ILMU 'AQIDAH ( Bagian 1): PENGANTAR ILMU AQIDAH

 Pengantar Ilmu Aqidah

Oleh: Hamzah Johan Albatahany


Ilmu Aqidah adalah ilmu yang membahas berbagai sudut pandang tentang aqidah. Sebagai Pengantar Ilmu Aqidah perlu dijelaskan beberapa hal, yaitu :

1. Makna Aqidah
2. Jenis Aqidah 
3. Sumber Hukum Aqidah
4. Hubungan Aqidah dengan Amal 
5. Perumpamaan Aqidah
6. Objek Pembahasan Aqidah


1. MAKNA AQIDAH

Secara etimologis: Akidah adalah bahasa Arab, berasal dari kata al-'aqdu (الْعَقْدُ) yang berarti ikatan, at-tautsiiqu (التَّوْثِيْقُ) yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu (اْلإِحْكَامُ) yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquw-wah (الرَّبْطُ بِقُوَّةٍ) yang berarti mengikat dengan kuat.

Secara terminologis: Akidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.

Akidah Islamiyyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan taat kepadaNya, beriman kepada para malaikatNya, rasul-rasulNya, kitab-kitabNya, hari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma' (konsensus) dari salafush shalih, serta seluruh berita-berita qath'i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma' salaf as-shalih.

2. JENIS AQIDAH

Secara garis besarnya ada dua, yaitu Aqidah al-Haq (berdasarkan petunjuk Allah dan rasul-Nya), dan Aqidah al-Bathil (bukan berdasarkan petunjuk Allah).

Aqidah al-Haq itu hanya Islam, selain Islam adalah bathil.

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَٰمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ 

Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.(Aali-Imran 3:85)

3. SUMBER AQIDAH

Sumber aqidah adalah Al-Qur'an dan Al-Hadits

ٱتَّبِعْ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ 

Ikutilah apa yang telah diwahyukan Tuhanmu kepadamu (Muhammad); tidak ada tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.(Al-An'am 6:106)

ثُمَّ جَعَلْنَٰكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِّنَ ٱلْأَمْرِ فَٱتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ 

Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat (peraturan) dari agama itu, maka ikutilah (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui (Al-Jatsiyah 45:18)

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى

“Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barang¬siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaha: 123).

 4. HUBUNGAN AQIDAH DENGAN AMAL

Allah melarang kita merusak amal kita, firman-Nya,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوٓا۟ أَعْمَٰلَكُمْ 

Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu.(Muhammad 47:33)

Hal yang merusak amal manusia adalah menyekutu-Nya.

وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ 

Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.(Az-Zumar 39:65)

5. PERUMPAMAAN AQIDAH

Perumpamaan aqidah seperti pohon yang baik atau pohon yang buruk. Allah berfirman,

{أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (24) تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (25) وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الأرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ (26) }

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun. (QS.Ibrahim 14:24).

Orang yang memiliki aqidah yang baik seperti pohon yang baik, sedangkan orang yang aqidahnya buruk seperti pohon yang buruk akarnya tercabut dan mati.

6. OBJEK PEMBAHASAN AQIDAH 

Secara garis besarnya objek pembahasan tentang aqidah ini ada dua macam, yaitu ma'rifatullah dan tauhidullah. Marifatullah adalah mengenal Allah sehubungan dengan zat dan sifat-sifat-Nya. Sedangkan tauhidullah sehubungan dengan ke-Esaan-Nya, cara mentauhidkan-Nya dan hal-hal yang mendorong untuk menguatkannya serta hal-hal yang dapat merusak ketauhidan tersebut.

Bersambung.... [ Ilmu Aqidah Bagian ke-2]

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama