan
Ini tak boleh kubiarkan berlarut-larut
Aku harus hijrah…Aku harus hijrah…Aku harus hijrah
Imanku harus semakin lebih baik
Ibadahku harus semakin meningkat
Akhlaku harus semakin lebih terpuji
Hijrah…Aku harus hijrah
Tak ada rasa pesimis
Tak ada rasa putus asa
Tahun Baru Hijriyah ini momentum kebangkitanku
Merubah prilaku hina menjadi mulia
Merubah fikiran buruk menjadi berharga
Aku tak kan berubah kalau aku tak hijrah
Sudah cukup bagiku tahun-tahun terdahulu sebagai penyesalan
Hari-hari ke depan
Aku harus hijrah

Batam, 8 Februari 2005 / 27 Dzulhijjah 1425 H












HIRAH DAN PILAR PEMBANGUNAN
Karya: Hamzah Johan
Ketika hijrah menapak  di Madinah
Tiga pilar pembangunan segera diwujudkan
Rasulullah dengan para sahabat bahu-membahu
Ringan sama dijinjing berat sama dipikul
Masjid Nabawai dibangun
Sebagai sentral kegiatan
Pusat gerakan ummat
Ukhuwah Islamiyah pun dibangun
Demi persaudaraan
Sa’ad bin Ar-Rabi’ dari golongan Anshar merelakan segalanya
Jika ‘Abdurrahman bin ‘Auf  dari golongan Muhajirin mau
Ambillah separoh hartanya
Jika perlu ambillah salah satu dari dua isterinya
Sungguh persaudaraan yang tiada tara
Rasulullah sukses meyakinkan umatnya
Bahwa persaudaraan memerlukan pengorbanan
Bukan itu saja
Persatuan Bangsa pun dibangun oleh Rasulullah
Kaum Yahudi Madinah yang tak mengganggu tak diganggu
Piagam Perjanjian Madinah dibuat
Umat Islam dan Kaum Yahudi saling menghormati
Setiap orang yang memerangi Madinah adalah musuh bersama
Toleransi pun tumbuh dengan prinsip lakum di nukum waliadin
Kebanyakan kaum yahudi sangat kagum dengan Rasulullah
Sejak umat Islam datang
Mereka yang selama ini sesama Yahudi saling bertikai bisa damai
Tapi segelintir orang yang dengan kepentingannya dan egonya
Rela merusak pilar-pilar itu
Namun Rasulullah dan ummatnya tetap maju
Dengan mengumandangkan “ Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar”
Dan dengan mengibarkan panji “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah
Jazirah Arab dapat dikuasai
Dunia dapat diwarnai
Batam, 5 Muharram 1426 H / 14 Februari 2005






TAHUN BARU HIJRIYAH
Karya : Hamzah Johan
Dia selalu datang setiap tahun
Meski pun tak banyak orang memperingatinya
Dia tetap datang
Tahun Baru Hijriyah
Adalah tanggal satu bulan Muharram
Bulan yang padanya dilarang berperang
Bulan yang diharramkan berbuat keji dan mungkar
الشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمَاتُ قِصَاصٌ
Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishaash. (2: 194)
Tahun Baru Hijriyah
Patutlah kita peringati
Semestinya kita lebih bersemangat menyambutnya
Melebihi semangat kita menyambut Tahun Baru Masehi
Karena kita adalah orang-orang Islam,  yang menghormati ketetapan-ketetapan Allah
Tahun Baru Hijriyah
Adalah momentum introspeksi diri
Mulailah dengan menghitung dosa dan kesalahan
Tengoklah ke dalam hati sendiri
Sudah berapa tebal kegelapan menutupinya ?
Sudah berapa besar dendam, benci, iri hati, permusuhan dan kesombongan bersarang di dalamnya ?
Dan sudah berapa banyak pula tipu daya, ingkar janji, khianat menodainya.
Tahun Baru Hijriyah
Bukanlah Tahun Baru Hura-hura
Bukanlah Tahun Baru yang diperingati untuk bersuka ria
Tapi Tahun Baru mengingat umur yang tersisa
Tahun Baru peningkatan cinta kepada Allah 'azza wajalla
Dengan banyak berzikir  dan berdo'a:
Ya Allah, telah lama kami hidup di bumi-Mu,
Hari-hari kematian kami telah semakin dekat,
Sementara ibadah kami belumlah seberapa,
Jika hari ini nyawa kami Kau ambil
Entah bagaimana nasib kami di akhirat nanti.
Ya Allah  ya Tuhan kami, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Jadikanlah kami menjadi hamba yang bertakwa
Dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang Engkau cintai.
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (2:286)
Batam, 21 Januari 2006
YATIM PIATU
Karya: Hamzah Johan
Yatim piatu
Ayahmu telah tiada
Ibumu pun tiada
Mereka pergi tak kan kembali
Pergi untuk selama-lamanya.
Yatim piatu
Kau tak lagi mendengar suara ibumu
Yang tiada bosan menasehatimu selama ini
Biasanya dikala pagi dia menyiapkan sarapanmu
Bila malam tiba  menjelang tidur dia selalu berpesan;
“Anakku, berdo’alah sebelum tidur ! Serahkanlah dirimu kepada Allah. Yang menghidupkan  dan yang mewafatkan manusia. Jika fajar  telah terbit, segeralah nak dirikan shalat subuh, agar Allah meridhoi hidupmu”
Dan kau pun tak lagi mendengarkan suara ayahmu
Yang tak pernah jemu membimbingmu
Tak pernah dia marah kecuali kau salah
Dia pun selalu berpesan kepadamu :
“Jadilah kau anak yang baik. Yang tahu dengan sopan santun. Tahu adat dan agama. Pandai bergaul, pandai bertetangga, pandai bermasyarakat, tak lupa dengan mesjid”.
Yatim piatu
Hari ini tak ada lagi ibumu memberi nasehat
Hari ini tak ada lagi ayahmu memberi bimbingan
Kamilah ayahmu, kamilah ibumu, kamilah keluargamu
Kalian tak ‘kan kami sia-siakan
Kami takut digelar sebagai manusia pendusta agama
Karena Allah berfirman
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ(1)فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ(2)وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
Itulah orang yang menyia-nyiakan anak yatim,
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
Ya Allah
Hindarilah dari kami sifat mendustai agama
Dan selamatkanlah ana-anak yatim kami
Amin
8 Muharram 1426 H /  17 Februari 2005









BILAL MUADZIN PERTAMA
Karya: Hamzah Johan
Bilal Al-Habsyi
Dialah muazdin  pertama mesjid Nabawi
Yang selalu berkhidmat mengumandangkan adzan
Hingga Rasulullah s.a.w wafat
Ketika Madinah Thayyibah ditinggalkan oleh Rasulullah untuk selama-lamanya
Bilal tak kuasa berdiam diri di sana
Setiap kali tempat Rasulullah dia pandang
Setiap kali pula, air matanya bercucuran
Teringat segala kenangannya bersama Rasulullah
Manusia yang paling dia cintai
Manusia pembawa rahmat
Manusia pembawa kedamaian
Manusia pembawa keselamatan hidup
Dialah Muhammad Rasul terakhir
Tapi beliau telah tiada
Meninggalkan dunia yang fana
Meninggalkan kerinduan
Bilal tak kuasa berlama-lama di sana
Setiap kali tempat Rasulullah dia pandang
Setiap kali pula, air matanya bercucuran
Bilal pergi ke Damsyik untuk berjihad
Lama jua dia tak mengunjungi Madinah
Hingga orang pun lupa kepadanya
Suatu hari dia datang berziarah
Hasan dan husain memintanya adzan di Mesjid Nabawi
Penduduk Madinah tersentak kaget
Terdengar suara adzan seperti masa hidup Rasulullah
Suara itu sangat menyentuh hati
Suara itu membangkitkan kembali  semua kenangan dan kerinduan kepada Rasulullah
Para wanita keluar dari rumah-rumah mereka dengan meneteskan air mata
Tak henti-hentinya mereka bershalawat
Tak henti-hentinya kenangan itu terlintas
Seakan Rasulullah berada ditengah-tengah mereka
Tapi Bilal hanya sejenak di Madinah
Dia kembali ke Damsyik
Dan wafat pada tahun ke-20 Hijriyah
Batam, 13 Muharram 1426 / 22 Februari 2005








ANSHORULLAH
Karya: Hamzah Johan
“Kunu anshorullah !”
Itulah perintah Allah
Jadilah kamu Anshorullah !
Menjadi penolong-penolong agama Allah.
Ketika Isa menghadapi kemungkaran Bani Israil
Berkata dia: “Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk menegakkan agama Allah?”
Menjawab Hawariyyin:
“Nahnu Anshorullah”
Kamilah penolong-penolong agama Allah !
Mereka hanya 12 orang yang beriman
Menjadi sahabat setia Nabi Isa
Berani menegakkan agama Allah
Di saat Bani Israil tenggelam dalam kemaksiatan
Kita pun harus menjadi Anshorullah
Pejuang  Islam di bumi persada
Dengan segala daya dan upaya
Dengan kata-kata
Dengan kerja nyata
Dengan harta benda
Dengan jiwa raga
Semuanya lillah
Mereka yang menjadi Anshorullah tak `kan sia-sia
Mereka yang berjuang untuk Islam akan menang.
Ingatlah firman Allah:
       يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ(QS. Muhammad:7)
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”   )
إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ             (QS. Ali Imran: 9 )
“Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji”  (3x)
Batam, 21 Muharram 1426 H / 1 Maret 2005











PERANG DAN DAMAI
Karya: Hamzah Johan
Jika Indonesia berperang dengan Malaysia
Amerika akan tertawa terbahak-bahak, berjingrak-jingkrak, bergembira ria
Para negara pemasok senjata akan panen raya
Mereka penangguk ulung di air keruh.
Jika Indonesia berperang dengan Malaysia
Rakyat akan menderita dan sengsara
Tak ada perang yang menguntungkan rakyat
Selalu ada korban menjadi mayat.
Bukan  kita takut berperang
Kita tidak takut melawan negara mana pun 
Kita tak ‘kan gentar menghadapi musuh sehebat apa pun
Kita akan bela mati-matian  jika hak kita diserang
Sekali pun dengan tetesan darah yang terakhir
Allahu akbar…Allahu akbar
Kita siap jihad fi sabilillah
Tapi  kita adalah negara  bijaksana
Selalu  mengedepankan  dan mengumandangkan perdamaian di seluruh dunia
Selalu mengutamakan penyelesaian sengketa secara damai
Apa lagi dengan negara-negara tetangga
Mereka adalah saudara-saudara kita
Kita rundingkan kesalahfahaman ini
Jauhkan fikiran dangkal karena dongkol
Dahulukan otak ketimbang otot
Tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan
Ingatlah
Bahwa kita rumpun ASEAN
Hendaklah menjadi contoh tauladan
Bagi bangsa-bangsa di dunia
Batam, 27 Muharram 1426 H / 8 Maret 2005











H U N A I N
Karya: Hamzah Johan
Hunain
Lembah saksi peperangan
Perang Hizbullah dengan Hizbusy-Syaithon
Tertulis dalam sejarah
Suku Hawazin di Thaif
Mencerca, menghina,, mengancam dan bercita-cita menghancurkan Islam
Mereka sangat berbahaya
Rasulullah mengirim pasukan penakluk
Dua ribu dari Makkah
Sepuluh ribu  beliau bawa dari Madinah
Menuju lembah Hunain 10 Syawal 8 Hujriyah
Dua belas ribu tentara  merupakan jumlah yang luar biasa pada waktu itu
Membuat sebagian  mereka menjadi sombong dan berlalai-lalai
Sementara pasukan musuh siap menghadang, menerjang
Tentara Islam kocar-kacir
Banyak yang melarikan diri cari selamat
Hampir-hampir musuh bikin kiamat
Tinggallah Rasulullah di medan juang
Bersama tentara-tentara setia
Mereka tak menyerah, tak takut berdarah
Mereka maju hingga musuh patah
Hunain saksi sejarah
Kesombongan membuat lemah
Keihklasan menentukan arah
Batam, 05 Shafar 1426 H / 15 Maret 2005



MUTILASI DAN KORUPSI
Karya: Hamzah Johan
Mutilasi
Prilaku hati yang penuh daki
Nurani yang terkunci
Hingga tega memotong-motong jasad yang mati
Mutilasi
Prilaku hewani
Binatang buas yang merasa cerdas
Tapi pasti terhempas
Kandas
Mendapat balas
Tak lepas
Tak kan puas
Hukum mati sangatlah pantas
Bagi pelaku mutilasi yang ganas
Biar ditembus timah panas
Hutang nyawa terbayar lunas
Mutilasi bukanlah korupsi
Tapi korupsi lebih berbahaya daripada mutilasi
Mutilasi hanya merenggut nyawa yang terhitung
Korupsi merenggut hak orang banyak menjadi puntung
Korupsi
Prilaku pencuri berdasi
Mengkhianati amanat rakyat
Mereka lebih pantas mati
Atau mereka segera bertaubat.

Batam, 12 Shafar 1426 H / 22 Maret 2005
















‘IBADURRAHMAN
Karya: Hamzah Johan
‘Ibadurrahman
Hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih
Berkepribadian mulia
Rendah hati
Berkata yang baik-baik
Suka shalat tahajjut
Takut kepada Allah
Sederhana membelanjakan harta, tidak boros tidak pula kikir
Mentauhidkan Allah, menjauhi syirik
Tak membunuh tak berzina
Tak memberikan kesaksian palsu
Tak mau berbuat sia-sia
Menerima keritik
Berusaha mencapai keluarga sakinah dan taqwa
Penyabar
Bertaubat dan beramal shaleh
Selalu berdo’a :
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami ".
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan hidup kami dan keturunan kami, sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (25:65,74)
‘Ibadurrahman
Merekalah yang dibalsi dengan martabat yang tinggi di dalam surga.

Batam, 15 Shafar 1426 H / 25 Maret 2005








K  I   A   M    A   T
Karya: Hamzah Johan
Setiap diri merasakan kiamat
Shughro atau kubro
Kiamat shughro telah terjadi bertahun-tahun yang lalu
Bahkan hari ini, mungkin esok atau lusa
Ketika jabatan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya
Pasti bikin kiamat, membawa kehancuran
Ketika ajal tiba merenggut nyawa
Saat itulah kiamat shugra berakhir
Tapi yang sangat dahsyat adalah kiamat kubro
Pada hari itu alam dihancurkan
Bumi, bulan, matahari, bintang-bintang saling bertabrakan
Manusia berterbangan dan  mati
Kemudian terhampar dataran putih tak bertepi
Manusia dibangkitkan kembali
Tak ada yang absen
Suasana mencekam dan terasa ngeri
Para pendosa berputus asa
Mata hari terasa sejengkal di atas kepala
Mereka berenang di atas lautan keringat sedalam 70 depa
Tak berguna lagi harta, tahta , wanita dan karya
Semua catatan amal di perlihatkan walau sebesar zarroh
Semua wajah tertunduk lesu
Kecuali orang-orang yang mendapatkan naungan Allah
Wajah mereka berseri-seri
Karena Allah Maha Menepati Janji.
Batam, 26 Shafar 1426 H / 05 April 2005











HARUM SEPANJANG MASA
Karya: Hamzah Johan
Jauh sebelum dia lahir ke bumi
Namanya harum semerbak mewangi
Terkenal di kalangan para nabi
Bernama Ahmad , dialah Muhammad
Muhammad punya lima nama
Nama-nama yang indah penuh makna
MUHAMMAD, artinya sangat banyak dipuji
AHMAD, artinya lebih terpuji
Al-MAAHI, menghapus kekufuran dan kesyirikan
Al-HAASYIR, menyatukan ummat
Dan AL-‘AAQIB, penutup segala rasul
Tak ada lagi nabi dan rasul sesudahnya
Dia lahir pada hari Senin 12 Rabii’ul Awwal tahun gajah
Dan wafat pada hari Senin 12 Rabii’ul Awwal 11 Hijriyah
Meskipun dia telah tiada
Namun namanya, agamanya tetap harum sepanjang masa.




Batam, 03 Rabii’ul Awwal 1426 H / 12 April 2005















MUHAMMAD UTUSAN ALLAH
Karya: Hamzah Johan
Tahun 571 Masehi
Hari Senin 12 Rabii’ul Awwal tahun gajah
Disaat bangsa Arab diselimuti kabut jahiliyah
Lahir seorang  pembawa berkah
Anak Abdullah
Anak Siti Aminah
Nabi Muhammad utusan Allah
Dia datang menyampaikan kebenaran
Meskipun kebanyakan manusia benci dengan kebenaran
Dia melarang berbuat kemungkaran
Meskipun kebanyakan manusia sangat cinta kepada kemungkaran
Dia terus berdakwah
Tak pernah lelah
Tak pernah menyerah
Demi tegaknya “Laa ilaaha illallah”
Kini dia telah tiada
Dia wafat hari Senin 12 Rabii’ul Awwal 11 Hijriyah
Tak ada harta benda yang dia tinggalkan untuk kita
Tiada kemewahan dunia titipannya
Tapi ada warisannya yang tak terhingga nilainya
Al-Qur’an dan sunnah pedoman hidup kita
Shalawat serta salam  untukmu wahai rasulullah
Tak kan kami lupakan perjuanganmu
Kamilah ummatmu
Rela mati demi cita-citamu.



Batam, 03 Rabii’ul Awwal 1426 H / 12 April 2005








RASULULLAH
Karya: Hamzah Johan
Alam semesta bersuka cita
Menyambut datangnya Rasulullah tercinta
Sebagai obor di gelap gulita
Penerang jalan hati yang buta
Para penyembah berhala menjadi murka
Karena kepercayaan nenek moyangnya rasa terhina
Tapi Rasulullah tiada putus asa
Menyuruh manusia mentauhidkan Allah SWT
Berbagai imbalan mereka tawarkan kepadanya
Harta, tahta, wanita dan segalanya
Namun Rasulullah tiada silau benda
Kampung akhirat tujuan paling utama
Walau pun kini Rasulullah di alam baka
Ajarannya tak ‘kan pernah sirna
Tertambat erat di hati ummatnya
Hingga dunia menutup mata


Batam, 03 Rabii’ul Awwal 1426 H / 12 April 2005


















RASULULLAH
Karya: Hamzah Johan
Alam semesta bersuka cita
Menyambut datangnya Rasulullah tercinta
Sebagai obor di gelap gulita
Penerang jalan hati yang buta
Para penyembah berhala menjadi murka
Karena kepercayaan nenek moyangnya rasa terhina
Tapi Rasulullah tiada putus asa
Menyuruh manusia mentauhidkan Allah SWT
Berbagai imbalan mereka tawarkan kepadanya
Harta, tahta, wanita dan segalanya
Namun Rasulullah tiada silau benda
Kampung akhirat tujuan paling utama
Walau pun kini Rasulullah di alam baka
Ajarannya tak ‘kan pernah sirna
Tertambat erat di hati ummatnya
Hingga dunia menutup mata


Batam, 03 Rabii’ul Awwal 1426 H / 12 April 2005


















RASULULLAH SURI TAULADAN
Karya: Hamzah Johan
Sejak dalam kandungan dia telah yatim
Beranjak umur 7 tahun dia pun piatu
Menjadilah dia anak yatim piatu
Tiada ayah tiada ibu
Hal itu membuat dia tumbuh menjadi tegar dan penyabar
Terbukti ketika dia diutus menyampaikan kebenaran
Dia tahan dan bertahan
Menerima caci maki, hujatan dan hinaan
Dari orang-orang yang selama ini mencintainya
Dari orang-orang yang selama ini memujinya sebagai Al-Amin
Jujur dan terpercaya
Meski pun dia dikucilkan manusia
Tapi dia lebih takut dikucilkan Allah
Kalaulah dia haus dengan kekuasaan
Para kafir telah menawarkan kekuasaan
Kalaulah dia haus dengan harta benda
Para kafir telah menawarkan emas permata
Wahai Muhammad, mintalah kepada kami apa yang engkau inginkan
Asal  jangan  kau menda’wahkan Islam.
Tapi dia adalah Rasulullah
Tak pernah haus dengan tawaran duniawi
Nyata diakhir hayatnya
Bukan harta benda yang dia kumpulkan
Justru dia wafat dalam keadaan berhutang
Padahal kekuasaan berada ditangannya
Sungguh Rasulullah menjadi suri tauladan
Hingga akhir zaman
Batam, 10 Rabii’ul Awwal 1426 H / 19 April 2005






WANITA TIANG PEMBANGUNAN
Karya: Hamzah Johan
Wanita dibutuhkan sepanjang masa
Mitra pria hidup bersama
Membangun citra manusia
Di berbagai bidang kehidupan dunia
Banyak wanita tampil di pentas perjuangan
Pejuang bangsa
Pejuang hak-hak asasi manusia
Bahkan pejuang agama
Kartini srikandi Indonesia
Wanita pejuang kaumnya yang tertindas tak bebas
Asiyah isteri Fir’aun
Berani  tegas kepada suaminya demi mentauhidkan Allah
‘Aisyah isteri Rasulullah
Lambang kecerdasan dan ketauladanan
Wanita bukan sekedar ibu rumah tangga
Tapi bisa menjadi ibu negara
Wanita adalah tiang pembangunan bangsa
Jika wanita baik, maka baiklah bangsa
Jika wanita rusak, maka rusaklah bangsa
Majulah wahai kaum wanita
Di setiap zaman
Engkau selalu diharapkan
Tapi jangan lupa dengan kodratmu.

Batam, 17 Rabii’ul Awwal 1426 H / 26 April 2005











MENUNAIKAN IBADAH HAJI
Karya: Hamzah Johan
Telah lama ku idam-idamkan
Pergi ke Tanah Suci
Menunaikan ibadah haji
Berbagai persiapan telah ku jalani
Dengan penuh hati-hati
Ku siapkan ongkos naik haji dari harta yang halal lagi terpuji
Ku lakukan bermaaf-maafan sebelum pergi
Ku buang dendam, kesombongan dan segala penyakit diri
Ku berniat haji dengan setulus hati
Semakin dekat hari keberangkatan ku
Semakin bergelora jiwa ku
Terngiang di telingaku lantunan talbiyah
Labbaikallahumma labbaik
Labbaikalaa syarikalaka labbaik
Innal hamda wanni’matalak
Wal mulkalak
laa syarikalak
Ya Allah, aku tetap tunduk mengikuti perintah-Mu
Tidak ada sekutu bagi-Mu
Sesungguhnya segala puji dan nikmat bagi-Mu
Dan Engkaulah yang menguasai segala sesuatu
Tidak ada yang menyekutui kekuasaan-Mu
Kalimat-kalimat itu menambah gebu di hatiku
Kalimat-kalimat itu menambah rinduku
Aku ingin segera menunaikan ibadah haji.





Batam, 21 Nov 2005







TERORISME
Karya: Hamzah Johan
Terorisme
Paham manusia yang tak manusiawi
Fikiran yang penuh kegelapan
Kepicikan
Emosional
Dan putus asa
Teroris
Adalah manusia bar-bar
Si Jahil yang hidup dengan jahiliyah moderen
Menamakan jihad diatas perbuatan jahat
Mengatakan syahid di atas kesesatan
Islam sangat mengutuk setiap tindakan teror
Islam benci dengan kebiadaban
Islam melindungi hak-hak non Muslim
Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
Teror tak kan pernah menyelesaikan masalah
Bahkan bikin masalah baru
Lihat Afganistan
Lihat negara Irak
Apa yang diperdapat rakyatnya ???
Hidup mereka berantakan
Kemiskinan dan kemelaratan bertambah-tambah
Negara-negara adi daya menguasainya
Dengan dalih berburu teroris.
Bertaubatlah wahai para teroris
Hentikanlah hobi membunuhmu
Kembalilah ke jalan yang benar
Masih banyak jalan lain yang dapat kita tempuh untuk masuk sorga.
Batam, 14 November 2005












MENUNTUT ILMU
Karya: Hamzah Johan
Tak berilmu
Tak mulia
Mudah tersesat dan terjerembab
Emosi cepat meluap
Kefanatikan dan kultus individu terasa sedap
Kebenaran  menjadi gelap
Kemungkaran menjadi  adat
Tak berilmu
Dunia terasa sempit
Fikiran pun menjadi picik
Ibarat katak dalam tempurung
Merasa agung sebesar gunung
Begitu tersandung datang bingung
Menuntut Ilmu ajaran agama pencerdas ummat
Dari buaian hingga liang lahat
Sedari kecil menjadi mantap
Jika tua mudah menguap
Orang berilmu serba bisa
Berilmu agama takut dosa
Jika berilmu hanya untuk dunia
Berbuat dosa jadi biasa
Kejarlah ilmu dunia akhirat
Agar hidup jadi selamat


Batam, 24 Rabii’ul Awwal 1426 H / 03 Mei 2005











SILATURRAHMI
Karya  : Hamzah Johan
Silaturrahmi
Pergaulan yang manis
Saling memberi dan menerima
Saling tegur dan sapa
Dikala duka berbagi duka
Dikala suka berbagi suka
Silaturrahmi
Bukan sekedar pertemuan belaka
Bukan ucapan penghias bibir
Tapi cinta yang berpadu kasih
Silaturrahmi
Terkoyak dan tercabik-cabik
Ketika manusia saling membanggakan diri, merendahkan orang lain
Memfitnah, buruk sangka, iri hati, menipu dan berkhianat
Silaturrahmi
Tumbuh subur di jiwa yang suci
Jiwa yang rindu kedamaian, keramahan dan kemesraan
Silaturrahmi
Bekal manusia menghadap ilahi.
Batam, 31 Mei 2004






Lebih baru Lebih lama