Mengaku Ahli Ma'rifat Merendahkan Ahli Syari'at

 


Mengaku Ahli Ma'rifat Merendahkan Ahli Syari'at

Sekilas bahasan:

Bukan ma'rifatullah yang tertinggi pada diri seorang hamba karena ma'rifatullah hanya sebatas ilmu mengenal Allah. Bagi sebagian kalangan ahli tasawwuf, mereka menempatkan ma'rifatullah pada level tertinggi, sesudah itu hakikat, thoriqat dan syari'at. Mereka terjebak dalam metodologis ilmu hasil dari dalil 'aqli yang mendominasi analisis mereka. Pada hal tidak ada satu dalil naqli pun yang menetapkan kerangka ilmu seperti itu, tapi mereka merasa ahli ma'rifat dan merendahkan ahli syari'at.

Jika ditilik dari perspektif kehambaan sesusungguhnya paling tertinggi dalam kerangka kedekatan adalah menta'ati Allah dan Rasulullah, bukan ma'rifatullah. Sebab ma'rifatullah hanya sebatas ilmu mengenal Allah, ilmu tanpa amalan keta'atan adalah kosong. Orang yang mengaku ahli ma'rifatullah tapi tidak menta'ati Allah dan Rasulullah adalah dusta.

Ma'rifatullah hanya sebagai pendorong seorang hamba untuk mendekatkan diri dalam bentuk keta'atan kepada Allah dan Rasulullah.

Ma'rifatullah tidak akan didapat tanpa syari'at. Dengan syari'at lah seseorang dapat mengenal Allah. Dengan syari'at seseorang tahu tauhidullah, asma Allah, sifat-sifat Allah dan lain sebagainya. Makanya jika ada seseorang mengaku ahli ma'rifat tapi meninggalkan syari'at, atau mengaku ahli haqiqat tapi meremehkan syari'at maka sesungguhnya mereka telah sesat karena mereka akan menjadikan hawa nafsu mereka menjadi pedoman dengan meninggalkan syari'at. Padahal firman Allah SWT menegaskan,

ثُمَّ جَعَلْنَٰكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِّنَ ٱلْأَمْرِ فَٱتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ 

Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat (peraturan) dari agama itu, maka ikutilah (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui.[Al-Jatsiyah 45:18]


Wallahu a'lam


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama