KENAPA ALLAH TIDAK DAPAT DILIHAT OLEH MANUSIA DI BUMI ?


KENAPA ALLAH TIDAK DAPAT DILIHAT
OLEH MANUSIA DI BUMI ?
UHJA (Ustadz Hamzah Johan Albatahany


Tujuan Penulisan
Menjelaskan eksistensi Allah SWT kepada Kaum Atheist.

Pertanyaan
Kenapa Allah Tidak Dapat Dilihat oleh Manusia di Bumi ?

Jawabannya :

1. Karena Allah tidak sama dengan makhluq.
2. Karena Zat Allah berada jauh diluar zat makhluq.
3. Karena keterbatasan jarak pandang mata manusia.
4. Karena adanya benda-benda penghambat penglihatan manusia.

PENJELASANNYA:

1. Karena Allah Tidak Sama Dengan Makhluk.
Allah adalah Sang Kholiq (Yang Maha Pencipta) sedangkan manusia, bumi, bulan, matahari dan sebagainya adalah makhluq (yang diciptakan). Makhluq terdiri dari alam materi nyata dan tak nyata. Makhluq yang nyata seperti manusia, hewan, tanaman, planet, galaksi dan lain-lain, sedangkan makhluq tak nyata seperti jin dan malaikat. Semua makhluq itu ada awalnya dan ada akhirnya, sedangkan Allah tidak berawal dan tidak berakhir. Zat makhluq dapat diteliti oleh manusia, sedangkan zat Allah tidak dapat diteliti oleh manusia.

2. Karena Zat Allah Berada Jauh Diluar Zat Makhluq.
Dalam ajaran Islam, Allah SWT itu berada diluar ciptaan-Nya (makhluq). Semua ciptaan-Nya  (manusia, bumi, langit, syurga dan neraka dsb) berada dalam genggaman-Nya (Q.S Az-Zumar : 67).
Ibarat sebuah kleren digenggam dengan tangan, maka kleren itu seumpama seluruh makhluk yang sedang digenggam oleh Allah SWT. Maka sangat jelas perbedaan dimana makhluq dan Sang Kholiq berada. Makhluq berposisi didalam genggaman Sang Kholiq, dan Sang Kholiq berposisi diluar makhluq. Zat makhluq tidak bersatu dengan zat Sang Kholiq/Allah SWT. Posisi Zat Allah sangat jauh jika diukur dari bumi. Jarak tersebut melintasi tujuh lapis langit, lapisan kursiy, lapisan al-Maa', lapisan syurga dan neraka, lapisan al-'Arsy, terakhir lapisan alam malaikat pemanggul al-'Arsy. Sesudah itu tidak ada lagi makhluk, kecuali genggaman Allah SWT terhadap semua makhluq tersebut.

3. Karena Keterbatasan Jarak Pandang Mata Manusia
Menurut sebagian pakar, bahwa jarak standar pandangan mata manusia normal paling jauh sekitar 3,5 mil atau 5 Km. Namun hal itu sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh ukuran objek/benda yang dilihat serta unsur-unsur yang menghalanginya, seperti awan, uap air dll.
Sampai sa'at ini jarak pandang mata manusia belum dapat mencapai lapisan langit pertama yang diperkirakan jaraknya triliunan tahun cahaya. Data terakhir yang bisa dilihat oleh manusia yang dibantu teleskop HUBBLE, jarak terjauhnya yang dapat dijangkau adalah 30 Milyar tahun cahaya. Betapa terbatasnya jarak pandang mata manusia meski pun dibantu oleh teleskop yang canggih. Bagaimana bisa melihat wajah Allah, sedangkan melihat lapisan langit pertama saja tak terjangkau.

4. Karena Adanya Benda-Benda Penghambat Penglihatan Manusia
Benda-benda yang menghambat penglihatan manusia itu seperti uap air, awan, lapisan-lapisan langit, lapisan Kursiy, lapisan syurga dan neraka, lapisan al-'Arsy dsb. Andai pun mata manusia punya kemampuan melihat sampai tak terhingga, maka tidak dapat dinafikan lapisan-lapisan langit itu menjadi penghambat mata manusia melihat zat Allah SWT.
Akan tetapi jika manusia telah masuk syurga Firdaus barulah ia dapat melihat wajah Allah SWT  (QS. Al-Qiyamah:22-23)

Itulah empat hal kenapa Allah SWT tidak dapat dilihat oleh manusia di muka bumi.
Wallahu a'lam.

Batam, Kamis 3 Shafar 1441 H / 3 Oktober 2019
by HAMZAH JOHAN ALBATAHANY






Lebih baru Lebih lama