4 KEUTAMAAN LAILATUL QADAR



4 KEUTAMAAN LAILATUL QADAR

Disebutkan dalam suatu riwayat, Rasulullah Bersabda :

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

"Intailah lailatul qadar itu pada malam ganjil dari sepuluh terakhir dari Ramadhan"

Dan diriwayatkan pula bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم suatu hari menceritakan 4 orang dari Bani Israil yang menyembah Allah selama 80 tahun, yang tidak pernah berbuat maksiat sekejap matapun, yaitu Ayub, Zakariya, Hizqil bin ‘Ajuz dan Yusya’ bin Nun. Maka para sahabat mengagumi hal itu. Kemudian datanglah Jibril kepada Nabi صلى الله عليه وسلم dan berkata: “Wahai Muhammad, umatmu kagum dengan ibadah selama 80 tahun, yang tidak pernah berbuat maksiat sekejap matapun. Kemudian Allah menurunkan yang lebih baik dari ibadahnya orang Israil tersebut. Kemudian Jibril membacakan kepada Nabi:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ .

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” (al-Qadr: 1-3). Ini lebih utama dari pada yang dikagumimu dan umatmu”. Kemudian Rasulullah dan sahabat merasa senang dengan hal itu” (Tafsir Ibnu Katsir 8/443)

Adapun Keutamaan malam Qadar antara lain:

1. Malam Turunnya Al Quran

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam qadar."

Dalam ayat ini disampaikan, Allah menurunkan Al Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad dari Lauhul Mahfudz ke Baitul 'Izzah di langit dunia pada malam qadar, kemudian secara bertahap diturunkan kepada Nabi SAW selama lebih kurang 23 tahun.

Al-Qur'an merupakan anugerah Allah untuk manusia yang sangat mahal harganya demi keselamatan manusia di dunia dan di akhirat.

2. Malam Qadar Lebih Baik dari Seribu Bulan

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ

Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."

Kata 'qadar' dalam Lailatul Qadar juga memiliki arti 'sempit'. Pada malam itu, silih berganti malaikat turun ke bumi, sehingga bumi bagai sangat sempit dengan kehadiran malaikat

Turunnya malaikat menjadikan seseorang yang mendapatkan Lailatul Qadar selalu mengarah kepada kebaikan. Kebaikannya lebih dari seribu bulan, yakni lebih kurang 83,33 tahun.

3. Membawa Kedamaian

Keutamaan Lailatul Qadar berikutnya yakni membawa kedamaian yang dirasakan sampai terbitnya fajar.

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: "Sejahteralah (damailah, malam itu) sampai terbit Fajar.

Lewat ayat ini, Allah menyatakan bahwa Lailatul Qadar dipenuhi kebajikan dan keberkahan, kesejahteraan, kedamaian dari permulaan malam itu sampai terbit fajar.

Orang yang menjumpai malam Qadar merasakan kesejahteraan, kedamaian dan mampu memberi kedamaian.

Ciri-ciri kedamaian orang yang menjumpai Lailatul Qadar yakni tidak menggerutu, damai dengan orang lain, memberi kebaikan pada tumbuhan, binatang, dan lain sebagainya.

Harapan memperoleh kedamaian seperti yang menjadi keutamaan Lailatul Qadar dapat diminta kepada Allah lewat doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَالْجَلاَلِ وَالْأِ كْرَامِ

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah yang Maha Damai, dari-Mu bersumber segala kedamaian. Maka, hidupkanlah kami dalam kedamaian. Dan, masukkanlah kami ke dalam surga-Mu yang penuh dengan kedamaian, wahai Tuhan yang Maha Agung lagi Maha Mulia. "

Dan hal yang disunatkan ialah hendaknya seseorang memperbanyak doa malam itu:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf suka memberi maaf, maka maafkanlah daku".

4. Keutamaan Pahala Bagi Orang Yang Beramal Shaleh pada malam qadar

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "لَيْلَةُ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْبَوَاقِي، مَنْ قَامَهُنَّ ابْتِغَاءَ حِسْبَتِهِنَّ، فَإِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ

"Bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda: Lailatul Qadar terdapat di malam sepuluh yang terakhir (dari bulan Ramadan); barang siapa yang melakukan qiyam padanya karena mengharapkan pahala di malam-malam tersebut, maka Allah memberi ampunan baginya atas semua dosanyayang terdahulu dan yang kemudian. (HR. Ahmad)

Wallahu a'lam.
Batam, Selasa 22 Ramadhan 1442 H/4 Mei 2021
Hamzah Johan Albatahany

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama