MEMBUNUH MANUSIA DALAM PANDANGAN ISLAM

MEMBUNUH MANUSIA DALAM PANDANGAN ISLAM

By Hamzah Johan Albatahany



Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman,

وَلَا تَقْتُلُواالنَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ

“Janganlah kalian membunuh jiwa yang telah diharamkan oleh Allah kecuali dengan sebab yang dibenarkan (oleh syariat).” [QS Al An’am: 151]

Ada 3 hal yang perlu diketahui sehubungan dengan suatu pembunuhan, yaitu;

A. ITSMUL QOTLI (اثم القتل), Dosa Pembunuhan

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الأرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَاأَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

"Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah mebunuh manusia seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya". (Al-Maidah: 32)

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

“Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya adalah neraka Jahannam (dan dia) kekal di dalamnya, Allah akan marah kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan untuknya siksaan yang dahsyat.” [QS An Nisa`: 93]

Dari ayat-ayat tersebut sangat terang bahwa membunuh itu termasuk dosa besar.

B. ASBABUL HAQQI FIL QOTLI ( اسباب الحق في القتل ), alasan Hak untuk membunuh adalah :

1. Dalam Perang (في حَرْب), hanya yang ikut berperang

2. Vonis /putusan Pengadilan ( حٌكْمُ الْمَحْكَمَة ), seperti Qishash, Rajam, Murtad, Makar, dll.

Kebolehan membunuh atas dasar dalam keadaan perang atau karena putusan pengadilan.

C. ISYTIRAKU FIL JARIMAH , الأشتراك في الجريمة (Partisipasi Dalam Kejahatan)

Baik yang menyuruh, yang memfasilitasi, dan yang membunuh terkena dosanya.

"SETIAP YANG PUNYA ANDIL DALAM PEMBUNUHAN MENDAPATKAN DOSANYA"

Allah menyuruh saling menolong dalam kebaikan dan taqwa, tapi melarang tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.

 وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

"..Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (Q.S.5:2)

Adapun dasar turut serta dan berserikat dalam tindak pidana adalah hadis riwayat Daruquthni yang dikutip oleh Syaukani:

 اِذَا أَمْسَكَ الرَّجُلُ وَقَتَلَهُ الْآخَرُ يُقْتَلُ الَّذِيْ قَتَلَ وَيُبْحَسُ الَّذِيْ أمْسَكَ .  (رواه الدارقطنى)  

"Apabila ada seseorang yang menahan orang dan ada orang lain yang membunuhnya, maka bunuh orang yang membunuh dan kurunglah orang yang menahan".(Asy-Syaukani, Nail al-Authar, (Mesir: Dar al-Bab al-Halabi wa Awladuhu), Juz. V: 169.)

Dari hadits ini sangat jelas bahwa orang yang turut serta atau menolong orang dalam melakukan pembunuhan mendapat dosa dan sanksi hukum.

KESIMPULAN

1. Membunuh adalah dosa besar

2. Membunuh atau menghilangkan nyawa seseorag harus berdasarkan syari'at Islam, yaitu dengan alasan keadaan perang atau atas dasar Putusan Pengadilan.

3. Orang yang turut serta dalam pembunuhan tersebut seperti yang menyuruh, yang merencanakan, yang mendanai, yang memfasilitasi terkena dosa pembunuhan.

4. Orang yang membunuh atau yang turut serta dalam pembunuhan tersebut akan mendapatkan sanksi berat di dunia dan siksa yang pedih di akhirat.

Wallahu a'lam.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama