ZAKAT DAN UMUR YANG BERKUALITAS

ZAKAT DAN UMUR YANG BERKUALITAS
Oleh: Drs. Hamzah Johan
( Waka 1 Baznas Kota Batam )


Ibadah zakat sangat erat hubungannya dengan kualitas umur. Islam memandang zakat sebagai elemen penting menjadikan umur berkualitas. Dalam ibadah zakat bukan hanya kualitas umur saja yang disasar, tapi juga harapan hidup (life expectancy) atau umur panjang.
Agama Islam mengajarkan kedua hal tersebut, yakni; bagaimana umur panjang dan berkualitas.

Harapan hidup (life expectancy) adalah “perkiraan jumlah tahun hidup dari individu yang berdiam di suatu wilayah dari sekelompok makhluk hidup tertentu” [wikipedia]. Angka harapan hidup dunia tercatat sebesar 66.57 tahun (64,52 tahun untuk laki-laki dan 68,76 untuk perempuan) pada tahun 2009. Negara-negara dengan angka harapan hidup yang rendah, seperti Swaziland, Angola, Botswana, Lesotho, Zimbabwe, Afrika Selatan, Namibia, Zambia, Malawi, Republik Afrika Tengah, Mozambik, dan Guinea-Bissau, memunyai tingkat HIV/AIDS yang tinggi, dengan prevalensi pada orang dewasa sekitar 10 hingga 38.8 persen.

Menurut Daftar CIA World Factbook (perkiraan 2011) Indonesia bertengger pada peringkat 108 dari 191 negara di dunia dengan perkiraan rata-rata panjang umur atau harapan hidup penduduknya 70,76 tahun dengan rincian angka harapan hidup peria 68,26 tahun dan angka harapan hidup wanita 73,38 tahun.

Umur berkualitas menurut saya adalah waktu yang ditempuh oleh seseorang dengan menghasilkan kesehatan yang baik, kemanfaatan diri yang baik, spritualitas yang tinggi dan tercapainya rasa bahagia. Jika 4 faktor ini tercapai maka umur tersebut jadi berkualitas. Jika dirinci maka ;
Pertama; KESEHATAN , merupakan harapan semua orang mendapatkannya tidak peduli tua atau pun muda, kaya atau miskin, besar mau pun kecil, pejabat mau pun penjahat, mendambakan hidup selalu sehat. Bahkan tak jarang orang sanggup dan rela mengeluarkan biaya tinggi untuk sehat. Berjuta orang di dunia setiap hari mendatangi tempat-tempat kesehatan seperti rumah sakit, tempat-tempat kebugaran atau gedung-gedung olahraga demi memperoleh kesehatan dirinya.
Kedua; KEMANFAAT DIRI, merupakan unsur penting menjadikan umur berkualitas. Dalam hadits disebutkan: “Khairunnas anfa’ahu linnas”, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia (lainnya). [HR.Bukhari Muslim]. Kemanfaatan diri yang dimaksud adalah kemanfaatan totalitas, baik materi mau pun non materi, seperti; lisan dan tulisan, harta, tenaga, fikiran dan doa.
Ketiga; SPIRITUALITAS, merupakan hal yang fundamental dalam ajaran Islam. Allah SWT menegaskan bahwa tugas manusia hidup di dunia untuk beribadah kepada-Nya. “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56). Banyak sekali ibadah yang perlu dikerjakan untuk mencapai umur berkualitas, baik ibadah khoshshoh mau pun ibadah ‘ammah, baik yang wajib mau pun yang sunnat.
Keempat; BAHAGIA, merupakan puncak keinginan manusia. Hal itu tergambar jelas dari setiap kita berdoa yang pada puncaknya memohon kepada Allah untuk diberikan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Tiga elemen diatas (Kesehatan, Kemanfaatan Diri dan Spiritualitas) hanyalah sarana dan pra sarana mencapai bahagia di dunia dan di akhirat kelak. Bahagia adalah rasa keindahan hidup, kenikmatan psikis, rasa ketenangan jiwa, ketentraman hati. Untuk menggapainya diperlukan upaya-upaya gigih dari seseorang dalam segala aspeknya, termasuk salah satunya berzakat. Allah SWT berfirman yang artinya: “Ambillah zakat dari harta mereka, guna mensucikan  dan membersih mereka. Dan do'akanlah mereka. Sesungguhnya do'a mu menentramkan/menenang mereka” (QS. At-Taubah:103).

PERAN PENTING ZAKAT MENCAPAI KUALITAS UMUR

Zakat merupakan bentuk spiritualitas hamba kepada Allah SWT. Ibadah yang ditetapkan sebagai Rukun Islam yang ke tiga. Pada prinsipnya jika rukun tidak terpenuhi maka tidak afdhol keislaman seseorang. Bahkan jika diingkari hukumnnya (tidak yakin zakat sebagai rukun Islam yang wajib ditunaikan) maka tidak sah keislamannya.

Pentingnya zakat diwajibkan oleh Allah kepada kita demi mencapai kualitas umur. Umur yang kita habiskan mengumpulkan harta benda tentu tidak hanya sebatas pengumpulan saja, akan tetapi dengan tujuan mendapatkan manfaat bersama (diri sendiri dan orang lain)  dengan manfaat yang sebesar-besarnya dari harta tersebut.

Dengan zakat tidak hanya membantu diri sendiri tapi juga orang lain, fakir miskin dan mustahiq lainnya. Bukan saja untuk lingkungan kecil, nasional, regional bahkan internasional. Hal itu tergambar jelas pada pernyataan Ketua BAZNAS, Bapak Bambang Sudibyo dalam Konferensi World Zakat Forum di Melaka Malaysia 5-7 Desember 2018 bahwa BAZNAS dan Lembaga Zakat lainnya berperan aktif menyukseskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah disepakati dunia. Dari 17 point SDGs disebutkan tujuan mengentaskan kemiskinan penduduk dunia dll. Maknanya bahwa harta zakat yang kita tunaikan akan membantu dan bermanfaat bagi penduduk dunia.

KESIMPULAN

Dengan harta zakat dari muzakki akan sangat bermanfaat bagi mustahiq, baik untuk konsumtif mau pun produktif, baik untuk kesehatannya mau pun untuk pendidikannya. Harta zakat berguna multi-fungsi dalam kehidupan; yang sakit terobati, yang lapar terkenyangkan. Bagaimana spiritualitas akan baik jika selalu sakit dan kelaparan, bagaimana lingkungan sosial akan aman jika makan harus mencuri, bagaimana bisa bahagia jika hidup serba berkekurangan? Maka yakinlah bahwa dengan zakat menjadikan umur diri kita berkualitas (sehat, bermanfaat, spiritualitas dan bahagia) demikian juga bagi orang lain. Wallahu’alam.

Lebih baru Lebih lama