RAHASIA PADA WAKTU RUKUK DAN SUJUD

 

RAHASIA PADA WAKTU RUKUK DAN SUJUD

Oleh: Hamzah Johan Albatahany

Allah memerintahkan orang yang beriman untuk rukuk, sujud, menyembah-Nya dan berbuat kebajikan. Perintah ini terdapat dalam firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kalian, sujudlah kalian, sembahlah Tuhan kalian dan perbuatlah kebajikan, supaya kalian mendapat kemenangan. [Al Hajj:77].

Ternyata pada waktu rukuk dan sujud itu dosa-dosa seorang hamba berguguran. Hal ini disebutkan dalam beberapa hadits:

HADITS ABDULLAH IBNU UMAR

عن عبدالله بن عمر رضي اللَّه عنهما قال، قال رسول اللَّهِصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :“إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي أُتِيَ بِذُنُوبِهِ فَوَضَعَتْ عَلَى رَأْسِهِ أَوْ عَاتِقِهِ فَكُلَّمَا رَكَعَ أَوْ سَجَدَ تساقطت عنه

Dari Abdullah bin  Umar radhiyallahu anhuma berkata, berkata rasulullah shallallahu alahi wasallam :

“Sesungguhnya, tatkala seorang hamba berdiri shalat, didatangkanlah seluruh dosanya, kemudian diletakkan di atas kepala dan kedua bahunya, maka ketika ia (dalam posisi) ruku’ dan sujud, dosa-dosa tersebut berguguran.” [HR. Ibnu Hibban no.1734, Thabrani dalam al Ausath 7314, al Mawarzi dalam ash Shalat 294, al Baghawi 656. Syaikh al Albani rahimahullah dalam ash Shahihah 1398, mengatakan: “وهذا إسناد صحيح رجاله كلهم ثقات” dan ini merupakan sanad yang shahih, seluruh perawinya dapat dipercaya”].

HADITS IBNU UMAR:

عَنْ أَبِي الْمُنِيبِ، قَالَ: رَأَى ابْنُ عُمَرَ فَتًى قَدْ أَطَالَ الصَّلَاةَ وَأَطْنَبَ، فَقَالَ: أَيُّكُمْ يَعْرِفُ هَذَا؟ فَقَالَ رَجُلٌ: أَنَا أَعْرِفُهُ، فَقَالَ: أَمَا إِنِّي لَوْ عَرَفْتُهُ لَأَمَرْتُهُ بِكَثْرَةِ الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ أَتَى بِذُنُوبِهِ كُلِّهَا فَوُضِعَتْ عَلَى عَاتِقَيْهِ، فَكُلَّمَا رَكَعَ أَوْ سَجَدَ تَسَاقَطَتْ عَنْهُ»

Dari Abul Munib, dia berkata: Ibnu Umar melihat seorang pemuda memanjangkan sholat dan melakukan dengan lama, maka beliau bertanya, “Siapa di antara kamu yang mengenalnya?”. Lalu ada seorang laki-laki menjawab, “Aku mengenalnya”. Lalu Ibnu Umar berkata, “Adapun aku, jika aku mengenalnya, sungguh aku perintahkan dia untuk memperbanyak ruku’ dan sujud. Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya jika seorang hamba berdiri untuk melaksanakan sholat, dia datang membawa semua dosa-dosanya, lalu ditaruh dosa-dosanya itu di atas kedua pundaknya, setiap dia ruku’ atau bersujud dosa-dosanya gugur”.

(HR. Ibnu Nashr Al-Maruzi, 1/316, no. 293; Hilyatul Auliya’, 6/99. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Ash-Shohihah, no. 1398)

HADITS SALMAN AL-FARISI:

عَنْ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْمُسْلِمَ يُصَلِّي وَخَطَايَاهُ مَرْفُوعَةٌ عَلَى رَأْسِهِ، كُلَّمَا سَجَدَ تَحَاطَّتْ، فَيَفْرُغُ حِينَ يَفْرُغُ مِنْ صَلَاتِهِ، وَقَدْ تَحَاتَتْ خَطَايَاهُ»

Dari Salman Al-Farisi, rodhiyalohu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seorang muslim yang sedang melaksanakan sholat, dosa-dosanya diangkat ditaruh di atas kepalanya, setiap dia bersujud dosa-dosanya gugur, ketika dia selesai dari sholatnya, dosa-dosanya sudah gugur”.

(HR. Thobroni di dalam Mu’jamul Kabir, 6/250, no. 6125; dan di dalam Mu’jamush Shoghir, hlm. 237; dll. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Ash-Shohihah, no. 3402)

KESIMPULAN :

1. Shalat dapat menggugurkan dosa-dosa seorang hamba.

2. Dosa-dosa tersebut gugur ketika dalam rukuk dan sujudnya.

3. Oleh sebab itu seorang hamba yang sedang rukuk dan sujud dianjurkan membaca do'a yang disebutkan dalam hadits,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

dari 'Aisyah ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca do'a dalam rukuk dan sujudnya dengan bacaan: "SUBHAANAKALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII (Maha suci Engkau wahai Tuhan kami, segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku) '."[HSR Bukhari dan Muslim]

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama