Dua Kegembiraan Bagi Orang Yang Berpuasa

 

Kegembiraan Bagi Orang Yang Berpuasa

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

"Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraa ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya".(HR.Muslim)

Dalam Hadits ini menjelaskan; Pertama, kegembiraan bagi orang yan berpuasa. Secara fisik, orang yang berpuasa tentu merasa lapar dan haus. Waktu terasa berjalan begitu lama. Tak sabar ingin segera berbuka dan membasahi tenggorokannya meski dengan seteguk air. Sewaktu akan berbuka rasa gembira merasuk kedalam jiwa. Semua makanan menggambarkan kelezatannya begitu juga dengan minuman semua terasa menggembirakan. Selain makna tersebut, juga bermakna kegembiraan berbuka dengan datangnya 'idul fitri. Idul fitri semua mukmin bergembira karena sukses melaksanakan ibadah puasa. 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

Insya Allah dengan terampuni dosa kegembiraan akan nuncul, karena salahsatu penyebab penghambat kegembiraan adalah dosa-dosa.

فَإِنَّ الخَيْرَ طُمَأْنِيْنَةٌ وَإِنَّ الشَّرَّ رِيْبَةٌ

Kebaikan selalu mendatangkan ketenangan, sedangkan kejelekan selalu mendatangkan kegelisahan.”[HR. Al-Hakim]

Kedua, kegembiraan ketika bertemu dengan Rabbnya. Inilah kenikmatan tertinggi yang diperoleh orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh. Karena kesungguhannya ia akan mendapatkan maghfirah dari Allah, diampuni dosa-dosanya yang lampau.

Rasanya tiada lagi kebahagiaan yang bisa terungkapkan ketika seseorang berjumpa dengan kekasih yang sangat dirindukannya. Orang yang betul-betul serius dengan puasanya, mereka tidak lagi menginginkan kebahagiaan yang lain di dunia ini selain kesempatan untuk bertemu dengan Tuhannya.

Kebahagiaan fisik berupa hilangnya dahaga ketika berbuka, belum seberapa nikmatnya dibandingkan dengan orang beriman yang berpuasa dan bisa menemui kekasihnya Allah SWT. 

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ 

"(yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya".(Al-Baqarah 2:46)

يٰۤاَيُّهَا الْاِنْسَانُ اِنَّكَ كَادِحٌ اِلٰي رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلٰقِيْهِ ۚ 

"Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya".(Al-Insyiqaq 84:6)

Kegembiraa bertemu dengan Allah adalah puncak kenikmatan dari seluruh kenikmatan.

Semoga kita mampu mendapatkan dua kegembiraan ini dan tidak menjadi orang-orang yang lalai dalam menggapainya. Aamiin.

Batam Ahad 13 Ramadhan 1442 H.

25 April 2021 M

Hamzah Johan Albatahany

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama