HADITS - HADITS DALAM ASY-SYAMĀIL AL-MUHAMMADIYYAH [الشمائل المحمدية] (KEPRIBADIAN RASULULLAH SAW) KARYA IMAM TIRMIDZI : Hadits 1-15


HADITS - HADITS DALAM ASY-SYAMĀIL AL-MUHAMMADIYYAH [الشمائل المحمدية] (KEPRIBADIAN RASULULLAH SAW) KARYA IMAM TIRMIDZI : Hadits 1-15

Editor: Hamzah Johan Albatahany

Imam Al-Hafizh Abu 'Isa Muhammad bin 'Isa bin Saurah at-Tirmidzi menukilkan dalam kitabnya As-Syamailul Muhammadiyyah, hadits-hadits tentang kepribadian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Belakangan kitab tersebut semakin viral karena banyak orang yang ingin kenal dengan kepribadian Rasulullah yang sangat luhur dan mulia. Kitab tersebut jika dihayati maka akan menanamkan kecintaan kepada nabi SAW dan menumbuhkan akhlak mulia pada diri kita.

Pada situs zonadakwah.com ini sengaja saya share hadits-hadits yang ada dalam kitab As-Syamailul Muhammadiyyah tsb agar dapat dimanfaatkan oleh siapa saja untuk keperluan dakwah. Hadits-hadits tersebut sebagai berikut :


HADITS 1

حَدَّثَنَا عَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدُّورِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبُو عُثْمَانَ الْوَلِيدُ بْنُ أَبِي الْوَلِيدِ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ خَارِجَةَ، عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ، قَالَ‏:‏ دَخَلَ نَفَرٌ عَلَى زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ، فَقَالُوا لَهُ‏:‏ حَدِّثْنَا أَحَادِيثَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، قَالَ‏:‏ مَاذَا أُحَدِّثُكُمْ‏؟‏ كُنْتُ جَارَهُ فَكَانَ إِذَا نَزَلَ عَلَيْهِ الْوَحْيُ بَعَثَ إِلَيَّ فَكَتَبْتُهُ لَهُ، فَكُنَّا إِذَا ذَكَرْنَا الدُّنْيَا ذَكَرَهَا مَعَنَا، وَإِذَا ذَكَرْنَا الآخِرَةَ ذَكَرَهَا مَعَنَا، وَإِذَا ذَكَرْنَا الطَّعَامَ ذَكَرَهُ مَعَنَا، فَكُلُّ هَذَا أُحَدِّثُكُمْ عَنِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم‏.‏

Artinya:

Khaarijah bin Zayd bin Tsaabit Radiyallahu 'Anhu mengatakan bahwa sebuah kelompok datang ke Zayd bin Tsaabit (ayahnya) dan memintanya untuk menjelaskan kepada mereka beberapa fakta tentang Rasulullah Sallallahu' Alayhi Wasallam.  Dia menjawab.  "Apa yang bisa saya gambarkan kepada Anda tentang Rasulullah Sallallahu 'Alayhi' Wasallam. (Itu di luar kemampuan saya untuk menggambarkan mereka). Saya adalah tetangga Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam. (Oleh karena itu dia kebanyakan hadir dan mengetahui banyak fakta. Dia adalah  juga seorang penulis dari wahyu-wahyu). Ketika wahyu diturunkan kepada Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam, dia memanggil saya, saya datang dan menulisnya. (Sayyidina Rasulullah Sallallahu' Alayhi Wasallam selalu menunjukkan kebaikan, dan membuat kami merasa nyaman)  Apapun yang kita diskusikan, dia membicarakan hal yang sama. Jika kita membahas beberapa urusan duniawi, dia juga membicarakannya. (Bukan karena dia hanya berbicara tentang akhirat kepada kita, dan membenci pembicaraan tentang urusan duniawi). Ketika kita berbicara tentang  akhirat, dia juga berbicara tentang akhirat. Ketika kita mulai berbicara tentang akhirat, dia menggambarkan kejadiannya dll secara rinci). 'Ketika kita berbicara tentang makanan, Rasulullah Sallallahu' Alayhi Wasallam juga membicarakannya. (Etiketnya, manfaatnya,  makanan enak, makanan yang berbahaya, dll. Di sebelumnya )  Ada banyak perintah Sayyidina Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam yang disebutkan.  yaitu 'Sungguh cuka kari yang luar biasa'.  'Gunakan minyak zaitun, ini dari pohon mubaarak'.  dll.).  Semua ini saya katakan adalah fakta tentang Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam' ".


HADITS 2

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُوسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ بُكَيْرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي زِيَادٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ الْقُرَظِيِّ، عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، قَالَ‏:‏ كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، يُقْبِلُ بِوَجْهِهِ وَحَدِيثِهِ عَلَى أَشَرِّ الْقَوْمِ، يَتَأَلَّفُهُمْ بِذَلِكَ فَكَانَ يُقْبِلُ بِوَجْهِهِ وَحَدِيثِهِ عَلَيَّ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنِّي خَيْرُ الْقَوْمِ، فَقُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَنَا خَيْرٌ أَوْ أَبُو بَكْرٍ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ أَبُو بَكْرٍ، فَقُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَنَا خَيْرٌ أَوْ عُمَرُ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ عُمَرُ، فَقُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَنَا خَيْرٌ أَوْ عُثْمَانُ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ عُثْمَانُ، فَلَمَّا سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَصَدَقَنِي فَلَوَدِدْتُ أَنِّي لَمْ أَكُنْ سَأَلْتُهُ‏.‏

Artinya:

'Amr ibnu 'Aash Radiyallahu 'Anhu mengemukakan:

 (Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam memberikan perhatian, berbicara dan menunjukkan cinta kepada orang yang paling buruk dari suatu bangsa. Sehingga, orang tersebut dapat merasa diberi perhatian khusus). Dia biasa memberi perhatian, dan berbicara kepada saya juga dalam suatu  kaum. Dengan cara itu, saya mulai merasa bahwa saya adalah yang terbaik di antara masyarakat. (Oleh karena itu suatu hari) saya bertanya: 'Ya Rasulullah, apakah saya lebih baik atau Abubakar lebih baik?'  Dia menjawab: 'Abubakar'. Saya kemudian bertanya: 'Apakah saya lebih baik, atau' Umar? '  Dia menjawab, "Umar '.  Saya bertanya: 'Apakah saya lebih baik atau 'Ustman? '  Dia menjawab: 'Utsman'.  Ketika saya menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini, Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam mengatakan yang sebenarnya.  (Dia tidak memberi tahu saya bahwa saya lebih baik membuat saya bahagia. Setelah itu saya merasa malu pada diri saya sendiri atas perbuatan ini).  Saya merasa saya seharusnya tidak menanyakan pertanyaan seperti itu ".


HADITS 3

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ الضُّبَعِيُّ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ‏:‏ خَدَمْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَشْرَ سِنِينَ، فَمَا قَالَ لِي أُفٍّ قَطُّ، وَمَا قَالَ لِشَيْءٍ صَنَعْتُهُ، لِمَ صَنَعْتَهُ، وَلا لِشَيْءٍ تَرَكْتُهُ، لِمَ تَرَكْتَهُ‏؟‏ وَكَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، مِنْ أَحْسَنِ النَّاسِ خُلُقًا، وَلا مَسَسْتُ خَزًّا وَلا حَرِيرًا، وَلا شَيْئًا كَانَ أَلْيَنَ مِنْ كَفِّ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، وَلا شَمَمْتُ مِسْكًا قَطُّ، وَلا عِطْرًا كَانَ أَطْيَبَ مِنْ عَرَقِ رسول الله صلى الله عليه وسلم‏.‏

Artinya:

Anas bin Maalik Radiyallahu 'Anhu mengatakan:

 “Saya tetap dalam pengabdian (Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam selama sepuluh tahun. Dia tidak pernah sekalipun mengatakan kepada saya' Oof '. Ketika saya melakukan sesuatu, dia tidak pernah bertanya kepada saya, mengapa Anda melakukannya? Ketika saya tidak melakukan tugas tertentu  , dia tidak pernah bertanya mengapa saya tidak melakukannya. Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam memiliki karakter terbaik di antara semua orang. (dan juga memiliki ciri-ciri paling luar biasa, begitu banyak,) sehingga saya tidak pernah merasakan kain sutra, atau sutra murni  , tidak ada hal lain yang lebih lembut dari pada telapak tangan Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam. Saya juga tidak mencium bau musk atau wangi lainnya, yang lebih harum dari pada keringat Rasulullah Sallallahu' Alayhi Wasallam ".


HADITS 4

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَأَحَمْدُ بْنُ عَبْدَةَ هُوَ الضَّبِّيُّ، وَالْمَعْنَى وَاحِدٌ، قَالا‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ سَلْمٍ الْعَلَوِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، أَنَّهُ كَانَ عِنْدَهُ رَجُلٌ بِهِ أَثَرُ صُفْرَةٍ، قَالَ‏:‏ وَكَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، لا يكَادُ يُواجِهُ أَحَدًا بِشَيْءٍ يَكْرَهُهُ، فَلَمَّا قَامَ، قَالَ لِلْقَوْمِ‏:‏ لَوْ قُلْتُمْ لَهُ يَدَعُ هَذِهِ الصُّفْرَةَ‏.‏

Artinya:

Anas Radiyallahu 'Anhu mengatakan:

 “Seseorang yang mengenakan pakaian berwarna kuning itu sedang duduk oleh Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam. Sudah menjadi kebiasaan Rasulullah Sallallahu' Alayhi Wasallam untuk tidak secara blak-blakan mengungkapkan hal-hal yang tidak dia setujui. (Oleh karena itu dia diam saja). Ketika orang itu pergi  , Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam berkata kepada mereka yang hadir 'Akan lebih baik jika kamu menyuruhnya untuk tidak memakai pakaian kuning' ".


HADITS 5

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ الْجَدَلِيِّ وَاسْمُهُ عَبْدُ بْنُ عَبْدٍ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ‏:‏ لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَاحِشًا، وَلا مُتَفَحِّشًا وَلا صَخَّابًا فِي الأَسْوَاقِ، وَلا يَجْزِئُ بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ، وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَصْفَحُ‏.‏

Artinya:

'Āisyah Radiyallahu' Anha mengemukakan, bahwa:

 “Bukan sifat Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam untuk berbicara tidak senonoh, dia juga tidak menggunakan bahasa cabul. Dia juga tidak berteriak dan berbicara di pasar (yang bertentangan dengan martabat). Dia tidak membalas dendam yang buruk.  perbuatan dengan yang buruk, tapi maafkan, dan setelah itu bahkan tidak menyebutkannya ".


HADITS 6

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ‏:‏ مَا ضَرَبَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، بِيَدِهِ شَيْئًا قَطُّ، إِلا أَنْ يُجَاهِدَ فِي سَبِيلِ اللهِ، وَلا ضَرَبَ خَادِمًا َوِلا امْرَأَةً‏.‏

Artinya:

'Āisyah Radiyallahu' Anha mengemukakan:

 "Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam tidak memukul apapun dengan tangannya, selain saat ia berjihad di Jalan Allah. Ia tidak memukul seorang hamba atau wanita (istri, budak perempuan dll)".


HADITS 7

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ عِيَاضٍ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ‏:‏ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم مُنْتَصِرًا مِنْ مَظْلَمَةٍ ظُلِمَهَا قَطُّ، مَا لَمْ يُنْتَهَكْ مِنْ مَحَارِمِ اللهِ تَعَالَى شَيْءٌ، فَإِذَا انْتُهِكَ مِنْ مَحَارِمِ اللهِ شَيْءٌ كَانَ مِنْ أَشَدِّهِمْ فِي ذَلِكَ غَضَبًا، وَمَا خُيِّرَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ، إِلا اخْتَارَ أَيْسَرَهُمَا، مَا لَمْ يَكُنْ مَأْثَمًا‏.‏

Artinya:

'Āisyah Radiyallahu' Anha mengatakan:

 "Saya belum pernah melihat Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam membalaskan dendam atas penderitaan pribadi, tetapi jika seseorang melanggar hal yang dilarang dari yang dilarang oleh Allah, (Melakukan perbuatan haram. Para penafsir hadits mengatakan hak-hak manusia juga termasuk)  maka tidak ada yang lebih marah dari pada Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam. Setiap kali Rasulullah Sallallahu' Alayhi Wasallam diberi pilihan antara dua hal, ia selalu memilih yang sederhana, jika tidak mengarah pada jenis dosa apapun ".


HADITS 8

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتِ‏:‏ اسْتَأْذَنَ رَجُلٌ عَلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، وَأَنَا عِنْدَهُ، فَقَالَ‏:‏ بِئْسَ ابْنُ الْعَشِيرَةِ أَوْ أَخُو الْعَشِيرَةِ، ثُمَّ أَذِنَ لَهُ، فَأَلانَ لَهُ الْقَوْلَ، فَلَمَّا خَرَجَ، قُلْتُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، قُلْتَ مَا قُلْتَ ثُمَّ أَلَنْتَ لَهُ الْقَوْلَ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ يَا عَائِشَةُ، إِنَّ مِنْ شَرِّ النَّاسِ مَنْ تَرَكَهُ النَّاسُ أَوْ وَدَعَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ فُحْشِهِ‏.‏

Artinya:

'Āisyah Radiyallahu' Anha mengemukakan.  “Seseorang meminta ijin untuk menghadap Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam selama saya bersamanya. Rasulullah Sallallahu' Alayhi Wasallam berkata:

 'Betapa jahatnya dia di antara komunitasnya'.  Setelah mengatakan ini, dia memberinya izin untuk masuk.  Setelah orang itu masuk, dia berbicara dengan sangat lembut kepadanya.  Ketika orang itu pergi, aku berkata: 'Wahai Rasulullah, kamu mengatakan apa yang kamu katakan sebelum dia masuk, lalu kamu berbicara dengan sangat lembut kepadanya ,.  Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam berkata:' O 'Āisyah, orang terburuk adalah yang berhenti berbicara kepada seseorang karena ketidaksenonohannya' ".


HADITS 9

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا جُمَيْعُ بْنُ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْعِجْلِيُّ، قَالَ‏:‏ أَنْبَأَنَا رَجُلٌ مِنْ بَنِي تَمِيمٍ مِنْ وَلَدِ أَبِي هَالَةَ زَوْجِ خَدِيجَةَ، وَيُكْنَى أَبَا عَبْدِ اللهِ، عَنِ ابْنٍ لأَبِي هَالَةَ، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ، قَالَ‏:‏ قَالَ الْحُسَيْنُ‏:‏ سَأَلْتُ أَبي عَنْ سِيرَةِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فِي جُلَسَائِهِ، فَقَالَ‏:‏ كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، دَائِمَ الْبِشْرِ، سَهْلَ الْخُلُقِ، لَيِّنَ الْجَانِبِ، لَيْسَ بِفَظٍّ وَلا غَلِيظٍ، وَلا صَخَّابٍ وَلا فَحَّاشٍ، وَلا عَيَّابٍ وَلا مُشَاحٍ، يَتَغَافَلُ عَمَّا لا يَشْتَهِي، وَلا يُؤْيِسُ مِنْهُ رَاجِيهِ وَلا يُخَيَّبُ فِيهِ، قَدْ تَرَكَ نَفْسَهُ مِنْ ثَلاثٍ‏:‏ الْمِرَاءِ، وَالإِكْثَارِ، وَمَا لا يَعْنِيهِ، وَتَرَكَ النَّاسَ مِنْ ثَلاثٍ‏:‏ كَانَ لا يَذُمُّ أَحَدًا، وَلا يَعِيبُهُ، وَلا يَطْلُبُ عَوْرتَهُ، وَلا يَتَكَلَّمُ إِلا فِيمَا رَجَا ثَوَابَهُ، وَإِذَا تَكَلَّمَ أَطْرَقَ جُلَسَاؤُهُ، كَأَنَّمَا عَلَى رُؤُوسِهِمُ الطَّيْرُ، فَإِذَا سَكَتَ تَكَلَّمُوا لا يَتَنَازَعُونَ عِنْدَهُ الْحَدِيثَ، وَمَنْ تَكَلَّمَ عِنْدَهُ أَنْصَتُوا لَهُ حَتَّى يَفْرُغَ، حَدِيثُهُمْ عِنْدَهُ حَدِيثُ أَوَّلِهِمْ، يَضْحَكُ مِمَّا يَضْحَكُونَ مِنْهُ، وَيَتَعَجَّبُ مِمَّا يَتَعَجَّبُونَ مِنْهُ، وَيَصْبِرُ لِلْغَرِيبِ عَلَى الْجَفْوَةِ فِي مَنْطِقِهِ وَمَسْأَلَتِهِ، حَتَّى إِنْ كَانَ أَصْحَابُهُ، وَيَقُولُ‏:‏ إِذَا رَأَيْتُمْ طَالِبَ حَاجَةٍ يِطْلُبُهَا فَأَرْفِدُوهُ، وَلا يَقْبَلُ الثَّنَاءَ إِلا مِنْ مُكَافِئٍ وَلا يَقْطَعُ عَلَى أَحَدٍ حَدِيثَهُ حَتَّى يَجُوزَ فَيَقْطَعُهُ بِنَهْيٍ أَوْ قِيَامٍ‏.‏

Artinya:

Imaam Hasan Radiyallahu 'Anhu berkata, (adik laki-lakiku) Husayn berkata:"Saya bertanya kepada ayah saya (Sayyidina 'Ali Radiyallahu' Anhu) tentang perilaku Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam di majelisnya' Dia menjawab .. 'Rasulullah Sallallahu' Alayhi Wasallam selalu bahagia dan santun. Selalu ada senyum dan a  tanda kebahagiaan di wajahnya yang diberkati. Dia lembut hati dan ketika orang-orang membutuhkan persetujuannya, dia dengan mudah memberikan persetujuan. Dia tidak berbicara dengan nada yang kasar juga tidak berhati batu. Dia tidak berteriak saat berbicara, juga tidak  dia kasar atau berbicara tidak senonoh. Dia tidak mencari kesalahan orang lain. Dia tidak pernah memuji apapun atau bercanda, juga bukan pelit. Dia menjauhkan diri dari bahasa yang tidak diinginkan dan tidak membuat seolah-olah dia tidak mendengar apapun. Jika dia  tidak setuju dengan keinginan orang berikutnya, dia tidak membuat orang itu merasa kecil hati, juga tidak menjanjikan apa pun kepada orang itu. Dia sepenuhnya menjauhkan diri dari tiga hal: dari pertengkaran, kesombongan dan ucapan yang tidak masuk akal. Dia melarang orang dari tiga hal.  Dia tidak mempermalukan  atau menghina siapa pun, juga tidak mencari kesalahan orang lain, dia hanya mengatakan bahwa dari mana thawaab dan pahala diperoleh.  Ketika dia berbicara, mereka yang hadir menundukkan kepala sedemikian rupa, seolah-olah burung sedang duduk di atas kepala mereka.  (Mereka tidak bergeser, karena burung akan terbang dengan sedikit gerakan).  Ketika dia menyelesaikan ceramahnya, yang lain akan mulai berbicara.  (Tidak ada yang akan berbicara ketika Sayyidina Rasulullah Sallallahu'Alayhi Wasallam berbicara. Apapun yang ingin dikatakan, akan dikatakan setelah dia selesai berbicara).  Mereka tidak berdebat di hadapannya tentang apa pun.  Setiap kali seseorang berbicara dengannya, yang lain akan diam dan mendengarkan sampai dia selesai.  Pidato setiap orang seolah-olah orang pertama yang berbicara.  (Mereka memberi perhatian pada apa yang dikatakan setiap orang. Tidak seperti umumnya ditemukan bahwa pada awalnya orang memberi perhatian penuh, dan jika pembicaraan diperpanjang mereka menjadi bosan, dan mulai kurang memperhatikan).  Ketika semua menertawakan sesuatu, dia akan tertawa juga.  Hal-hal yang mengejutkan orang-orang, dia juga akan menunjukkan keterkejutannya tentang itu.  (Dia tidak akan duduk diam dan menjauhkan diri dari semua orang, tetapi menjadikan dirinya bagian dari pertemuan itu).  Dia melatih kesabaran atas pertanyaan kasar dan tidak senonoh dari seorang pengelana.  (Penduduk desa biasanya mengajukan pertanyaan yang tidak relevan. Mereka tidak menunjukkan sopan santun dan menanyakan semua jenis pertanyaan. Sayyidina Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam tidak menegur mereka tetapi melatih kesabaran).  Para Sahaabah akan membawa para musafir ke majelisnya (sehingga mereka sendiri dapat memperoleh manfaat dari berbagai jenis pertanyaan yang diajukan oleh orang-orang ini, dan juga mendengar beberapa pertanyaan yang mereka sendiri, karena etiket, tidak akan menanyakannya).  Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam' akan berkata: 'Ketika kamu melihat seseorang yang membutuhkan, maka selalu' tolonglah orang itu '.  (Jika seseorang memujinya, dia akan membencinya).  Jika seseorang, dengan puji syukur memujinya, dia akan tetap diam, (karena itu perlu seseorang 'berterima kasih kepada seseorang untuk kebaikan atau perbuatan baik. Itu seperti orang yang memenuhi tugasnya. Beberapa ulama telah menerjemahkan ini  sebagai: 'Jika seseorang tidak melebihi dalam memujinya, dia akan diam'. Artinya jika dia melebihi dia akan melarangnya).  Dia tidak menyela pembicaraan seseorang dan tidak mulai berbicara ketika orang lain sedang sibuk berbicara.  Jika seseorang melebihi batas, dia akan menghentikannya atau akan bangkit dan pergi (sehingga orang itu akan berhenti) "


HADITS 10

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ، يَقُولُ‏:‏ مَا سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، شَيْئًا قَطُّ فَقَالَ‏:‏ لا‏.‏

Artinya:

Jaabir Radiyallahu 'Anhu berkata.  "Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam tidak pernah berkata' Tidak 'untuk permintaan seseorang".


HADITS 11

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عِمْرَانَ أَبُو الْقَاسِمِ الْقُرَشِيُّ الْمَكِّيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ‏:‏ كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، حَتَّى يَنْسَلِخَ، فَيَأْتِيهِ جِبْرِيلُ، فَيَعْرِضُ عَلَيْهِ الْقُرْآنَ، فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ‏.‏

Artinya:

Ibn 'Abbaas Radiyallahu' Anhu mengatakan:

 “Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam adalah orang yang paling dermawan di antara orang-orang dalam melakukan perbuatan baik (Tidak ada yang bisa membandingkan dengan dia dalam kemurahan hati. Dia sendiri menjalani hidup yang sederhana, tetapi dalam memberi dia akan membuat raja malu. Pada saat sangat membutuhkan)  Seorang wanita memberinya selembar kertas, dan dia memakainya saat dia membutuhkannya. Seseorang datang kepadanya, dan memintanya, dia memberikan lembar itu kepada orang itu. Mengambil pinjaman dan memenuhi kebutuhan orang lain, ketika  kreditor datang, dan jika sesuatu datang dari suatu tempat, ia akan membayar utangnya, dan tidak pulang sampai semuanya diberikan kepada yang membutuhkan. Ada banyak kejadian seperti ini, sedemikian rupa sehingga tidak mungkin untuk menghitungnya  Khususnya di bulan Ramadhan, dia akan lebih murah hati sampai bulan itu berakhir. (Kemurahan hatinya di bulan ini melebihi bulan-bulan lainnya). Di bulan ini ketika Jibril 'Alayhis Salaam datang dan membaca Al-Qur'an kepada  Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam, pada saat itu melebihi kemurahan hatinya  angin yang membawa hujan lebat ".


HADITS 12

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ‏:‏ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، لا يَدَّخِرُ شَيْئًا لِغَدٍ‏.‏

Artinya:

Anas Radiyallahu 'Anhu mengatakan:

 “Rasulullah. Sallallahu 'Alayhi Wasallam tidak menyimpan apapun untuk esok hari”.


HADITS 13

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مُوسَى بْنِ أَبِي عَلْقَمَةَ الْمَدِينِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ هِشَامِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، أَنَّ رَجُلا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَسَأَلَهُ أَنْ يُعْطِيَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ مَا عِنْدِي شَيْءٌ، وَلَكِنِ ابْتَعْ عَلَيَّ، فَإِذَا جَاءَنِي شَيْءٌ قَضَيْتُهُ فَقَالَ عُمَرُ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، قَدْ أَعْطَيْتُهُ فَمَّا كَلَّفَكَ اللَّهُ مَا لا تَقْدِرُ عَلَيْهِ، فَكَرِهَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم قَوْلَ عُمَرَ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَنْفِقْ وَلا تَخَفْ مِنْ ذِي الْعَرْشِ إِقْلالا، فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَعُرِفَ فِي وَجْهِهِ الْبِشْرَ لِقَوْلِ الأَنْصَارِيِّ، ثُمَّ قَالَ‏:‏ بِهَذَا أُمِرْتُ‏.‏

Artinya:

'Umar Radiyallahu' Anhu mengemukakan bahwa suatu kali seseorang yang membutuhkan datang untuk menanyakan kebutuhan Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam.  Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam menjawab:

 "Saya tidak memiliki apa-apa saat ini. Pergi dan belilah sesuatu atas nama saya. Ketika sesuatu tiba, saya akan membayarnya".  'Umar Radiyallahu' Anhu berkata: "Ya Rasulullah, apapun yang kamu miliki telah kamu berikan. Allah Ta'aala tidak membuatmu bertanggung jawab atas apa yang tidak sesuai dengan kemampuanmu".  Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam merasa kesal mendengar ucapan' Umar Radiyallahu'Anhu ini.  Kemudian seseorang dari antara, Ansaar berkata: "Ya Rasul, Allah, belanjakan apapun yang Anda inginkan, dan jangan takut ada pengurangan dari Tuhan 'Arsy".  (Tuhan Yang Maha Agung itu adalah Penguasa 'Arsy, tidak ada yang akan mengurangi Karunia-Nya dengan memberi Anda).  Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam tersenyum dan kebahagiaan terlihat di wajahnya karena ucapan Ansaari.  Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam kemudian berkata: "Allah Ta'aala telah memerintahkan saya untuk melakukan ini".


HADITS 14

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذِ بْنِ عَفْرَاءَ، قَالَتْ‏:‏ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، بِقِنَاعٍ مِنْ رُطَبٍ وَأَجْرٍ زُغْبٍ، فَأَعْطَانِي مِلْءَ كَفِّهِ حُلِيًّا وَذَهَبًا‏.‏

Artinya:

Rubayyi' binti Mu'awwidh bin 'Af-raa Radiyallahu 'Anha mengatakan:

 "Saya membawakan kepada Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam sebuah nampan berisi kurma, dan beberapa mentimun kecil. Rasulullah Sallallahu' Alayhi Wasallam memberikan saya segenggam perhiasan".


HADITS 15

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ، وَغَيْرُ وَاحِدٍ، قَالُوا‏:‏ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ‏:‏ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، كَانَ يَقْبَلُ الْهَدِيَّةَ، وَيُثِيبُ عَلَيْهَا‏.‏

Artinya:

'Āisyah Radiyallahu' Anha mengemukakan bahwa Rasulullah Sallallahu 'Alayhi Wasallam menerima hadiah, dan juga memberikan hadiah sebagai balasannya.



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama