MAKNA HIJRAH

MAKNA HIJRAH

OLEH: DRS. HAMZAH JOHAN




PENDAHULUAN

Hijrah secara harfiyah bermakna pindah; pindah dari suatu negeri ke negeri yang lain. Tercatat dalam tarikh Islam, hijrah para sahabat nabi terjadi beberapa kali. Ada empat tahun penting sejarah hijrah; Pertama : Tahun ke 5 kenabian, hijrah ke Habasyah, dipimpin Usman bin Affan, jumlah 12 orang. Kedua: Tahun ke 7 kenabian, ke Habasyah, dipimpin Ja'far bin Abu Thalib berjumlah 83 orang. Ketiga: Tahun 13 kenabian para sahabat hijrah ke Madinah. Keempat: Tanggal 1 Rabi'ul Awwal tahun 14 kenabian terjadi lailatul mabid (malam berangkatnya nabi meninggalkan rumahnya), 3 hari di gua Tsur bersama Abu Bakar, sampai di Quba 12 Rabiul Awwal, 10 hari di Quba sekitar tanggal 22 Rabiul Awwal sampai ke Madinah.

KENAPA HAUS HIJRAH, PADAHAL NABI MUHAMMAD SAW ITU ORANG BAIK?

Jika kita lihat sejarah Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi rasul, beliau terkenal sebagai orang yang baik. Beliau digelar AL-AMIN, orang yang jujur dan amanah. Penduduk Makkah sangat mengelu-elukan dan menghormati beliau, bukan saja karena beliau seorang al-Amin tapi juga seorang yang terkenal berakhlak mulia, suka silaturrahim, ramah dan penolong. Beliau seorang yang paling disenangi oleh penduduk Makkah sejak lahir hingga berumur 39 tahun.

Akan tetapi  setelah beliau berumur 40 tahun,  setelah beliau menyatakan diri sebagai rasul, mengajak manusia mentauhidkan Allah SWT, maka sejak itulah orang-orang kafir yang memuji-muji beliau selama ini berubah menjadi musuh yang ganas. Kebaikan beliau puluhan tahun lamanya sirna seketika di hati orang-orang kafir. Muhammad SAW yang selama ini seorang yang paling baik menurut pandangan mereka berubah menjadi seorang yang paling dibenci. Beliau yang selama ini mereka puji-puji berubah menjadi caci maki. Padahal Nabi Muhammad SAW hanya mengajak mereka dalam satu kalimat saja,  laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah ( tiada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah).

Apa yang dialami rasulullah SAW juga sering dirasakan oleh ummatnya saat ini. Awalnya memandang baik ketika kita rajin silaturrahim, ramah dan penolong, namun ketika disampaikan kebenaran terhadap dirinya, pertemanan menjadi permusuhan. Sifat kita yang ia pandang baik selama ini terhapus menjadi buruk karena  ada keyakinan dan kepentingannya yang terganggu.

Keyakinan kaum kafir Quraisy selama ini suka menyembah berhala dan sesajian tersentak dan tercabik dengan kehadiran Rasulullah SAW yang membawa keyakinan baru yang sangat jauh  berbeda, yakni mensucikan Allah SWT dari kesyirikan, bukan masalah shalat, zakat, puasa, haji, atau karena lahan bangunan, jabatan, bisnis dan lainnya, tapi karena keyakinan mentauhidkan Allah SWT . Itulah benang merah permusuhan kaum musyrikin dengan rasulullah SAW yang berujung kepada intimidasi. Kaum musyrikin tak senang kepada nabi dan para sahabat. Para sahabat nabi banyak yang diteror dan diancam untuk dibunuh. Oleh sebab itulah Rasulullah SAW menganjurkan kepada para sahabatnya untuk berhijrah.

HIJRAH NABI MEMBUKTIKAN BAHWA SEMUA AGAMA TIDAK SAMA

Ada sebagian orang yang menyatakan bahwa semua agama itu sama saja. Pernyataan seperti itu terbantah dengan adanya hijrah Nabi SAW. Kalaulah agama itu sama maka untuk apa nabi hijrah ?  Nabi hijrah bukan karena shalat, zakat, puasa dan haji, juga bukan karena akhlak, tapi karena lakum diinukum waliadiin (bagimu agamamu dan bagiku agamaku). Kalau soal akhlak, maka Nabi SAW paling baik akhlaknya, kalau soal tolong menolong maka Nabi SAW paling baik tolong menolongnya. Sekali lagi saya katakan bukan soal akhlak, tolong menolong dan silaturrahim nabi SAW hijrah, tapi karena tauhidullah. Tauhidullah itulah yang awalnya membedakan Islam dengan agama lainnya. Dan Islam itu tidak akan pernah sama dengan agama lainnya, itu dikuatkan dengan firman Allah SWT :

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” [Ali ‘Imran: 19]

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali ‘Imran: 85]

MAKNA HIJRAH

Hijrah itu berarti pindah secara makaniyyah dan maknawiyyah. Hijrah Makaniyyah adalah hijrah dari suatu daerah ke daerah yang lain, seperti yang dilakukan para sahabat hijrah ke Habasyah (Etiopia) dan hijrah para sahabat dan nabi SAW ke Madinah.  

Ada pun Hijrah Maknawiyyah terbagi dalam beberapa katagori, yakni:

1. Qulubiyyah ( bersifat Qolbu) terkait dengan niat,  i'tiqodiyyah dan fikriyyah (cara pandang terhadap segala sesuatunya, seperti; nikmat kaya sebagai ujian, ZIS  sbg Ekonomi Berjama'ah dsb),

2. Syu'uriyyah (hedonism), meninggalkan kesenangan-kesenangan yang sia-sia, seperti berjudi, main domino sampai larut malam, bergunjing dsb,

3. Sulukiyyah, merubah akhlak mazmumah (tercela) kepada akhlak mahmudah (terpuji),

 4. Taubat, berubah dari pendosa kepada muslim kaffah (totalitas). Menyesali semua dosa terdahulu dan kembali ke jalan yang benar Dinul Islam.

PENUTUP

Hijrah merupakan ajaran Islam yang bersifat makaniyyah dan maknawiyyah yang membawa banyak kebaikan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama