PRO KONTRA TENTANG SHARE BERITA-BERITA PANDEMI COVID-19

Pro Kontra tentang Share Berita Corona

Sebagian orang berpendapat bahwa mengirim berita-berita tentang wabah virus corona tidaklah baik dengan alasan menimbulkan ketakutan dan kegelisahan atau depresi yang dapat merusak jiwa dan menurunkan sistem imun tubuh seseorang, sehingga  rentan menjadi korban virus corona tersebut.
Sekilas pandangan semacam ini ada juga benarnya, sebab ada sebagian orang yang tidak kuat menerima berita-berita tentang bencana dan kematian. Bukankah berita-berita tentang wabah atau pandemi covid-19 ini bagian dari berita bencana dan kematian? Sangat benar sekali ! Bahwa berita-berita tentang covid-19 itu cenderung mengemukakan berbagai hal yang mengkhawatirkan dan menakutkan, seperti monster yang selalu siap membunuh setiap orang di setiap tempat dan waktu. Ditambah lagi dengan berita-berita hoax yang bersileweran di jagad maya yang menambah prustrasi dan depresi semakin meningkat.

Akan tetapi pandangan tentang ketakutan dan depresi seseorang mendengar atau menerima berita bencana dan kematian itu bersimpang jalan antara para pakar, seperti berbedanya antara pendapat psikolog dan ahli agama ( ulama ).

Seorang psikolog tolok ukur pandangannya tentu berpedoman pada psikologi. Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Para psikolog berusaha mempelajari peran fungsi mental dalam perilaku individu maupun kelompok, selain juga mempelajari tentang proses fisiologis dan neurobiologis yang mendasari perilaku. Maka ketika para psikolog dihadapkan pada persoalan korban ketakutan wabah covid-19 tentu lebih menyarankan seseorang untuk tidak mengirimkankan berita-berita wabah tersebut kepada orang lain karena dapat mengganggu atau merusak mental seseorang.

Berbeda dengan pandangan ahli agama (ulama). Tolok ukur pandangannya bersumber dari al-Qur'an dan al-Hadits. Maka ketika dihadapkan pada persoalan korban ketakutan wabah covid-19 maka saran seorang ulama agar selalu memperhatikan dan menerima sebanyak mungkin berita-berita tentang covid-19, karena ada beberapa alasannya, yaitu :

1. Anjuran Selalu Mengingat Setiap Peringatan.

Allah SWT berfirman,

فَذَكِّرْ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكْرَىٰ 

"oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat".(Al-A'la 87:9)

Berita-berita covid-19 tersebut merupakan peringatan yang harus selalu diingatkan guna menyadarkan seseorang akan kekuasaan Allah SWT. Peringatan itu akan menambah keimanan bagi orang yang beriman, sebaliknya menjadi penyakit bagi orang kafir dan munafik.

2. Covid-19 Tidak Lebih Mengancam Daripada Neraka.

Allah SWT berfirman,
 فَذَكِّرْ بِٱلْقُرْءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ 

"Maka berilah peringatan dengan Al-Qur'an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku".(Qaf 50:45).

Perhatikan ancaman Allah dalam al-Qur'an! Berulangkali kata 'neraka' disebutkan, lebih kurang 256 kali. Berita, cerita dan gambaran tentang neraka itu amat sangat dahsyat, menakutkan dan mengerikan di dalam al-Qur'an. Apatah lagi dalam al-Hadits.

Jika berita covid-19 lebih menakutkan anda daripada berita neraka, maka sangat dipertanyakan keyakinan anda pada al-Qur'an !?

Jadi, jika ada seseorang yang share berita tentang covid-19 atau bencana lainnya kepada kita tidak usah alergi. Justru berita-berita tersebut kita syukuri guna memperingatkan kita akan persiapan bekal hidup di dunia dan bekal kita ke akhirat.

Sekali lagi saya ingatkan, bahwa berita-berita covid-19 itu akan menambah keimanan bagi orang yang beriman, sebaliknya menambah depresi bagi orang kafir dan munafik.

Wallahu a'lam

Batam, 
Kamis, 15 Sya'ban 1441 H.
9 April 2020 M.

Hamzah Johan Albatahany

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama