NABI PERNAH KAYA TAPI AKHIRNYA MISKIN KARENA MENOLONG PARA DHU'AFA

 


NABI PERNAH KAYA TAPI AKHIRNYA MISKIN KARENA MENOLONG PARA DHU'AFA

By Hamzah Johan Albatahany

Islam mengajarkan bahwa orang miskin bisa masuk surga dan orang kaya bisa juga masuk surga dengan syarat keduanya bertaubat, beriman dan beramal shaleh [QS.19:60]

Namun dalam suatu hadits disebutkan  kemiskinan dapat mendorong kepada kekafiran [1]. Demikian pula kekayaan dapat membawa kepada kekufuran.

Disatu sisi nabi mendorong orang menjadi kaya agar bertaqwa[2], tapi disisi lain menyebut mulianya jadi orang miskin. Bahkan nabi sendiri berdo'a jadi orang miskin yang akhirnya dikabulkan oleh Allah dipenghujung hidupnya menjadi miskin berhutang gandum pada seorang Yahudi.[3]

Apa makna yang tersirat dari do'a nabi ingin jadi orang miskin tersebut? Makna yang tersirat adalah Nabi menghabiskan kekayaannya  untuk orang miskin meski pada akhirnya jatuh miskin karena membantu mereka.

Hal itu dibuktikan oleh nabi bahwa pada waktu belum jadi rasul beliau bekerja keras mencari kekayaan hingga jadi milyarder bersama sayyidatuna Khadijah radhiallahu 'anha, namun setelah menjadi rasul kekayaan tersebut digunakan untuk agama dan membantu orang miskin. Sifat nabi inilah yang dicontoh oleh Fatimah Az-Zahra' dan suaminya Ali bin Abi Thalib hidup sederhana penuh kekurang karena membantu orang miskin. Harta yang mereka peroleh bukan untuk diri mereka sendiri tapi juga untuk orang lain yang dhu'afa. Mereka miskin bukan karena kekurangan rezki dari Allah, tapi disebabkan sibuk menolong orang miskin. Fatimah Az-Zahra' tak pernah memanfaatkan kekuasaan orang tuanya untuk menjadi kaya. Berbeda dengan anak-anak penguasa lainnya dimasa itu, mereka memanfaatkan jabatan orang tuanya guna mendapatkan tahta dan harta.

Yang paling besar dosanya adalah seorang ayah mendapatkan tahta dengan kecurangan lalu mengkader anaknya seperti dirinya, kemudian tahta dan harta yang mereka peroleh digunakan untuk kezaliman dan kesombongan bukan membantu orang miskin, tapi memanfaatkan suara orang miskin demi harta dan tahta tersebut.

Berikut ini beberapa hadits yang terkait dengan kemiskinan dan kekayaan :

1. DO'A NABI INGIN MISKIN

٢٢٧٥ - حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ وَاصِلٍ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَابِدُ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا الْحَارِثُ بْنُ النُّعْمَانِ اللَّيْثِيُّ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَالَتْ عَائِشَةُ لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّهُمْ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا يَا عَائِشَةُ لَا تَرُدِّي الْمِسْكِينَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ يَا عَائِشَةُ أَحِبِّي الْمَسَاكِينَ وَقَرِّبِيهِمْ فَإِنَّ اللَّهَ يُقَرِّبُكِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ

2275. Telah menceritakan kepada kami 'Abdul A'la bin Washil Al Kufi telah menceritakan kepada kami Tsabit bin Muhammad Al 'Abid Al Kufi telah menceritakan kepada kami Al Harits bin An Nu'man Al Laitsi dari Anas bahwa Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam membaca do'a: ALLAAHUMMA AHYINII MISKIINAW WA AMITNII MISKIINAW WAHSYURNII FI ZUMRATIL MASAAKIINI YAUMAL QIYAAMATI (Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin dan wafatkanlah aku dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah aku pada hari kiamat bersama golongan orang orang miskin), 'A`isyah bertanya: Kenapa wahai Rasulullah? beliau menjawab: "Sesungguhnya mereka akan masuk surga empat puluh tahun lebih dahulu dari pada orang orang kaya, wahai A'isyah jangan kamu tolak orang orang miskin walaupun hanya dengan memberikan secuil kurma, wahai A'isyah cintailah orang orang miskin dan dekatilah mereka karena Allah akan mendekatkan padamu pada hari kiamat." Abu Isa berkata: Hadits ini gharib. (Sunan At-Tirmidzi).

٤١١٦ - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ سِنَانٍ عَنْ أَبِي الْمُبَارَكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ أَحِبُّوا الْمَسَاكِينَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي دُعَائِهِ اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ

4116. Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Abdullah bin Sa'id keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al Ahmar dari Yazid bin Sinan dari Abu Al Mubarak dari 'Atha dari Abu Sa'id Al Khudri dia berkata: "Cintailah oleh kalian kaum fakir miskin. Karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam doanya: 'Ya Allah, wahai Rabbku, hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, dan matikan aku dalam keadaan miskin serta kumpulkan aku dalam keadaan miskin'." (Sunan Ibnu Majah).

2. KEMULIAAN ORANG MISKIN YANG BERTAQWA

٢٢٩١ - حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ الدُّورِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ أَخْبَرَنِي أَبُو هَانِئٍ الْخَوْلَانِيُّ أَنَّ أَبَا عَلِيٍّ عَمْرَو بْنَ مَالِكٍ الْجَنْبِيَّ أَخْبَرَهُ عَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا صَلَّى بِالنَّاسِ يَخِرُّ رِجَالٌ مِنْ قَامَتِهِمْ فِي الصَّلَاةِ مِنْ الْخَصَاصَةِ وَهُمْ أَصْحَابُ الصُّفَّةِ حَتَّى يَقُولَ الْأَعْرَابُ هَؤُلَاءِ مَجَانِينُ أَوْ مَجَانُونَ فَإِذَا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصَرَفَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا لَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ لَأَحْبَبْتُمْ أَنْ تَزْدَادُوا فَاقَةً وَحَاجَةً قَالَ فَضَالَةُ وَأَنَا يَوْمَئِذٍ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ

2291. Telah menceritakan kepada kami Al 'Abbas Ad Duri telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yazid telah menceritakan kepada kami Haiwah bin Syuraih telah mengkhabarkan kepadaku Abu Hani` Al Khaulani bahwa Abu 'Ali bin Malik Al Janbi memberitahu padanya dari Fadlalah bin 'Ubaid, saat Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam shalat bersama orang-orang, beberapa orang jatuh tersungkur saat berdiri dalam shalat karena lapar, mereka adalah para penghuni emperan masjid hingga orang-orang badui berkata: Mereka orang-orang gila. Sesuai shalat, Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam menghampiri mereka lalu bersabda: "Andai kalian mengetahui bagian milik kalian di sisi Allah, niscaya kalian akan suka untuk lebih miskin dan susah." Berkata Fadlalah: Saat itu aku bersama Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam. Berkata Abu Isa: Hadits ini shahih. (Sunan Tirmidzi dan Musnad Ahmad)

3. NABI LEBIH TAKUT DENGAN FITNAH KEKAYAAN DARIPADA FITNAH KEMISKINAN

٢٣٨٦ - حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ مَعْمَرٍ وَيُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَنَّ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ أَخْبَرَهُ أَنَّ الْمِسْوَرَ بْنَ مَخْرَمَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَمْرَو بْنَ عَوْفٍ وَهُوَ حَلِيفُ بَنِي عَامِرِ بْنِ لُؤَيٍّ وَكَانَ شَهِدَ بَدْرًا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ أَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِ فَقَدِمَ بِمَالٍ مِنْ الْبَحْرَيْنِ وَسَمِعَتْ الْأَنْصَارُ بِقُدُومِ أَبِي عُبَيْدَةَ فَوَافَوْا صَلَاةَ الْفَجْرِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصَرَفَ فَتَعَرَّضُوا لَهُ فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ رَآهُمْ ثُمَّ قَالَ أَظُنُّكُمْ سَمِعْتُمْ أَنْ أَبَا عُبَيْدَةَ قَدِمَ بِشَيْءٍ قَالُوا أَجَلْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَأَبْشِرُوا وَأَمِّلُوا مَا يَسُرُّكُمْ فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا فَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ

2386. Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Nashr telah mengkhabarkan kepada kami Abdullah bin Al Mubarak dari Ma'mar dan Yunus dari Az Zuhri bahwa 'Urwah bin Az Zubair memberitahunya bahwa Al Miswar bin Makhramah memberitahunya bahwa Amru bin 'Auf, yang ia adalah sekutu Bani 'Amir bin Lu`ai, yang ia turut serta dalam perang Badar bersama Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam, ia memberitahunya bahwa Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam mengutus Abu 'Ubaidah bin Al Jarrah lalu ia datang membawa harta dari Bahrain dan kaun Anshar mendengar kedatangan Abu 'Ubaidah lalu mereka shalat fajar bersama Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam, seusai shalat Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam bergegas lalu mereka menghadang beliau, Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam tersenyum saat melihat mereka, setelah itu beliau bersabda: "Aku kira kalian mendengar bahwa Abu 'Ubaidah datang membawa sesuatu." Mereka berkata: Benar, wahai Rasulullah. beliau bersabda: "Bergembiralah dan berharaplah apa yang menggembirakan kalian, demi Allah bukan kemiskinan yang aku takutkan pada kalian, tapi aku takut dunia dibentangkan untuk kalian seperti halnya dibentangkan pada orang sebelum kalian, lalu kalian memperlombakannya sebagaimana mereka memperlombakannya lalu ia membinasakan kalian seperti halnya mereka." Berkata Abu Isa: Hadits ini shahih. (Hadits Shahih Bukhari, Muslim, Sunan Tirmidzi dan Musnad Ahmad)

4. KEINGINAN AKHIRAT MEMBUAT RASA CUKUP, TAPI KEINGINAN DUNIA MEMBUAT TAKUT MISKIN

٢٣٨٩ - حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ صَبِيحٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبَانَ وَهُوَ الرَّقَاشِيُّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ

2389. Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami Waqi' dari Ar Rabi' bin Shabih dari Yazid bin Abban Ar Raqasyi dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang keinginannya hanya kehidupan akhirat maka Allah akan memberi rasa cukup dalam hatinya, menyatukan urusannya yang berserakan dan dunia datang kepadanya tanpa dia cari, dan barangsiapa yang keinginannya hanya kehidupan dunia maka Allah akan jadikan kemiskinan selalu membayang-bayangi di antara kedua matanya, mencerai beraikan urusannya dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekedar apa yang telah ditentukan baginya." (Sunan Tirmidzi)

5. DOA AGAR TERLINDUNG DARI FITNAH KEMISKINAN DAN FITNAH KEKAYAAN

٣٤١٧ - حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَقَ الْهَمْدَانِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو بِهَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْفَقْرِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَأَنْقِ قَلْبِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا أَنْقَيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

3417. Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ishaq Al Hamdani telah menceritakan kepada kami 'Abdah bin Sulaiman dari Hisyam bin 'Urwah dari ayahnya dari Aisyah ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam berdoa dengan kalimat-kalimat ini: "ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN FITNATIN NAARI WA 'ADZAABIN NAARI WA FITNATIL QABRI, WA 'ADZAABIL QABRI WA MIN SYARRI FITNATIL GHINAA WA MIN SYARRI FITNATIL FAQRI WA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAAL. ALLAAHUMMAGHSIL KHATHAAYAAYA BIMAAITS TSALJI WAL BARADI WA ANQI QALBII MINAL KHATHAAYAA KAMAA ANQAITATS TSAUBAL ABYADHA MINAD DANAS, WA BAA'ID BAINII WA BAINA KHATHAAYAAYA, KAMAA BAA'ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIB. ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL KASALI WAL HARAMI WAL MA`TSAMI WAL MAGHRAM" (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah neraka, dan adzab Neraka, dan fitnah kubur, adzab kubur, keburukan fitnah kaya dan keburukan fitnah kemiskinan, dan keburukan fitnah Al Masih Dajjal. Ya Allah cucilah kesalahanku dengan air salju, dan embun. Bersihkan hatiku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau bersihkan baju putih dari kotoran, dan jauhkan antara diriku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan pikun, dosa serta hutang). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.(Sunan Tirmidzi)

KESIMPULAN

1. Manusia hidup di dunia dengan dua kemungkinan, yakni miskin atau kaya sebagai cobaan. Dan itu sudah ditentukan di Lauh Mahfuzh.

2. Manusia boleh kaya untuk bertaqwa, tapi berdosa jika digunakan untuk kezaliman,  kesombongan dan kekikiran.

3. Nabi pernah kaya tapi menjadi miskin karena hartanya dihabiskan untuk orang miskin. Tapi di zaman sekarang ada orang menjadi kaya raya karena memanfaatkan suara orang miskin.

4. Nabi tidak memanfaatkan kekuasaan yang ia miliki untuk memperkaya diri dan anak keturunannya serta para sahabatnya.

5. Fatimah Az-Zahra tak pernah memanfaatkan kekuasaan orang tuanya untuk mendapatkan harta dan tahta, ia lebih memilih hidup sederhana.

6. Nabi wafat dengan keadaan miskin sesuai dengan do'anya.

---------------------------

Footnote:
[1]. عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran.” (HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Imân no. 6612)

[2].  قَالَ رَسُولُ اللهِ (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِه) نِعْمَ الْعَوْنُ عَلَى تَقْوَى اللهِ الْغِنَى.

[3]. ١٣٠١٠ - حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ لَقَدْ دُعِيَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ عَلَى خُبْزِ شَعِيرٍ وَإِهَالَةٍ سَنِخَةٍ قَالَ وَلَقَدْ سَمِعْتُهُ ذَاتَ يَوْمِ الْمِرَارِ وَهُوَ يَقُولُ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ مَا أَصْبَحَ عِنْدَ آلِ مُحَمَّدٍ صَاعُ حَبٍّ وَلَا صَاعُ تَمْرٍ وَإِنَّ لَهُ يَوْمَئِذٍ تِسْعَ نِسْوَةٍ وَلَقَدْ رَهَنَ دِرْعًا لَهُ عِنْدَ يَهُودِيٍّ بِالْمَدِينَةِ أَخَذَ مِنْهُ طَعَامًا فَمَا وَجَدَ لَهَا مَا يَفْتَكُّهَا بِهِ
13010. Telah menceritakan kepada kami Hasan telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Qatadah dari Anas bin Malik berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam suatu hari diundang menyantap makan roti gandum dan ihalah (adonan dari mentega atau minyak samin lalu dicampur) yang telah agak berubah bau dan rasanya. (Anas bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata; pada suatu hari yang telah lewat saya telah mendengar beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditangan-Nya, tidak ada pada keluarga Muhammad satu sho' gandum atau satu sho' kurmapun", padahal pada saat itu beliau mempunyai istri sembilan. Beliau juga pernah menggadaikan baju besi miliknya kepada seorang Yahudi di Madinah untuk memperoleh makanan, yang kemudian beliau tidak mendapatkan kawan yang menebus barang tersebut. (Musnad Ahmad)


Wallahu a'lam


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama