ZINDIQ DAN QADARIYAH

 


ZINDIQ DAN QADARIYAH

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي أَبُو صَخْرٍ عَنْ نَافِعٍ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قُعُودًا إِذْ جَاءَ رَجُلٌ فَقَالَ إِنَّ فُلَانًا يَقْرَأُ عَلَيْكَ السَّلَامَ لِرَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بَلَغَنِي أَنَّهُ أَحْدَثَ حَدَثًا فَإِنْ كَانَ كَذَلِكَ فَلَا تَقْرَأَنَّ عَلَيْهِ مِنِّي السَّلَامَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي مَسْخٌ وَقَذْفٌ وَهُوَ فِي الزِّنْدِيقِيَّةِ وَالْقَدَرِيَّةِ

Telah menceritakan kepada kami [Harun bin Ma'ruf] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Wahab] telah mengabarkan kepadaku [Abu Shakhr] dari [Nafi'] dia berkata, ketika kami duduk di sisi Abdullah bin Umar tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dan berkata, " si Fulan telah mengucapkan atasmu salam dari seorang laki-laki penduduk Syam." Maka [Abdullah] berkata, "Telah sampai berita kepadaku bahwa dia berbuat sesuatu. Jika memang demikian, maka janganlah kamu mengucapkan salam dariku kepadanya. Saya mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: " akan ada pada umatku Maskh (mereka yang dirubah rupanya dengan rupa hewan) dan Qadzaf (yang menduh orang baik berbuat keji) yaitu pada orang-orang zindik dan Qadariyah." (Musnad Ahmad :5931)


ZINDIQ

Kata zindiq merupakan sebuah kata serapan dari Bahasa Persia, yakni zind, yang kemudian diserp oleh Bahasa Arab pada masa Abbasiyah. Istilah ini pertama kali terdengar atau diucapkan ketika penguasa Abbasiyah ketika itu mengeksekusi mati seorang pendakwah yang zindiq bernama Ja’ad bin Dirham.

Zindiq secara etimologi berarti "kotoran yang membahayakan".Sedangkan menurut istilah ilmu fiqih atau hukum islam berarti seseorang yang tidak berpegang teguh terhadap agama.

Menurut Imam Syafii, Imam Malik dan Imam Ahmad, Zindiq yaitu orang yang menampakan keislaman dan menyembunyikan kekafirannya. Pada zaman Rasulullah, seseorang yang memiliki kepribadian seperti ini disebut orang Munafik.

Menurut Ulama mazhab Hambali, terdapat lima golongan zindiq, yakni:

1. Golongan Mu’aththilah (golongan yang mengingkari adanya Pencipta dan Pengatur alam semesta).

2. Golongan Manuwiyah (politheisme).

3. Golongan Mazdakiyah (sama dengan Manuwiyah, namun mengorganisir keyakinannya dalam sebuah kelompok agama baru).

4. Golongan Abdakiyah (kalangan zuhud yang hanya beribadah dan menolak syari’at).

5. Golongan Ruhaniyah (kalangan sufi yang menolak syari’at, menyatakan bahwa diri mereka telah menyatu dengan Tuhan sehingga syari’at tidak diperlukan).


QADARIYAH

Qadariyah (bahasa Arab: قدرية‎) adalah sebuah ideologi dan sekte bid'ah di dalam akidah Islam yang muncul pada pertengahan abad pertama Hijriah di Basrah, Irak. Kelompok ini memiliki keyakinan mengingkari takdir, yaitu bahwasanya perbuatan makhluk berada di luar kehendak Allah dan juga bukan ciptaan Allah. Para hamba berkehendak bebas menentukan perbuatannya sendiri dan makhluk sendirilah yang menciptakan amal dan perbuatannya sendiri tanpa adanya andil dari Allah.

Imam Al-Auza'i mengatakan, “Yang pertama kali mencetuskan paham mengingkari takdir adalah Susan, seorang penduduk Irak. Ia awalnya adalah seorang Nasrani yang masuk Islam, (namun) kemudian kembali kepada agamanya semula. Ma’bad al-Juhani menimba (paham ini) darinya, kemudian Ghailan bin Muslim ad-Dimasyqi menimbanya dari Ma’bad.” 

Imam Muslim meriwayatkan dalam Kitab Shahih-nya dari Yahya bin Ya’mar, ia berkata, “Yang pertama kali memelopori (menyebarkan) paham ingkar takdir di Bashrah adalah Ma’bad al-Juhani.” “Penduduk Bashrah banyak yang terpengaruh dengan paham sesat ini setelah melihat ‘Amr bin ‘Ubaid mengikutinya.” 


Sumber: internet

Editor : HJ

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama