Jangan Membenci Orang Yang Tak Mau Membantumu dan Jangan Dendam Pada Orang Yang Tak Pandai Membalas Budi


Jangan Membenci Orang Yang Tak Mau Membantumu dan Jangan Dendam Pada Orang Yang Tak Pandai Membalas Budi


Kalau kamu susah maka minta bantuan pada orang yang kamu anggap mampu membantumu. Tapi jika dia tidak dapat membantumu, maka berbaik sangkalah padanya. Mungkin dia lagi banyak fikiran dan banyak hutang. Atau mungkin dia lagi tidak suka mendapat pahala dari membantumu. Atau dia sudah tidak suka membantumu karena kamu tidak pandai membalas jasa kebaikannya selama ini. Atau Allah sudah mencari gantinya dengan yang lain untuk membantumu.

Jangan khawatir, jika ada orang yang tak mau lagi membantumu, maka yakinlah ada orang selain dia yang akan menggantikannya untuk membantumu, mungkin orang yang lebih ikhlas, orang yang datang membantumu karena Allah semata. Mereka tak kan pernah berhenti membantumu meski pun kamu tidak pandai balas jasa, sebab yang mereka harapkan ridha Allah.  Yang penting kamu tetap mendo'akan kebaikan dan mohonkan ampunan atas dosa-dosa mereka, do'amu itu sebenarnya hakikat balas jasa, namun sebagian orang yang membantu mengharapkan balasan bersifat duniawiyah (ingin penghormatan lebih dari orang yang dibantu).

Jika ada orang yang selama ini membantumu tiba tiba membencimu, itu pertanda Allah akan gantikan dia dengan yang lain yang lebih baik. Jangan kamu balas kebencian mereka, karena rezkimu bukan mereka yang menetapkannya tapi Allah lah yang sudah mengaturnya.

Tugasmu tetap mendo'akan yang baik-baik untuk orang-orang yang pernah membantumu dan yang tak pernah membantumu selama ini serta mendo'akan datangnya orang-orang yang lebih baik jadi sahabat dan keluarga seiman.

Mengharap bantuan itu hanya boleh dilakukan karena kesulitan, jika tak sulit lagi maka bantu pula yang lain. Tangan yang diatas lebih baik daripada tangan yang dibawah. 

Harta itu hanya titipan. Hakikat kepemilikan harta itu hanya apa yang kita makan dan yang kita sedekahkan. Oleh sebab itu jika ada kelapangan rezki jangan kikir membantu orang lain. Bantulah manusia karena kesulitan hidupnya dan jangan gara-gara dia tidak pandai balas budi atas pemberianmu menghalangimu untuk memberi berikutnya. Itu dendam namanya, dendam tidak mau membantu karena seseorang itu tidak pandai berterimakasih. Kalau dendam seperti itu yang terjadi maka dapat dipastikan pemberianmu selama ini bukan ingin dibalas oleh Allah tapi ingin dibalas oleh orang yang kamu bantu.

Dari perkara ini terkuak rahasia kenapa orang membayar zakat melalui Amil Zakat ? Salah satu alasannya menjaga kehormatan mustahik dan menjaga kesucian jiwa muzakki. Kehormatan mustahik terjaga manakala Muzakki  dalam membayar zakatnya tidak langsung kepada mustahik tapi melalui Amil Zakat dan mustahik menerima zakat tersebut tidak melalui muzakki tapi melalui Amil Zakat juga, sehingga antara muzakki dan mustahik tidak berhubungan langsung dan tidak ada perkara balas budi.

Demikian pula halnya dalam perkara membantu seseorang, jangan pernah kita mengharap balas budi dari orang yang kita bantu, karena balasan Allah itu lah semata-mata yang kita harapkan. Dan dengan sikap batin seperti itu akan menghalangi diri kita dari sifat dendam dan kikir kepada orang yang pernah kita bantu. Sekali gus sifat maaf kita muncul disaat kesulitan menimpa seseorang (meski pun sudah berulang kali dibantu). Yang terlintas di hati kita bagaimana menolong kesulitannya meski pun orangnya tak pandai balas jasa, tapi cukuplah Allah Yang Maha Hebat balasan-Nya.

Ingatlah ! Jangan sampai dendammu menghalangi kamu untuk menolong orang yang sedang mengalami kesulitan penghidupan, karena dalam harta orang kaya itu ada hak orang lain yang kesulitan.


Wallahu a'lam.

Hamzah Johan Albatahany

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama