KATAGORI MAAF MENURUT PANDANGAN ISLAM

KATAGORI MAAF MENURUT PANDANGAN ISLAM
Penulis: Drs. Hamzah Johan al-Batahany

Islam adalah agama yang menganjurkan maaf dan memaafkan. Dalam al-Qur'an dan al-Hadits hal itu sangat amat ditekankan.
Dalam al-Quran, Allah Swt menyebut diri-Nya sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang selalu memaafkan. Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا
“Sesungguhnya Allah Maha Memaafkan dan Maha Mengampuni.” (Qs. Al-Nisaa’ [4] : 43)
Ia juga memerintahkan Nabi-Nya untuk selalu memaafkan. Allah SWT berfirman:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.” (Qs. Al-A’raf [7]: 199)
Allah SWT juga berfirman:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya". (Qs. Ali Imran [3]: 159)

Rasulullah SAW bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ
"Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya." (HR.Muslim, HN4689)

Karena itu maaf dan memaafkan adalah kriteria baik yang sangat ditekankan dalam akhlak Islami. Namun perlu pula diketahui bahwa maaf tersebut memiliki katagori, yaitu sebagai berikut:

1. MAAF TANPA SYARAT
2. MAAF BERSYARAT
3. MAAF TANPA SANKSI
4. MAAF BERSANKSI

1. MAAF TANPA SYARAT
Adalah maaf yang tanpa seseorang meminta maaf, sudah dimaafkan.
Dalil a.l : QS. An-Nur:22
Allah SWT berfirman:

وَلَا يَأْتَلِ اُولُوا الْـفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ اَنْ يُّؤْتُوْۤا اُولِى الْقُرْبٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ  ۖ  وَلْيَـعْفُوْا وَلْيَـصْفَحُوْا    ؕ  اَ لَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَـكُمْ   ؕ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."(QS. An-Nur: Ayat 22).

Mafhumnya antara lain adalah bahwa para dhu'afa (yang berhak menerima bantuan) tidak disyaratkan dengan syarat tertentu untuk dimaafkan oleh para aghniya' (orang kaya). Para aghniya' harus memaafkan para dhu'afa meski pun mereka tidak meminta maaf. Jadi tidak ada syarat yang harus dipenuhi oleh para dhu'afa dalam mendapatkan maaf dari para aghniya'.

2. MAAF BERSYARAT
Adalah maaf dimana seseorang harus memenuhi syarat tertentu terlebihdahulu, barulah dima'afkan.
Dalil a.l : QS.Asy-Syura:25
Allah SWT berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهٖ وَيَعْفُوْا عَنِ السَّيِّاٰتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ 
"Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan," (QS. Asy-Syura: Ayat 25).

Mafhumnya antara lain adalah bahwa karena taubat, Allah SWT memaafkan hamba-Nya. Maaf diberikan dengan syarat bertaubat.

3. MAAF TANPA SANKSI
Seseorang dimaafkan tanpa ada sanksi hukum atasnya.
Dalil a.l : QS. At-Taghabun:14
Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْۤا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْ ۚ   وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. At-Taghabun: Ayat 14)

Mafhumnya antara lain adalah bahwa seorang ayah atau suami memberi maaf kepada anak dan isterinya tanpa hukuman seperti memukul dan memenjarakan mereka.

4. MAAF BERSANKSI
Seseorang dimaafkan dan mendapatkan sanksi hukum.
Dalil a.l : QS.Al-Baqarah:178
Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِى الْقَتْلٰى   ؕ  الْحُرُّ بِالْحُـرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِوَالْاُنْثٰى بِالْاُنْثٰى  ؕ  فَمَنْ عُفِيَ لَهٗ مِنْ اَخِيْهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌۢ بِالْمَعْرُوْفِ وَاَدَآءٌ اِلَيْهِ بِاِحْسَانٍ  ؕ  ذٰلِكَ تَخْفِيْفٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ   ؕ  فَمَنِ اعْتَدٰى بَعْدَ ذٰلِكَ فَلَهٗ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu (melaksanakan) qishas berkenaan dengan orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. Tetapi barang siapa memperoleh maaf dari saudaranya, hendaklah dia mengikutinya dengan baik, dan membayar diat (tebusan) kepadanya dengan baik (pula). Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Barang siapa melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih."(QS. Al-Baqarah: Ayat 178)

Mafhumnya antara lain adalah bahwa seseorang dima'afkan karena berbuat jahat seperti membunuh tapi meski pun dimaafkan dia wajib mendapat hukuman (sanksi) berupa qishas dengan diat (tebusan). Prinsip ini dapat diterapkan pada seorang koruptor. penista agama dll, dimaafkan sifat-sifatnya tapi dihukum perbuatannya.

Wallahu a'lam.
Batam 10 Feb.2017 M/13 Jumadil Awwal 1438 H
Lebih baru Lebih lama