Pandangan Islam Terhadap Kaum Yahudi dan Palestina

 


Pandangan Islam Terhadap Kaum Yahudi dan Palestina.

A. Islam memandang bahwa kaum Yahudi punya sifat-sifat buruk dan tercela, antara lain:

1. Mencampur Adukkan Antara yang Hak dan Yang Batil dan Menyembunyikan Kebenaran

 Allah berfirman:

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَلْبِسُونَ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan antara yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui”.[ali Imran/3: 71]

2. Gila Perang, Suka Berbuat Kerusakan (adu domba, fitnah dsb.)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

كُلَّمَآ أَوْقَدُوا نَارًا لِّلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللهُ وَيَسْعَوْنَ فِي اْلأَرْضِ فَسَادًا وَاللهُ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan“. [al-Maidah/5:64]

3. Suka Merubah Kalamullah Dan Syari’at-Nya 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


مِّنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِ

“Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya“. [an-Nisa/4 : 46]

Mereka merubah Taurat dengan Talmud (kitab karangan rabbi/para pendeta mereka) Sehingga menghilangkan essensi Taurat.

4. Kurang Adab.

Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan bahwa suatu ketika serombongan orang-orang Yahudi datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mereka berkata:

اَلسَّامُ عَلَيْكَ يَا أَبَا الْقَاسِمِ

(kebinasaan atas kamu wahai Abul Qasim), lalu beliau menjawab:

وَعَلَيْكُمْ

(dan atas kalian juga).

Oleh karena itu telah shahih di dalam Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa seorang muslim hendaklah menjawab salam orang-orang kafir dengan

وَعَلَيْكَ

(dan atas-mu juga).


5. Tak Merasa Berdosa Berbuat Jahat Pada Non Yahudi

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan perkataan mereka dalam firmanNya:

لَيْسَ عَلَيْنَا فِي اْلأُمِّيِّينَ سَبِيلُُ

“Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi“. [ali Imran/3 : 75]

Maksudnya: kami tidak berdosa mengambil harta mereka dan merampas hak-hak mereka! dan mereka adalah mangsa untuk kami (Yahudi). Mereka juga menyebutkan di dalam rencana-rencana mereka: bahwa orang-orang selain Yahudi seperti sekawanan kambing dan kamilah serigalanya, tahukah kalian apa yang akan diperbuat terhadap sekawanan kambing itu ketika srigala-srigala menembus kandangnya.

6. Tamak Terhadap Kehidupan Dunia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصُ النَّاسِ عَلَى حَيَاةٍ

“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka (Yahudi), manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia)“, [al-Baqarah/2: 96]


7. Tidak Pernah Suka Pada Umat Islam Kecuali Yang Tunduk Pada Yahudi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَنْ تَرْضٰي عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰي حَتّٰي تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ؕ 

"Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka". (Al-Baqarah 2:120).


8. Mengaku/Mengklaim Keturunan Nabi Ibrahim Sebagai Pewaris Tanah Palestina

Secara Historis, Nasab dan Agama; klaim mereka terbantahkan.


Pertama, dari sisi HISTORIS.

Orang-orang Yahudi selalu beralasan mereka mewarisi tanah nenek moyang mereka di Palestina. Padahal, nenek moyang bangsa Arab-lah (orang-orang Kan'an) 3000 SM yang pertama kali menginjakkan kaki di Palestina. 

Adapun Ya'kub bin Ishaq bin Ibrahim AS (yang mereka yakini sebagai nenek moyang Yahudi) kehadirannya di Palestina sekitar 1500 tahun setelah kedatangan orang-orang Kan'an.


Kedua, dari sisi NASAB.


Orang-orang Yahudi saat ini mengklaim bahwa mereka adalah keturunan Nabi Ibrahim dari jalur Nabi Ishaq, hal ini sangat diragukan karena kurang kuatnya tradisi Yahudi dalam menjaga nasab diperparah dengan adanya pemahaman matrilineal (mengambil nasab dari jalur ibu) yang berkembang di antara mereka. Pada abad ke-dua, rabi-rabi Yahudi mengubah tradisi patrilineal menjadi matrilineal. Mereka menyatakan inilah yang diajarkan Talmud. Keyakinan ini terus berkembang di kalangan Yahudi ortodoks. Dengan demikian semakin ranculah nasab orang-orang Yahudi.


Ketiga, dari sisi AGAMA.


Agama yang dibawa oleh para nabi dan rasul adalah agama tauhid, mengesakan Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun. Itulah agama Islam. Tidak ada seorang pun nabi ataupun rasul yang membawa ajaran selain dari ajaran tauhid ini. Oleh karena itu, Allah Ta’ala membantah penisbatan Nabi Ibrahim kepada agama Yahudi. Allah Ta’ala berfirman,

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Ali Imran: 67).


KESIMPULANNYA: Bawah Kaum Yahudi itu memang sangat buruk sifat-sifatnya.


B. Islam Memandang Palestina Negeri Yang Diberkahi oleh Allah SWT. Dengan alasan antara lain:

1. Masjid al-Aqsha Qiblat Shalat Pertama Umat Islam.

2. Masjid al-Aqsha Tempat Persinggahan Nabi Isra' Mi'raj.

3. Masjid al-Aqsha salah satu dari 3 masjid yang Istimewa di bumi.

4. Palestina Tempat para Nabi dan Para Ulama

5. Palestina ditempati mayoritas muslim sebagai saudara seiman.


Maka jika ada yang memerangi Palestina maka kita wajib untuk membelanya dengan cara:

1. Perbanyak Berdo'a

2. Berjihad Dengan Harta dan Tahta

3. Galang Persatuan

4. Siapkan Rumusan Program dan Strategi, yakni:

Pertama; Umat Islam harus tahu persis, di mana posisi-posisi Yahudi di dunia.

Kedua; Perusahaan mana saja yang dibiayai Yahudi

Ketiga; Siapa saja pendukung-pendukung mereka.

Keempat; Bagaimana cara mereka menguasai umat Islam.

Semua itu harus dipelajari dan dikaji dengan serius oleh umat Islam, agar tidak salah dalam melangkah dan menyusun program perjuangan.


Wallahu a'lam.

Sumber: Dari berbagai situs



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama