DUNIA TEMPAT UJIAN DAN PENJARA BAGI MUKMIN

 

DUNIA TEMPAT UJIAN DAN PENJARA BAGI MUKMIN

Orang mukmin itu dipersiapkan oleh Allah untuk bergembira di surga, sedangkan orang kafir dan munafik itu disiapkan untuk berduka di neraka. 

Untuk mendapatkan kegembiraan maka orang mukmin harus menjalani cobaan, ujian dan penderitaan hidup di dunia. Allah berfirman,

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.[ QS 2:214]

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ 

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? 

[Al-'Ankabut 29:2]

Jadi tanda-tanda ahli surga itu adalah orang mukmin yang selalu mendapat ujian dan cobaan. Ujian (bala') adalah sesuatu (unsur) yang menimpa seseorang berupa keburukan (miskin, penyakit dsb) dan kebaikan (kaya dsb) guna meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, untuk kenaikan tingkat lebih mulia, agar sukses kembali ke surga tempat awal asal manusia. Sedangkan cobaan (fitnah) adalah nilai, ukuran dan dampak dari ujian tersebut.

Allah berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةًۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ 

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.[Al-Anbiya 21:35]

Secara gamlang unsur ujian itu disebutkan dalam firman Allah,

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ 

Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, [Al-Baqarah 2:155]

Adapun cobaan sebagai nilai ujian berdampak kepada dua hal yakni kesesatan (dholalah) dan petunjuk (hidayah)

 إِنْ هِىَ إِلَّا فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَن تَشَآءُ وَتَهْدِى مَن تَشَآءُۖ أَنتَ وَلِيُّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَاۖ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْغَٰفِرِينَ 

Itu hanyalah cobaan dari-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pemimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah pemberi ampun yang terbaik.” [Al-A'raf 7:155]

Jadi terang bahwa ujian (bala') merupakan hal-hal yang menimpa manusia, sedangkan cobaan adalah nilai dari ujian tersebut, yakni hidayah atau dholalah. 

Bagi seorang mukmin ujian dan cobaan itu menjadi modal menuju surga, makanya ia selalu bersabar dan bersabar. Ia menyadari bahwa dunia menjadi penjara bagi seorang mukmin dan surga bagi orang kafir. Diriwayatkan dalam hadits,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ »

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392)

Disebut sebagai penjara (sijnun) karena banyak hal-hal yang terlarang bagi mukmin. Disebut sebagai surga (jannah) karena orang kafir menghalalkan segalanya, seolah-olah mereka berada di surga yang dihalalkan semuanya.

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan:

1. Bahwa dunia adalah penjara bagi mukmin, tempat ujian yang berat yang harus dihadapi dengan sabar.

2. Bagi orang kafir dunia ini menjadi surga dan menjadi tujuan hidupnya sehingga menghalalkan segalanya.


Wallahu a'lam.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama