KEMUKJIZATAN AL-QUR'AN

 

KEMUKJIZATAN AL QUR'AN

Oleh: Drs. Hamzah Johan Albatahany

Mukjizat dalam Al-Qur'an disebut dengan kata "Aayah",

كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا كُلِّهَا فَأَخَذْنَٰهُمْ أَخْذَ عَزِيزٍ مُّقْتَدِرٍ 

"Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semuanya, maka Kami azab mereka dengan azab dari Yang Mahaperkasa, Mahakuasa". [Al-Qamar 54:42]

فَأَرَىٰهُ ٱلْءَايَةَ ٱلْكُبْرَىٰ 

"Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar". [An-Nazi'at 79:20]

Ilmu tentang kemukjizatan Al-Qur'an adalah satu bagian dari ilmu-ilmu Al-Qur'an.

Menurut az-Zaqrani, Ilmu al-Qur'an terdiri dari ilmu :

  1.     Auqat wa Mawathin an-Nuzul
  2.     Asbabun-nuzul,
  3.     Tawarikh an-Nuzul,
  4.     Adabi Tilawat al-Qur'an,
  5.     Tajwid al-Qur'an,
  6.     Fawatih as-Suwar,
  7.     Qira'at al-Qur'an,
  8.     Rasm al-Qur'an,
  9.     Gharib al-Qur'an,
  10.     I'rab al-Qur'an,
  11.     Bada'i al-Qur'an,
  12.     Ma'rifatil Muhkam wa al-Mutasyabih
  13.     Naskh wa al-Mansukh
  14.     Tanasubi Ayat al-Qur'an,
  15.     Wujh wa an-Nazha'ir,
  16.     Amsal al-Qur'an,
  17.     Jidal al-Qur'an,
  18.     Qasas al-Qur'an,
  19.     Aqsam al-Qur'an,
  20.     I'jaz al-Qur'an,
  21.     dan Tafsir al-Qur'an.

Sedangkan Imam as-Suyuthi memperluas ilmu al-Qur'an dengan menambahkan ilmu alam, Handasah, kedokteran, dan lainnya [Az-Zaqrani, Muhammad Abdul Adzim. Manahilul 'Irfan fi 'Ulumul Qur'an. Kairo].

Terkhusus Ilmu I'jazil Qur'an terdiri dari berbagai aspek, antara lain:

 1. Aspek kebahasaan (Al-I’jaz Al-Lughawi), 2. aspek berita-berita ghaib (Al-Ijaz Akhbaril ghoib), 3. aspek hukum (Al-I'jaz Al-Syar'i), dan 4, aspek ilmu pengetahuan (Al-I’jaz al-Ilm).

1. Aspek kebahasaan (Al-I’jaz Al-Lughawi)

Di antaranya; kemukjizatan fonetik Al-Quran, teks, uslub (gaya bahasa), rahasia bahasa, semantik Al-Quran, dan makna huruf-hurufnya yang tidak dimiliki kesempurnaannya pada bahasa lain.

2. Aspek berita-berita ghaib (Al-I'jaz Akhbaril ghoib)

Salah satu kabar gaib tentang masa datang yang terbukti kebenarannya dalam Alquran adalah kisah kemenangan bangsa Romawi setelah datang kekalahan padanya.

Ar-Rum, ayat 1-7

{الم (1) غُلِبَتِ الرُّومُ (2) فِي أَدْنَى الأرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ (3) فِي بِضْعِ سِنِينَ لِلَّهِ الأمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (4) بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (5) وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (6) يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ (7) }

"Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang, (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedangkan mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai".

Ayat-ayat ini diturunkan ketika Sabur (Raja Persia) berhasil mengalahkan tentara Romawi dan berhasil merebut negeri-negeri Syam serta bagian lainnya yang termasuk ke dalam wilayah kerajaan Romawi dari tanah Jazirah Arabia, juga sebagian besar wilayah kerajaan Romawi, sehingga Kaisar Romawi Heraklius terpaksa mundur dan mengungsi ke kota Konstantinopel. Ia dikepung oleh Raja Sabur dan bala tentaranya di kota Konstantinopel dalam waktu yang cukup lama, tetapi pada akhirnya kawasan kerajaan Romawi berhasil direbut kembali oleh Heraklius dari tangan orang-orang Persia. [Tafsir Ibnu Katsir]

3. Aspek hukum (Al-I'jaz Al-Tasyri')

Disebutkan dalam Al-Qur'an

أَفَحُكْمَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ يَبْغُونَۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ ٱللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ 

Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)? [Al-Ma'idah 5:50]

ثُمَّ جَعَلْنَٰكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِّنَ ٱلْأَمْرِ فَٱتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ 

Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat (peraturan) dari agama itu, maka ikutilah (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui.[Al-Jatsiyah 45:18]

Dari aspek hukum ini terkandung dalam al-Qur'an kesempurnaan aturan, seperti makanan, minuman, judi, zina, ibadah, jihad, dsb.

4. Aspek ilmu pengetahuan (Al-I’jaz al-Ilm).

Dari Aspek ilmu pengetahuan ini banyak sekali contoh-contohnya antara lain; tentang penciptaan jagat raya, 

Al-Anbiya 21:30

أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَٰهُمَاۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ 

Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?

Ayat ini dibuktikan dengan teori big bang (ledakan besar) oleh Edwin Huble.

Kemudian diujung ayat disebutkan,

وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ 

"dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman? [Al-Anbiya 21:30]

Sebagian ahli dengan bersandar pada temuan-temuan baru dari sains yang menyebutkan bahwa kehidupan berasal dari air, menganggap ayat ini sebagai mukjizat ilmiah Alquran.

Kemudian ada ayat yang berbunyi,

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ 

"Demi (buah) tin dan (buah) zaitun"

Sebuah tim ilmuwan Jepang mencari zat ajaib methalonids yang memiliki efek terbesar dalam menghilangkan gejala penuaan. Mereka menemukannya hanya pada dua jenis tanaman (buah tin dan zaitun).

Menurut riset, ditemukan bahwa jika salah satu dari dua buah tersebut dikonsumsi secara sendiri-sendiri tidak membuahkan efek yang diharapkan. Namun setelah dilakukan uji coba berulang kali ternyata jika satu biji buah tin dicampur dengan enam biji buah zaitun, menimbulkan hasil sesuai yang diharapkan.

Pada saat yang hampir bersamaan Doktor Toha Ibrahim Khalifah, sarjana berkebangsaan Saudi , meneliti penggunaan kata “tin” dan “zaitun” dalam al-Quran. Ia menemukan kata “tin” disebutkan sebanyak satu kali dan kata “zaitun” secara tegas sebanyak enam kali dan satu kali secara implisit. Lantas ia mengirimkan seluruh informasi dari al-Quran tersebut kepada para peneliti Jepang. Mereka menyatakan keislamannya setelah hasil penelitian itu.

Contoh lain ayat yang menunjukkan mukjizat ilmiah Alquran:

 وَمِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ 

"Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan." (QS. Ar-Ra'ad: 3)

Menurut Tafsir al-Amtsal, sejak dulu diketahui beberapa tanaman memiliki pasangan (jenis laki-laki dan perempuan), namun baru pada pertengahan abad ke-18, ilmuan sains menemukan bahwa hukum berpasangan-pasangan berlaku untuk semua tanaman.

فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ 

"Barangsiapa yang dikehendaki Allah, akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit." (QS. Al-An'am: 125)

Dibuktikan, bahwa siapapun yang melakukan perjalanan dengan mendaki dan naik lebih tinggi dari permukaan bumi, maka ia akan menjadi lebih sulit bernafas, sampai akhirnya bisa pingsan karena kekurangan oksigen. Dengan demikian, yang disampaikan pada ayat ini dianggap sebagai mukjizat ilmiah Alquran.

Demikian sekilas tentang kemukjizatan Al-Qur'an dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya, semoga menambah keimanan kita kepada Allah SWT.


Wallahu a'lam.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama