Manakah Yang Lebih Baik Sedekah Sembunyi-Sembunyi (الخَفِيّ) Atau Terang-Terangan (الجَهرَة)?

 

Manakah Yang Lebih Baik Sedekah Sembunyi-Sembunyi (الخَفِيّ) Atau Terang-Terangan (الجَهرَة)?

Pertanyaan diatas sering disampaikan jama'ah kepada penceramah.
Jawabannya adalah sama-sama baik. Allah SWT berfirman, 
إِن تُبْدُوا۟ ٱلصَّدَقَٰتِ فَنِعِمَّا هِىَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا ٱلْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّـَٔاتِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al-Baqarah [2]: 271)
Dalam kitab tafsir Ibnu Katsir menyebutkan : "Ibnu Jarir meriwayatkan melalui jalur Ali ibnu Abu Talhah dari Ibnu Abbas di dalam tafsir ayat ini, bahwa Allah menjadikan sedekah sirri (sembunyi-sembunyi) dalam sedekah sunat lebih utama daripada terang-terangan. Menurut suatu pendapat, lebih tujuh puluh kali lipat. Allah menjadikan sedekah fardu yang dilakukan dengan terang-terangan lebih utama daripada yang sembunyi-sembunyi. Menurut pendapat lainnya lebih dua puluh lima kali lipat".
Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin menjelaskan bahwa yang terpenting dalam bersedekah ialah keikhlasan dalam diri kita, jangan sampai ada rasa riya yang tertinggal di dalam hati kita saat kita mengulurkan bantuan untuk orang lain.
Lebih lanjut, imam al-Ghazali juga memperinci beberapa faidah daripada kedua cara tersebut, baik secara sembunyi-sembunyi mau pun terang-terangan, dimana keduanya sama-sama memiliki keutamaan, yakni:
Bersedekah Secara Sembunyi-sembunyi (الخَفِيّ)
Dengan bersedekah secara sembunyi-sembunyi, setidaknya terdapat lima keutamaan yang bisa kita dapatkan, yaitu:
  1. Melindungi kehormatan penerima sedekah. Sebab, sebagian orang enggan meminta-minta padahal dirinya sangat membutuhkan, ini dikarenakan dirinya menjaga kehormatan dirinya
  2. Menjaga hati dan lisan manusia serta mengantisipasi munculnya iri dengki (hasad) dari mereka. Ketika kita bersedekah secara sembunyi-sembunyi, potensi hasutan manusia tersebut akan bisa diminimalisir.
  3. Menjaga kerahasiaan amal merupakan bagian daripada adab islam, sebab dengan itu, kita akan terhindar dari sifat sombong ataupun riya.
  4. Sedekah secara rahasia menimalisir kemungkinan si penerima merasa terhina dalam kekurangannya, dan meminimalisir kemungkinan si pemberi dari rasa riya dan sombong serta hasrat ingin masyhur di hadapan orang.
  5. Sedekah yang tidak murni karena Allah akan membuat kita terjerumus kepada kesyikiran karena berarti beramal demi selain Allah. Dengan bersedekah secara sembunyi-sembunyi, kita menutup kemungkinan potensi ingin dipuji oleh orang lain dalam beramal.
Bersedekah Secara Terang-Terangan (الجَهرَة)
Terdapat empat potensi besar bagi orang yang memperlihatkan sedekahnya, yaitu:
  1. Dengan bersedekah secara terang-terangan, membuktikan bahwa seseorang sudah sampai pada kondisi tidak peduli dengan apapun, karena baginya, beramal adalah semata karena Allah SWT.
  2. Menampakkan syiar Islam. Dengan memperlihatkan sedekah, akan membuat orang lain mengetahui betapa Islam merupakan agama yang mengajarkan untuk saling membantu antar sesama.
  3. Bagi seorang kekasih Allah, tidaklah menjadi persoalan bagi mereka apakah manusia akan melihat amal mereka atau tidak. Amal yang mereka lakukan semata adalah keikhlasan karena Allah SWT.
  4. Sedekah secara terang-terangan merupakan bagian daripada kesunnahan tahaddus bin ni’mah (menceritakan nikmat Allah) dan menampakkan rasa syukur kita kepada Allah SWT.
Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa cara bersedekah boleh sembunyi-sembunyi dan boleh terang-terangan. Namun cara mana yang lebih utama tergantung beberapa faktor, yakni:
1. Niat
2. Situasi dan kondisi
Niat bersedekah bertujuan mencari keridhaan Allah. Meskipun secara sembunyi-sembunyi tapi niatnya bukan karena Allah maka dipandang riya. Sebaliknya meskipun terang-terangan tapi niatnya karena Allah maka sedekah tersebut dipandang ikhlas.
Sama halnya dengan shalat berjama'ah, ikhlasnya orang yang shalat tergantung niatnya. Tapi bukan berarti karena takut disebut riya lalu tak mau menampakkan shalat ke mesjid. Bahkan agama mengajarkan agar selalu menampakkan diri shalat berjama'ah. Demikian pula dengan sedekah ada kalanya lebih utama sembunyi-sembunyi dan ada kalanya terang-terangan.
 Ada pun situasi menghendaki untuk dinampakkan maka harus dinampakkan seperti dalam laporan keuangan ziswaf sebaiknya nama pemberi ziswaf dicantumkan sebagai bentuk transparansi laporan keuangan. Adapun yang terkait dengan kondisi, seperti penyerahan bantuan kepada Si Miskin adakalanya lebih utama dengan sembunyi-sembunyi dan ada kalanya dengan terang-terangan. Jika aghniya' (donatur) yang langsung menyerahkan bantuan secara pribadi lebih baik dengan cara sembunyi-sembunyi, tapi jika penyerahan bantuan tersebut lewat lembaga maka penyerahan bantuan tersebut lebih utama terang-terangan sebagai wujud transparansi.
Wallahu a'lam.
Editor Hamzah Johan Albatahany

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama