AGAR TIDAK TERTIPU: INILAH MAKNA SEDEKAH DIBALAS TUJUH RATUS KALI LIPAT

 

Hamzah Johan: AGAR TIDAK TERTIPU INILAH MAKNA SEDEKAH DIBALAS TUJUH RATUS KALI LIPAT

Pembahasannya saya buat per poin, sebagai berikut:

1. JANJI ALLAH

Tegas sekali ayat menyebutkan bahwa sedekah itu bisa pahalanya berlipat ganda, firman Allah:

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ 

"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. [Al-Baqarah 2:261]"

2. MAKNA AYAT Al-Baqarah 2:261

Pahala yang dimaksud dijelaskan pada ayat berikutnya (Al-Baqarah 2:262)

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَآ أَنفَقُوا۟ مَنًّا وَلَآ أَذًىۙ لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ 

"Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati".

Penekanannya ada pada kalimat:

لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ

"bagi mereka ada pahala di sisi Tuhan mereka"

Jadi yang dimksud 700 x lipat itu adalah pahalanya di akhirat. Hal ini lebih dipertegas lagi dengan hadits riwayat Imam Muslim disebutkan sebagai berikut:

جَاءَ رَجُلٌ بِنَاقَةٍ مَخْطُومَةٍ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَذِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ. فَقَالَ: "لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَبْعُ مِائَةِ نَاقَةٍ".

"Seorang lelaki datang dengan membawa seekor unta yang telah diberi tali kendali, lalu ia berkata, "Wahai Rasulullah, unta ini untuk sabilillah." Maka beliau Shalallahu'alaihi Wasallam bersabda, "Kamu kelak di hari kiamat akan mendapatkan tujuh ratus ekor unta karenanya."

Perhatikan kalimat,

"لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَبْعُ مِائَةِ نَاقَةٍ".

"Bagimu dengan sedekah ( satu ekor onta fi sabilillah-pent.) pada hari kiamat akan mendapat 700 ekor onta"

3. MAKNA SEDEKAH DIBALAS TUJUH RATUS KALI LIPAT BUKAN BALASAN DUNIA

Secara gamlang makna "Balasan bersedekah 700 x lipat itu" adalah pahalanya di akhirat, bukan untuk keuntungan dunia, karena firman Allah menyebutkan,

وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ 

"dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak". [Al-Muddatstsir 74:6]

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلْءَاخِرَةِ نَزِدْ لَهُۥ فِى حَرْثِهِۦۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ ٱلدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ 

"Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat". [Asy-Syura 42:20]

Dari kedua ayat tersebut [Al-Muddatstsir 74:6 dan Asy-Syura 42:20] menyebutkan larangan jika beramal termasuk dalam hal bersedekah jangan karena mengharapkan imbalan dunia yang berlipat ganda karena niat tersebut menghilangkan pahalanya di akhirat.

4. KALAU MAKNA SEDEKAH  DIBALAS 700 KALI  LIPAT DI AKHIRAT, LALU APA BALASANNYA DI DUNIA ?

Pada QS.2:262 sangat terang bahwa bersedekah dengan niat fi sabilillah selain mendapatkan balasan berlipat ganda di akhirat juga mendapat balasan di dunia dengan sebutan,

وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ 

"Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati".

Jika kita renungkan dan dalami hakikat kehidupan ini maka ujung dari amalan itu adalah menumbuhkan rasa tenang dan bahagia, bukan rasa takut dan sedih.

Artinya jika kita bersedekah fi sabilillah maka kita mendapatkan balasan berlipatganda di akhirat dan mendapatkan ketenangan di dunia.

5. KALAU DEMIKIAN APAKAH DENGAN BERSEDEKAH, HARTA KITA BISA BERTAMBAH ?

Secara kuantitas harta kita tidak bertambah dengan sedekah, tapi secara kualitas harta tersebut bertambah keberkahannya.

Adapun soal rezki bertambah bukan faktor sedekahnya, tapi ada beberapa hal;

1. karena qadha Allah. Allah sudah tetapkan tentang kaya, miskin dsb.

وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَآئِنُهُۥ وَمَا نُنَزِّلُهُۥٓ إِلَّا بِقَدَرٍ مَّعْلُومٍ 

"Dan tidak ada sesuatu pun, melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya; Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu". [Al-Hijr 15:21]

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. [QS. Al Hadid: 22].

2. karena barokah ketaqwaannya

At-Thalaq 65:2

 وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا ... وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا 

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,

dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu". [At-Thalaq 65:2-3]

3. karena do'a yang diijabah oleh Allah SWT.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي)

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat memalingkan taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

4. Karena ikhtiar yang tepat sesuai syari'at Islam. Ikhtiar hanya wasilah mendapatkan rezki, soal hasil  tetap pada ketetapan Allah SWT.

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ 

"Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia". [Ar-Ra'd 13:11]

5. DAMPAK BERSEDEKAH KARENA MENGHARAPKAN KEKAYAAN

Akibat memahami sedekah dibalas 700 x lipat di dunia maka banyak orang yang tergiur ingin cepat kaya. Iming-iming harta bakal berlimpah membuat orang tertipu dan mudah ditipu. 

6. KESIMPULAN 

*Jika ingin bersedekah niatkan saja karena Allah, maka akhirat dapat dunia pun dapat.

*Jika Anda bersedekah dengan niat untuk mendapatkan harta berlipat ganda maka Anda tidak faham syari'at Islam dan bakal mudah ditipu.

*Ingin rezki bertambah; yakini qadha Allah, jadilah orang yang bertakwa, perbanyak berdo'a dan berikhtiar

*Jika sudah ikhtiar dan berdo'a harta tidak juga berlimpah, maka kita bakal mendapatkan rezki dalam bentuk lain yaitu pahala sabar dan tawakkal.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama