URGENSI RAHMAT ALLAH PENENTU MASUK SURGA

 


URGENSI RAHMAT ALLAH PENENTU MASUK SURGA

Oleh: Hamzah Johan Albatahany



KERANGKA PEMBAHASAN

A. FADHILAHNYA

1. Melembutkan Hati

2. Agar Tidak Merugi

3. Masuk Surga

B. CARA MENDAPATKANKANNYA

Dengan amal shalih, antara lain:

1. Mendengar Bacaan Al-Qur'an

2. Beriman, Hijrah dan Jihad

3. Taat Kepada Allah dan Rasul

4. Dengan Cara Bertaqwa

C. FUNGSINYA

1. Menghindari 'Ujub

2. Menumbuhkan Optimisme

D. KESIMPULAN

--------------------


PENJELASANNYA :

Rahmat Allah adalah anugerah Allah yang sangat spesial dan istimewa untuk para nabi dan orang-orang yang beriman yang membawa banyak kebaikan di dunia dan penentu masuk surga.

Rahmat hanya diperoleh bagi orang yang beriman dan para nabi. Sebagai contoh rahmat yang membawa kebaikan di dunia disebutkan dalam  Shad 38:43

وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنَّا وَذِكْرَىٰ لِأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ 

Dan Kami anugerahi dia (Ayyub dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipatgandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.

Adapun rahmat menjadi penentu masuk surga disebutkan,

لَا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ، وَلَا يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ، وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ

“Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah” (HR. Muslim no. 2817).

Rahmat berbeda dengan rahman. Rahmat berupa anugerah (pemberian), sedangkan Rahman berupa sifat. Jika disebut Ar-Rahman maka itu bermakna sifat Allah Yang Maha Pengasih.

Disisi lain, permohonan rahmat menjadi redaksi kunci manakala seseorang berdo'a akan ampunan dosa-dosanya. Banyak contohnya, seperti; permintaan ampun bagi jenazah, do'a atas kezaliman diri dalam surat Al-A'raf 7:23, dsb.


A. FADHILAHNYA

1. Melembutkan Hati

Aali-Imran 3:159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ 

Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.

2. Agar Tidak Merugi

Al-A'raf 7:23

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ 

Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

3. Agar Masuk Surga

Dalam hadis Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu disebutkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

لَا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ، وَلَا يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ، وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ

“Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah” (HR. Muslim no. 2817).

B. CARA MENDAPATKANKANNYA

Cara mendapatkan rahmat Allah adalah dengan amal shalih, antara lain:

1. Mendengar Bacaan Al-Qur'an

Al-A'raf 7:204

وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ 

Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.

2. Beriman, Hijrah dan Jihad

Al-Baqarah 2:218

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أُو۟لَٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ ٱللَّهِۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ 

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

3. Menta'ati Allah dan Rasul

Aali-Imran 3:132

وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ 

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat.

Hal ini dipertegas lagi dengan firman Allah,

Al-Anbiya 21:107

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ 

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

Maknanya rasulullah akan menjadi rahmat manakala dicintai dan ajarannya dita'ati. 

4. Dengan Cara Bertaqwa

Allah Ta’ala berfirman:

وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۗ فَسَاَ كْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَا لَّذِيْنَ هُمْ بِاٰ يٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَ ۚ 

“Dan rahmatKu meliputi segala sesuatu. Maka, akan Aku tetapkan rahmatKu bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” [QS. Al-A’raf: 156]

Terkait dengan amal shalih yang dimaksud bukan secara parsial (sebagian-sebagian) saja seperti shalat, zakat dan haji, tapi secara totalitas sebab kita tidak tahu amalan yang mana mendapat rahmat tersebut, boleh jadi dari sedekah, menolong orang lain, membuang duri dari jalan atau amalan lainnya. Allah berfirman,

Al-Baqarah 2:208

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ 

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.

C. FUNGSINYA

1. Menghindari 'Ujub

'Ujub adalah ta'jub pada diri sendiri baik dengan banyaknya harta benda mau pun banyaknya amal ibadah hingga menjadi sombong.

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

"Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan 'ujub (ta'jub pada diri sendiri).” (H.R. Abdur Razaq, hadist hasan).

Jadi kita ber'amal yang banyak bukan berarti sebagai jaminan masuk surga tapi upaya keras untuk mendapatkan rahmat Allah, sebab kita tidak tahu amalan yang mana yang sesungguhnya mendapat rahmat tersebut.

2. Menumbuhkan Optimisme

Ada sebagian orang beramal walau sedikit tapi dapat rahmat Allah, seperti muallaf barusan saja masuk Islam lalu wafat, dia masuk surga. Padahal amalnya baru syahadatain, tapi karena rahmat Allah dia bisa masuk surga. 

Ada riwayat yang menceritakan masuk surganya seorang pembunuh, masuk surganya seorang pelacur, jika diukur dari amal shalih mereka tidak bisa masuk surga, tapi dengan rahmat Allah dengan sebab taubat mereka, maka mereka masuk surga.

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ يٰعِبَا دِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Katakanlah, Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” [QS. Az-Zumar: 53]

Oleh sebab itu jangan pesimis dengan amalan yang kecil ikhlas karena Allah, seperti membuang duri dari jalan, bersedekah seribu rupiah dll, boleh jadi dari amalan kecil itu datangnya rahmat Allah tersebut.


D. KESIMPULAN

1. Rahmat Allah adalah anugerah Allah yang sangat spesial dan istimewa untuk para nabi dan orang-orang yang beriman yang membawa banyak kebaikan di dunia dan penentu masuk surga.

2. Untuk mendapatkan rahmat Allah adalah dengan melakukan Amal Shalih secara kaffah (totalitas)

3. Hilangkan sifat 'ujub karena dapat menghalangi rahmat Allah.

4. Teruslah beramal secara kaffah (menyeluruh dan sebanyak-banyaknya) dan jangan pesimis dengan amalan yang kecil    karena boleh jadi dari amalan yang kecil tapi ikhlas bisa mendapatkan rahmat Allah tersebut.


Wallahu a'lam

Batam 16 Muharram 1443 H./25 Agustus 2021 M.

Hamzah Johan Albatahany

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama