Obat Hipertensi CAPTOPRIL - AMPLODIPINE

1. Captopril

Tablet
PT INDOFARMA
OBAT KARDIOVASKULER ATAU JANTUNG 

Obat captopril begitu populer di kalangan masyarakat kita, terutama yang memiliki tekanan darah tinggi. Ya, ini merupakan obat darah tinggi yang sering diresepkan, mudah didapat dengan harga yang relatif murah. Namun beberapa mengeluhkan tidak cocok dengan obat ini karena salah satu efek samping captopril menimbulkan batuk.

Indikasi:
Untuk hipertensi berat hingga sedang, kombinasi dengan tiazida memberikan efek aditif, sedangkan kombinasi dengan beta bloker memberikan efek yang kurang aditif. Untuk gagal jantung yang tidak cukup responsif atau tidak dapat dikontrol dengan diuretik dan digitalis, dalam hal ini pemberian kaptopril diberikan bersama diuretik dan digitalis.

Kontra Indikasi:
Penderita yang hipersensitif terhadap kaptopril atau penghambat ACE lainnya (misalnya pasien mengalami angioedema selama pengobatan dengan penghambat ACE lainnya).

Komposisi: 
Setiap tablet mengandung kaptopril 12,5 mg. 
Setiap tablet mengandung kaptopril 25 mg. 
Setiap tablet mengandung kaptopril 50 mg. 

Cara Kerja Obat
Kaptopril merupakan obat antihipertensi dan efekif dalam penanganan gagal jantung dengan cara supresi sistem renin angiotensin aldosteron. Renin adalah enzim yang dihasilkan ginjal dan bekerja pada globulin plasma untuk memproduksi 
angiotensin I yang besifat inaktif. "Angiotensin Converting Enzyme" (ACE), akan merubah angiotensin I menjadi angiotensin Il yang besifat aktif dan merupakan vasokonstriktor endogen serta dapat menstimulasi sintesa dan sekresi aldosteron dalam korteks adrenal. 
Peningkatan sekresi aldosteron akan mengakibatkan ginjal meretensi natrium dan cairan, serta meretensi kalium. Dalam kerjanya, kaptopril akan menghambat kerja ACE, akibatnya pembentukan angiotensin ll terhambat, timbul vasodilatasi, penurunan sekresi aldosteron sehingga ginjal 
mensekresi natrium dan cairan serta mensekresi kalium. Keadaan ini akan menyebabkan penurunan tekanan darah dan mengurangi beban jantung, baik 'afterload' maupun 'pre-load', sehingga terjadi peningkatan kerja jantung. Vasodilatasi yang timbul tidak menimbulkan reflek takikardia. 

Dosis
Kaptopril harus diberikan 1 jam sebelum makan, dosisnya sangat tergantung dari kebutuhan penderita (individual). 
Dewasa: 
Hipertensi, dosis awal: 12,5 mg tiga kali sehari. 
Bila setelah 2 minggu, penurunan tekanan darah masih belum memuaskan maka dosis dapat ditingkatkan menjadi 25 mg tiga kali sehari. Bila setelah 2 minggu lagi, tekanan darah masih belum terkontrol sebaiknya ditambahkan obat diuretik golongan tiazida misal hidroklorotiazida 25 mg setiap 
hari. 
Dosis diuretik mungkin dapat ditingkatkan pada interval satu sampai dua minggu. Maksimum dosis kaptopril untuk hipertensi sehari tidak boleh lebih dari 450 mg. 
Gagal jantung 12,5- 25 mg tiga kali sehari; diberikan bersama diuretik dan digitalis, dari awal terapi harus dilakukan pengawasan medik secara ketat. Untuk penderita dengan gangguan fungsi ginjal dsiis perlu dikurangi disesuaikan dengan klirens kreatinin penderita.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan efek maksimal. Agar Anda tidak lupa, minumlah secara teratur pada waktu yang sama setiap hari. Teruslah minum walaupun tekanan darah mulai turun dan kondisi mulai membaik.

Perlu diketahui bahwa untuk menurunkan tekanan darah tinggi, biasanya membutuhkan waktu hingga 2 minggu baru mendapatkan efek optimal. Untuk pengobatan gagal jantung, mungkin diperlukan waktu beberapa minggu atau bulan sebelum.

Beritahu dokter jika kondisi tak kunjung membaik atau malah memburuk (misalnya tekanan darah tak juga turun).

Peringatan dan Perhatian: 
Keamanan penggunaan pada wanita hamil belum terbukti, bila terjadi kehamilan selama pemakaian obat ini, maka pemberian obat harus dihentikan dengan segera. 
Harus diberikan dengan hati-hati pada wanita menyusui, pemberian ASI perlu dihentikan karena ditemukan kadar dalam ASI lebih tinggi daripada kadar dalam darah ibu. 
Pemberian pada anak-anak masih belum diketahui keamanannya, sehingga obat ini hanya diberikan bila tidak ada obat lain yang efektif. 
Pemakaian pada lanjut usia harus hati-hati karena sensitivitasnya terhadap efek hipotensif. 
Hati-hati pemberian pada penderita penyakit ginjal. 
Pengobatan agar dihentikan bila terjadi gejala-gejala angiodema seperti bengkak mulut, mata, bibir, lidah, laring juga sukar menelan, sukar bernafas dan serak. 
Konsultasikan ke dokter bila menggunakan suplemen potassium,potassium sparing diuretic dan garam-garam polassium. 
Pemakaian obat penghambat ACE pada kehamilan dapat menyebabkan gangguan/kelainan organ pada fetus atau neonatus, bahkan dapat menyebabkan kematian fetus atau neonatus. 
Pada kehamilan trimester ll dan lll dapat menimbulkan gangguan antara lain: hipotensi, hipoplasiatengkorak neonatus, anuria, gagal ginjal reversible atau irreversible dan kematian. 
Juga dapat terjadi oligohidramnios, deformasi kraniofasial, perkembangan paru hipoplasi, kelahiran prematur, perkembangan retardasi-intrauteri, paten duktus arteriosus. 
Bayi dengan riwayat di mana selama di dalam kandungan ibunya mendapat pengobatan penghambat ACE, harus diobservasi intensif tentang kemungkinan terjadinya hipotensi, oligouria dan hiperkalemia. 

Efek Samping
Kaptopril menimbulkan proteinuria lebih dari 1 g sehari pada 0,5% penderita dan pada 1,2% penderita dengan penyakit ginjal. Dapat tejadi sindroma nefrotik serta membran glomerulopati pada penderita hipertensi. Karena proteinuria umumnya terjadi dalam waktu 8 bulan pengobatan maka penderita sebaiknya melakukan pemeriksaan protein urin sebelum dan setiap bulan selama 8 bulan pertama 
pengobatan. 
Neutropenia/agranulositosis terjadi kira-kira 0,4 % penderita. Efek samping ini terutama terjadi pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal. Neutropenia ini muncul dalam 1 - 3 bulan pengobatan, pengobatan agar dihentkan sebelum penderita terkena penyakit infeksi. Pada penderita dengan resiko tinggi harus dilakukan hitung leukosit sebelum pengobatan, setiap 2 minggu selama 3 bulan pertama pengobatan dan secara periodik. Pada penderita yang mengalami tanda-tanda infeksi akut (demam, faringitis) pemberian kaptopril harus segera dihentikan karena merupakan petunjuk adanya neutropenia. 
Hipotensi dapat terjadi 1 - 1,5 jam setelah dosis pertama dan beberapa dosis berikutnya, tapi biasanya tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan rasa pusing yang ringan. Tetapi bila mengalami kehilangan cairan, misalnya akibat pemberian diuretik, diet rendah garam, dialisis, muntah, diare, dehidrasi maka hipotensi tersebut menjadi lebih berat. Maka pengobatan dengan kaptopril perlu dilakukan pengawasan medik yang ketat, terutama pada penderita gagal jantung yang umumnya mempunyai tensi yang nomal atau rendah. Hipotensi berat dapat diatasi dengan infus garam faal atau dengan menurunkan dosis kaptopril atau diuretiknya. 
Sering terjadi ruam dan pruritus, kadang-kadang terjadi demam dan eosinofilia. Efek tersebut biasanya ringan dan menghilang beberapa hari setelah dosis diturunkan. 
Teriadi perubahan rasa (taste alteration), yang biasanya terjadi dalam 3 bulan pertama dan menghilang meskipun obat diteruskan. 
Retensi kalium ringan sering terjadi, terutama pada penderita gangguan ginjal, sehingga perlu diuretik yang meretensi kalium seperti amilorida dan pemberiannya harus dilakukan dengan hati-hati. 

Interaksi Obat: 
Alkohot. 
Obat anti inflamasi terutama indometasin. 
Suplemen potassium atau obat yang mengandung potassium. 
Obat-obat berefek hipotensi. 

Cara penyimpanan: 
Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya. 

Kemasan dan Nomor Registrasi: 
Captopril 12,5 mg tablet, kotak 10 strip @ 10 tablet 
No.Reg. GKL9720916010C1 
Captopril 25 mg tablet, kotak 10 strip @ 10 tablet 
No.Reg. GKL9320916 010 A1 
Captopril 50 mg tablet, kotak 10 strip @ 10 tablet 
No.Reg. GKL93209160108 

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

---------------------

2. Amplodipine

Amlodipine merupakan obat antihipertensi (obat darah tinggi) golongan penghambat kanal kalsium. Obat ini merupakan obat antihipertensi yang paling sering diresepkan oleh dokter di Indonesia setelah captopril. Artikel ini akan memberikan penjelasan mengenai amlodipin obat apa berserta fungsinya secara rinci.

Mengenal Amlodipine
Amlodipine adalah penghambat kanal kalsium yang termasuk golongan dihidropiridin. Obat ini bekerja dengan menghambat masuknya ion kalsium melalui membran sel ke dalam sel otot polos vaskular dan sel otot jantung yang akan mempengaruhi kontraksi otot polos vaskular dan kontraksi otot jantung. Amlodipine menghambat masuknya ion kalsium secara selektif lebih ke otot polos vaskular dibandingkan dengan otot jantung.

Efek antihipertensi obat amlodipine terjadi secara langsung melalui vasodilatasi arteri perifer yang akan menyebabkan pterjadinya enurunan resistensi vaskular dan penurunan tekanan darah. Obat ini mula kerjanya perlahan namun memberikan efek antihipertensi yang dapat bertahan hingga 24 jam sehingga cukup diberikan satu kali sehari.

Efek antiangina obat amlodipine terjadi melalui dilatasi pada arteriol perifer yang akan menurunkan resistensi perifer secara total, sehingga beban jantung ikut berkurang. Amlodipine tidak begitu mempengaruhi frekuensi denyut jantung, namun pengurangan pada beban jantung akan menyebabkan terjadinya penurunan kebutuhan oksigen miokardial dan peurunan kebutuhan energi.

Amlodipine juga dapat menyebabkan dilatasi pada arteri dan arteriol koroner baik pada keadaan oksigenisasi yang normal maupun pada keadaan iskemia, sehingga dapat digunakan pada keadaan serangan jantung.

Waspadai Tanda-tanda Serangan Jantung
Berikut Indikasi Obat ini dapat digunakan pada beberapa keadaan berikut : pengobatan hipertensi dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan obat antihipertensi lain seperti diuretik tiazid, beta blocker, atau ACE inhibitor. pengobatan iskemia miokardia termasuk pengobatan angina pektoris dan atau vasokonstriksi pembuluh darah koroner. pengobatan penyakit arteri koroner.

Mengenal Penyakit Jantung Koroner
Kontraindikasi Obat amlodipine tidak dapat digunakan pada beberapa keadaan berikut : penderita yang memiliki riwayat hipersensitif atau riwayat alergi terhadap amlodipine atau calcium channel blockers lain. penderita yang mengalami syok kardiogenik, stenosis aorta, atau angina pektoris yang tidak stabil. penderita yang tekanan darah rendah yaitu kurag dari 90/60 mmHg). penderita yang sedang hamil dan menyusui.

Dosis Amlodipine di apotik tersedia dalam bentuk tablet, kaplet, atau kapsul komposisi amlodipine 5 mg dan amlodipine 10 mg. Adapun dosis amlodipine yang dianjurkan yaitu : dosis awal pengobatan dengan amlodipine adalah 2.5 mg satu kali sehari, kemudian dapat ditingkatkan menjadi 5 mg satu kali sehari dosis maksimum adalah 10 mg satu kali sehari.

Efek Samping
Efek samping amlodipine yang pernah dilaporkan terjadi yaitu : Efek samping yang sering dapat berupa sakit kepala, pusing, mengantuk, kelelahan, mual, nyeri perut, kulit merah, berdebar. Efek samping yang jarang dapat berupa kelainan darah, depresi, insomnia, takikardia, dan impotensi. Efek samping yang sangat jarang yaitu penyakit kuning yang dapat berakibat fatal. Informasi Keamanan Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada penderita dengan gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, gagal jantung kongestif dan pasien lanjut usia.

Obat ini harus digunakan sesuai resep dokter karena penyakit angina dan infark miokardial dapat memburuk dengan cepat apabila penggunaan dosis tidak tepat Obat ini harus dihentikan secara bertahap karena penghentian obat secara mendadak dapat meningkatkan frekuensi dan durasi nyeri dada Obat ini dapat menimbulkan rasa pusing dan mengantuk oleh karena itu Jangan menyalakan mesin atau mengendarai kendaraan obat anti jamur azol dan conivaptan dapat meningkatkan konsentrasi amlodipine dalam plasma. Obat protease inhibitor seperti ritonavir dapat meningkatkan efek farmakologi amlodipine.

Bersumber dari: Amlodipine | Mediskus

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama